Tips Ampuh Atasi Keracunan Makanan: Dari Bahan Rumahan Hingga Perawatan Medis

M. Reza Sulaiman

Rabu, 05 Februari 2025 | 12:52 WIB
Tips Ampuh Atasi Keracunan Makanan:  Dari Bahan Rumahan Hingga Perawatan Medis
Pertolongan Pertama Saat Keracunan Makanan (Freepik)

Suara.com - Sebuah insiden keracunan massal terjadi di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, pada Kamis (30/1/2025). Puluhan orang mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan sate dan gulai kambing dalam acara selamatan di ruah salah satu warga. Lantas, bagaimana pertolongan pertama saat keracunan makanan?

Kejadian tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, sementara lainnya dirawat di puskesmas dan beberapa bahkan dirujuk ke rumah sakit. Polisi sedang menyelidiki penyebab keracunan, namun belum dapat memastikan sumbernya.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya penanganan yang tepat terhadap keracunan makanan dan perlunya pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama. Berikut adalah pertolongan pertama saat keracunan makanan yang penting untuk diketahui.

Tanda dan Gejala Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat terjadi karena berbagai penyebab, seperti bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia yang tercemar dalam makanan. Penyakit akibat keracunan makanan tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Keracunan makanan dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, hingga diare yang disertai dengan darah, tergantung pada jenis patogen yang menyebabkan infeksi.

Beberapa bakteri, seperti E. coli, Salmonella, dan Campylobacter, merupakan penyebab umum keracunan makanan yang dapat memicu diare, muntah, dan bahkan gagal ginjal dalam kasus yang lebih parah. Gejala biasanya muncul dalam waktu 6 hingga 48 jam setelah mengonsumsi makanan yang tercemar.

Pada beberapa kasus, keracunan makanan bisa menyebabkan dehidrasi yang parah, nyeri kepala, kram perut, atau bahkan gejala neurologis seperti kesemutan dan kebingungan.

Pertolongan Pertama saat Keracunan Makanan

Berikut adalah langkah yang tepat sebagai pertolongan pertama saat keracunan makanan seperti disadur dari laman Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sumber lainnya:

1. Tenangkan Korban

Ketika seseorang mengalami keracunan makanan, kecemasan dan kepanikan bisa memperburuk kondisi. Oleh karena itu, penting untuk menenangkan korban dan memberitahu bahwa gejala akan mereda seiring waktu.

2. Berikan Cairan untuk Menghindari Dehidrasi

Muntah dan diare yang terjadi akibat keracunan makanan dapat menyebabkan dehidrasi. Berikan cairan seperti air mineral atau cairan elektrolit (oralit) sedikit demi sedikit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

3. Posisikan Korban dengan Benar

Hindari posisi berbaring jika korban muntah. Sebaiknya, korban duduk dengan posisi tegak dan sedikit menundukkan kepala untuk mencegah risiko tersedak.

4. Menghindari Makanan Berat

Setelah gejala mereda, hindari memberi makanan berat, berminyak, atau pedas. Sebaiknya korban makan makanan ringan yang mudah dicerna, seperti nasi putih, roti tawar, atau pisang.

5. Menghindari Obat Tanpa Resep Dokter

Mengonsumsi obat antidiare tanpa resep dokter dapat memperburuk gejala keracunan. Biarkan tubuh secara alami membersihkan racun atau patogen yang ada dalam sistem pencernaan.

6. Istirahat yang Cukup

Beri waktu pada tubuh untuk pulih. Istirahat yang cukup sangat penting agar tubuh dapat pulih dengan cepat.

7. Segera Cari Pertolongan Medis

Jika gejala tidak membaik setelah 24-48 jam atau jika kondisi semakin memburuk, segera bawa korban ke rumah sakit. Beberapa gejala yang menunjukkan kebutuhan perawatan medis segera termasuk muntah berkelanjutan, tinja berdarah, atau gejala dehidrasi parah seperti mulut kering, urin berkurang, dan pusing saat berdiri.

Demikianlah informasi terkait pertolongan pertama saat keracunan makanan. Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan dan memahami cara memberikan pertolongan pertama, kita bisa mengurangi risiko dan dampak buruk dari keracunan makanan. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Kasus di Ponorogo, Kenali Tanda-tanda Keracunan Makanan Sejak Dini

Belajar dari Kasus di Ponorogo, Kenali Tanda-tanda Keracunan Makanan Sejak Dini

Health | Selasa, 04 Februari 2025 | 18:01 WIB

Cegah Keracunan, BPOM Resmi Terlibat dalam Program Makan Siang Gratis 30 Ribu Dapur

Cegah Keracunan, BPOM Resmi Terlibat dalam Program Makan Siang Gratis 30 Ribu Dapur

News | Senin, 03 Februari 2025 | 20:05 WIB

Ketemu Pandji Pragiwaksono, Deddy Corbuzier Dicurigai Malu Disentil Soal Keracunan Steak Rp6 Juta

Ketemu Pandji Pragiwaksono, Deddy Corbuzier Dicurigai Malu Disentil Soal Keracunan Steak Rp6 Juta

Entertainment | Selasa, 28 Januari 2025 | 21:10 WIB

Perut Panas hingga Muntah-muntah, 56 Warga di Bima NTB Keracunan usai Santap Hidangan Pemilik Hajatan 7 Bulanan

Perut Panas hingga Muntah-muntah, 56 Warga di Bima NTB Keracunan usai Santap Hidangan Pemilik Hajatan 7 Bulanan

News | Senin, 27 Januari 2025 | 21:10 WIB

Apa Itu Hukum Disiplin Militer? Deddy Corbuzier Bisa Ditahan Imbas Komentari Keracunan MBG

Apa Itu Hukum Disiplin Militer? Deddy Corbuzier Bisa Ditahan Imbas Komentari Keracunan MBG

Entertainment | Senin, 27 Januari 2025 | 09:15 WIB

Pandji Kritik Saran Ketua DPD soal MBG dari Dana Sita Korupsi: Duit Halal Aja Keracunan, Gimana Haram

Pandji Kritik Saran Ketua DPD soal MBG dari Dana Sita Korupsi: Duit Halal Aja Keracunan, Gimana Haram

Entertainment | Jum'at, 24 Januari 2025 | 21:40 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×