Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia Jadi Ancaman: Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?

Agatha Vidya Nariswari, Dinda Rachmawati

Minggu, 16 Maret 2025 | 13:08 WIB
Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia Jadi Ancaman: Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Ilustrasi ginjal (Unsplash)

Suara.com - Setiap tahun, Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) diperingati pada hari Kamis di minggu kedua bulan Maret. Tahun ini, peringatan jatuh pada 13 Maret 2025 dengan tema "Are Your Kidneys OK? Detect Early, Protect Kidney Health". 

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining dan deteksi dini penyakit ginjal guna mencegah dan menghambat progresivitas penyakit ginjal kronik (PGK).

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, ginjal memiliki peran penting dalam tubuh, seperti menyaring racun, mengontrol tekanan darah, memproduksi sel darah merah, menjaga kesehatan tulang, serta mengatur keseimbangan mineral dan cairan tubuh. 

Namun, penyakit ginjal kronik sering kali tidak terdeteksi hingga 90% fungsi ginjal hilang, yang kemudian dapat berkembang menjadi gagal ginjal.

Penyakit Ginjal Kronik: Ancaman Global yang Meningkat

Berdasarkan data global tahun 2017, PGK menyebabkan 4,6% kematian dan diperkirakan akan menjadi penyebab kematian tertinggi ke-5 di dunia pada tahun 2040. 

Di Indonesia, prevalensi PGK terus meningkat, dengan data Riskesdas Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan prevalensi PGK sebesar 0,38%. Sementara itu, registri PERNEFRI tahun 2022 mencatat bahwa sebanyak 158.929 pasien menjalani dialisis (cuci darah).

Penyebab utama gagal ginjal di Indonesia adalah hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes (kencing manis). 

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, gaya hidup tidak sehat seperti kurangnya konsumsi cairan, pola makan tinggi garam, serta gaya hidup sedentari (kurang gerak) menjadi faktor utama yang mempercepat penurunan fungsi ginjal.

baca juga

"Deteksi dini kesehatan ginjal sangat penting untuk mencegah penyakit ginjal kronik. Saat ini, pemerintah telah mengimplementasikan program skrining kesehatan gratis, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi seperti pasien diabetes, hipertensi, dan obesitas," jelas dr. Siti Nadia dalam acara WKD yang digelar AstraZeneca baru-baru ini di Jakarta.

Deteksi Dini: Kunci Pencegahan Penyakit Ginjal

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Deteksi dini sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi, seperti:

  • Penderita diabetes dan hipertensi
  • Pasien dengan penyakit jantung dan obesitas
  • Individu dengan riwayat keluarga penyakit ginjal
  • Pengidap gangguan ginjal akut atau batu ginjal berulang
  • Wanita dengan riwayat penyakit ginjal saat kehamilan

Berbagai pemeriksaan sederhana dan hemat biaya dapat dilakukan untuk mendeteksi potensi penyakit ginjal, antara lain:

1. Pemeriksaan tekanan darah → untuk mendeteksi hipertensi.

2. Indeks Massa Tubuh (IMT) → mengukur estimasi lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan.

3. Tes urin → mengecek kadar albumin (protein) dalam urin yang dapat mengindikasikan kerusakan ginjal.

4. Tes darah → mengukur kadar kreatinin serum untuk mengevaluasi fungsi ginjal.

Menurut Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, skrining secara dini dapat mengurangi biaya perawatan kesehatan dalam jangka panjang.

"Pengobatan dini dapat memperlambat progresivitas PGK, sehingga pasien tidak harus segera menjalani terapi pengganti ginjal seperti cuci darah. Skrining tertarget juga dapat mengurangi beban biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan," ujarnya.

Perusahaan farmasi juga turut berkontribusi dalam kampanye ini. Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, menyatakan bahwa deteksi dini dan penanganan PGK yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

"Dengan demikian, pasien dengan PGK  dapat didiagnosis lebih awal dan menerima pengobatan yang sesuai dengan pedoman, sehingga mereka dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Ginjal Sedunia: Waspadai Kebocoran Ginjal dan Anemia pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis

Hari Ginjal Sedunia: Waspadai Kebocoran Ginjal dan Anemia pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis

Health | Jum'at, 14 Maret 2025 | 09:46 WIB

Benarkah Pasien Penyakit Ginjal Kronis Dilarang Makan Buah? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Pasien Penyakit Ginjal Kronis Dilarang Makan Buah? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Kamis, 13 Maret 2025 | 23:03 WIB

Viral Ojol Lansia Tetap Narik Meski Derita Gagal Ginjal dan Kenakan Selang Oksigen

Viral Ojol Lansia Tetap Narik Meski Derita Gagal Ginjal dan Kenakan Selang Oksigen

News | Rabu, 05 Maret 2025 | 22:44 WIB

Terkini

5 Perbedaan Air Fork atau Coil Fork untuk Sepeda Gunung, Mending Mana?

5 Perbedaan Air Fork atau Coil Fork untuk Sepeda Gunung, Mending Mana?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:10 WIB

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:06 WIB

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

×