Terobosan Baru Pelayanan Stem Cell di Indonesia: Kolaborasi Celltech dan RSPPN

Nur Khotimah, Dinda Rachmawati

Selasa, 25 Februari 2025 | 10:59 WIB
Terobosan Baru Pelayanan Stem Cell di Indonesia: Kolaborasi Celltech dan RSPPN
Terobosan Baru Pelayanan Stem Cell di Indonesia: Kolaborasi Celltech dan RSPPN (Dok. Celltech Stem Cell Centre)

Suara.com - Dunia medis Indonesia kembali mencatat langkah besar dalam pemanfaatan terapi regeneratif. Celltech Stem Cell Centre, di bawah kepemimpinan Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, resmi menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Jenderal Soedirman. 

Kerja sama ini membuka peluang besar bagi pelayanan terapi sel punca (stem cell) dan penyimpanan tali pusat bayi baru lahir, yang kini dapat diakses langsung di dalam negeri tanpa perlu berobat ke luar negeri.

Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Vinski Tower, Jakarta, ini dihadiri oleh Karumkit RSPPN, Kolonel Ckm DR. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS, serta tim medis dari kedua institusi. 

Langkah ini menandai revolusi dalam pelayanan stem cell di Indonesia, khususnya bagi anggota pertahanan negara dan masyarakat luas.

Stem Cell: Revolusi Pengobatan Masa Depan

Terapi sel punca telah menjadi terobosan besar dalam dunia medis. Berdasarkan penelitian, teknologi ini dapat membantu menyembuhkan lebih dari 80 jenis penyakit, termasuk stroke, diabetes, dementia, Alzheimer, Parkinson, penyakit autoimun, gagal ginjal, penyakit jantung, kanker, hingga autisme.

Dengan kemampuan untuk meregenerasi jaringan yang rusak dan menggantikan sel yang telah mati, stem cell menjadi solusi bagi berbagai penyakit degeneratif yang sebelumnya sulit disembuhkan. 

Melalui kerja sama ini, teknologi canggih dalam terapi sel punca dapat semakin berkembang dan diterapkan di RSPPN, sebuah rumah sakit modern berlantai 26 yang didedikasikan untuk layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi anggota pertahanan negara.

Keberhasilan kerja sama ini tidak lepas dari visi besar Prof. dr. Deby Vinski, seorang ahli stem cell terkemuka yang juga menjabat sebagai Presiden World Council of Stem Cell, Geneva, Swiss. Melalui Celltech Stem Cell Centre, beliau telah berkomitmen untuk membawa teknologi sel punca terbaik ke Indonesia.

"Kami sangat antusias dengan kerja sama ini karena akan membuka peluang besar dalam pengembangan pengobatan berbasis sel punca, yang memiliki potensi luar biasa dalam meningkatkan kualitas hidup pasien," ujar Prof. dr. Deby Vinski dalam siaran pers yang Suara.com terima belum lama ini.

Sebagai pusat terapi stem cell terdepan di Indonesia, Celltech telah memiliki izin dari Kementerian Kesehatan serta sertifikasi internasional GMP (Good Manufacturing Practice).

Laboratorium ini menggunakan teknologi Quantum Closed System, yang memastikan proses sterilisasi maksimal dalam penyimpanan dan pengolahan sel punca, memberikan keamanan dan efektivitas terbaik bagi pasien.

Celltech juga memiliki rekam jejak kerja sama dengan berbagai institusi ternama, baik di dalam negeri seperti RS POLRI, RS Kanker Dharmais, RS PON, RS UNHAS, dan RS UNHAN, maupun internasional seperti EFHRE International University Barcelona, Leonardo da Vinci University Italy, dan University Gabriele d'Annunzio di Chieti Pescara, Italia.

Masa Depan Terapi Stem Cell di Indonesia

Sebagai bagian dari komitmennya dalam pengembangan teknologi kesehatan, Prof. dr. Deby Vinski juga berencana mengadakan pelatihan sertifikasi internasional bagi 12 dokter spesialis dari RSPPN. 

Para dokter ini akan mendapatkan sertifikat kelas dunia dalam bidang stem cell dari World Council of Stem Cell (WOCS).

Salah satu inovasi besar yang turut dihadirkan dalam kerja sama ini adalah penyimpanan tali pusat bayi baru lahir. Tali pusat mengandung sel punca hematopoietik dan mesenkimal, yang dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit degeneratif di masa depan.

Dengan menyimpan tali pusat bayi di laboratorium bersertifikasi seperti Celltech, keluarga memiliki investasi kesehatan yang sangat berharga.

Kerja sama antara Celltech dan RSPPN adalah tonggak penting dalam pengembangan kedokteran anti-aging dan regenerative di Indonesia. 

Dengan hadirnya teknologi stem cell di rumah sakit nasional, masyarakat kini memiliki akses lebih luas terhadap pengobatan canggih tanpa harus ke luar negeri.

Komitmen ini juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana teknologi kesehatan menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Dengan Celltech sebagai pelopor, masa depan dunia medis Indonesia semakin menjanjikan, membawa harapan baru bagi pasien yang membutuhkan solusi kesehatan regeneratif.

Kolaborasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan, di mana inovasi medis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi bangsa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Kesehatan Menurun, Paus Fransiskus Ungkap Rahasia Soal Surat Pengunduran Diri

Kondisi Kesehatan Menurun, Paus Fransiskus Ungkap Rahasia Soal Surat Pengunduran Diri

News | Senin, 24 Februari 2025 | 19:08 WIB

Hemat Anggaran, Produk Tembakau Alternatif Tekan Biaya Kesehatan

Hemat Anggaran, Produk Tembakau Alternatif Tekan Biaya Kesehatan

Bisnis | Senin, 24 Februari 2025 | 16:20 WIB

Tips Gunakan Paylater Agar Tetap Sehat Mental

Tips Gunakan Paylater Agar Tetap Sehat Mental

Lifestyle | Senin, 24 Februari 2025 | 13:23 WIB

Terkini

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB