Kecemasan Anak Pasca Libur Lebaran, Orang Tua dan Guru Diminta Siapkan Strategi Adaptasi Sekolah

Budi Arista Romadhoni

Senin, 07 April 2025 | 08:42 WIB
Kecemasan Anak Pasca Libur Lebaran, Orang Tua dan Guru Diminta Siapkan Strategi Adaptasi Sekolah
Sejumlah anak bermain di area bermain saat berkunjung ke Tebet Eco Park, Jakarta, Kamis (3/4/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]

Suara.com - Masa liburan atau libur lebaran yang identik dengan suasana santai dan bebas dari rutinitas sering kali menjadi momen yang dinantikan anak-anak.

Namun, transisi dari masa libur ke hari pertama masuk sekolah ternyata bisa menjadi sumber kecemasan tersendiri bagi sebagian anak.

Kondisi ini dikenal sebagai post holiday blues, yakni perasaan sedih, cemas, atau enggan kembali ke rutinitas sekolah setelah liburan panjang.

Psikolog klinis dewasa lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Teresa Indira Andani, M.Psi., menjelaskan bahwa fenomena ini umum terjadi, terutama pada anak usia 6 hingga 12 tahun.

Pada rentang usia ini, anak-anak sedang berada dalam tahap belajar mandiri dan mulai mengembangkan rasa kompetensi diri, sehingga tekanan untuk kembali ke lingkungan sekolah yang menuntut sering kali memicu stres.

“Selain rasa malas, beberapa anak juga bisa merasa cemas, misalnya takut menghadapi tugas sekolah yang menumpuk atau kesulitan beradaptasi kembali dengan teman-teman,” ujar Teresa dikutip dari ANTARA, Senin (7/4/2025).

Menurut Teresa, cara berpikir anak-anak usia sekolah dasar yang masih konkret menyebabkan mereka kesulitan memahami mengapa harus kembali menjalani rutinitas yang menuntut, setelah menikmati kesenangan selama liburan.

“Perubahan mendadak dari suasana bebas ke lingkungan yang penuh aturan bisa membuat mereka merasa tidak nyaman atau bahkan takut,” jelasnya.

Namun, tingkat adaptasi setiap anak bisa berbeda. Anak-anak yang memiliki kepekaan emosional tinggi atau mengalami kesulitan sosial mungkin memerlukan waktu dan dukungan ekstra agar bisa kembali merasa nyaman di sekolah.

Untuk membantu anak mengatasi post holiday blues, Teresa merekomendasikan strategi yang ia sebut sebagai T.E.R.A.T.U.R, yakni:

  • Terapkan jadwal serupa sekolah: Mengembalikan pola tidur dan makan seperti saat hari sekolah.
  • Evaluasi dan ulangi kebiasaan belajar: Ajak anak mengingat kembali aktivitas belajar ringan di rumah.
  • Rangsang interaksi: Dorong anak untuk mulai berkomunikasi lagi dengan teman sekolahnya.
  • Aktifkan minat sekolah: Ingatkan hal-hal menyenangkan di sekolah, seperti pelajaran favorit atau kegiatan ekstrakurikuler.
  • Tumbuhkan perasaan positif: Beri apresiasi atas semangat kecil yang ditunjukkan anak.
  • Ulangi rutinitas pagi: Bangunkan anak dengan cara yang menyenangkan agar siap menghadapi hari.
  • Ringankan kecemasan: Buka ruang komunikasi agar anak bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan.

“Memberikan pujian atau hadiah kecil saat anak menunjukkan semangat kembali ke sekolah dapat menjadi dorongan positif,” tambah Teresa.

Selain itu, melibatkan anak dalam persiapan perlengkapan sekolah juga bisa menjadi bagian dari proses penyesuaian yang menyenangkan. Misalnya, memilih alat tulis baru atau menata ulang meja belajar bersama-sama.

Teresa juga menekankan bahwa peran guru tidak kalah pentingnya dalam masa transisi ini. Guru dapat menciptakan suasana yang hangat dan tidak menekan pada hari-hari pertama masuk sekolah.

“Misalnya dengan mengadakan permainan ringan, kegiatan bercerita, atau memberi waktu untuk anak berbagi pengalaman liburannya. Ini bisa membantu mengurangi kecemasan dan membangun kembali semangat anak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa bila kecemasan anak tampak berkepanjangan atau justru semakin parah, orang tua sebaiknya tidak ragu untuk berkonsultasi dengan profesional, seperti psikolog anak, untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.

Dengan pendekatan yang penuh pengertian dari lingkungan terdekat—baik keluarga maupun sekolah—anak diharapkan dapat melewati masa transisi pasca-liburan dengan lebih mudah.

Liburan boleh selesai, tapi semangat belajar anak perlu terus dijaga. Dukungan dari orang dewasa menjadi kunci penting agar anak kembali merasa nyaman, aman, dan percaya diri menjalani aktivitas sekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Post-Holiday Blues Hantui Setelah Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Post-Holiday Blues Hantui Setelah Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 07 April 2025 | 01:58 WIB

Disindir Dedi Mulyadi gegara Liburan ke Jepang, Bupati Lucky Hakim Punya Utang Rp5 M Lebih

Disindir Dedi Mulyadi gegara Liburan ke Jepang, Bupati Lucky Hakim Punya Utang Rp5 M Lebih

Lifestyle | Minggu, 06 April 2025 | 18:33 WIB

Kapan Bank Buka Setelah Libur Lebaran 2025? Jadwal Lengkap BRI, BCA, BNI, Mandiri, BSI

Kapan Bank Buka Setelah Libur Lebaran 2025? Jadwal Lengkap BRI, BCA, BNI, Mandiri, BSI

Bisnis | Minggu, 06 April 2025 | 13:41 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB