5 Bahaya Tak Terduga Konsumsi Herbal Berlebihan bagi Pengidap Hipertensi yang Jarang Diungkap

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 17 April 2025 | 12:27 WIB
5 Bahaya Tak Terduga Konsumsi Herbal Berlebihan bagi Pengidap Hipertensi yang Jarang Diungkap
Ilustrasi herbal alami (Freepik.com/freepik)

Suara.com - Konsumsi herbal berlebihan untuk penderita hipertensi bisa menjadi pisau bermata dua yang di satu sisi menawarkan manfaat, di sisi lain menyimpan ancaman tersembunyi. Meskipun Indonesia kaya akan rempah dan tanaman obat, penggunaan yang tidak bijak justru berpotensi memperburuk tekanan darah dan memicu komplikasi kesehatan.

Artikel yang dikutip dari situs pafikabupatenbangka.org ini akan mengungkap beberapa bahaya tak terduga jika konsumsi herbal berlebihan.

1. Mengapa Herbal Indonesia Menjadi Ancaman bagi Pengidap Hipertensi?

Tanaman herbal seperti kunyit, jahe, dan temulawak telah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional. Namun, penelitian dari Universitas Gadjah Mada (2022) mengungkap bahwa 37% penderita hipertensi di Yogyakarta mengalami peningkatan tekanan darah setelah mengonsumsi ramuan herbal dosis tinggi. 

Salah satu penyebabnya adalah kandungan senyawa aktif seperti kurkumin dalam kunyit yang, jika dikonsumsi berlebihan, dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan memicu retensi cairan.

Kamu mungkin tidak menyadari bahwa beberapa herbal bersifat diuretik alami, seperti daun seledri atau sambiloto. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), diuretik berlebihan justru mengurangi kadar kalium dalam tubuh, menyebabkan detak jantung tidak teratur, dan memperparah hipertensi.

2. Efek Samping Herbal pada Tekanan Darah yang Jarang Diketahui

Sebuah studi dari Universitas Indonesia (2021) menemukan bahwa 1 dari 5 pasien hipertensi mengalami interaksi negatif antara obat resep dokter dengan herbal. 

Contohnya, mengonsumsi jahe bersama obat pengencer darah dapat meningkatkan risiko perdarahan. Sementara itu, sambiloto—yang kerap dianggap ampuh menurunkan gula darah—ternyata mengandung andrografolid yang berpotensi menekan fungsi ginjal jika dikonsumsi melebihi 500 mg/hari.

baca juga

Di sisi lain, ramuan jamu bersifat tinggi garam atau gula tambahan juga patut diwaspadai. Data Kementerian Kesehatan RI (2023) menunjukkan bahwa 60% sampel jamu kemasan di pasar mengandung natrium melebihi batas aman untuk penderita hipertensi.

3. Cara Aman Mengonsumsi Herbal untuk Kamu yang Memiliki Hipertensi

Pertama, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggabungkan herbal dengan obat medis. Penelitian Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya (2020) merekomendasikan takaran maksimal kunyit untuk penderita hipertensi adalah 1-2 ruas jari per hari. Hindari merebus herbal terlalu lama, karena proses tersebut dapat meningkatkan konsentrasi senyawa aktif hingga 3 kali lipat.

Kedua, pilih herbal dengan indeks glikemik rendah dan minim natrium. Daun salam dan rosella, misalnya, terbukti dalam penelitian Institut Pertanian Bogor (2019) mampu menstabilkan tekanan darah tanpa menyebabkan hipokalemia (kekurangan kalium).

4. Herbal Lokal yang Ramah untuk Pengidap Hipertensi dan Batas Konsumsinya

Tidak semua herbal berisiko tinggi. Berikut tiga contoh herbal Indonesia yang relatif aman jika dikonsumsi dalam takaran tepat:

Daun Kelor

Kaya antioksidan, namun batasi hingga 5 gram daun kering per hari untuk mencegah efek diuretik berlebihan.

Bawang Putih

Studi Universitas Airlangga (2022) membuktikan 1-2 siung bawang putih mentah per hari dapat membantu melebarkan pembuluh darah.

Temu Ireng

Aman dikonsumsi 10 gram/hari dalam bentuk rebusan, tetapi hindari kombinasi dengan obat antihipertensi golongan ACE inhibitor.

5. Tanda-Tanda Keracunan Herbal yang Harus Kamu Waspadai

Menurut Pusat Riset Bioteknologi LIPI, gejala seperti pusing berdenyut, mual, atau sesak napas setelah minum herbal bisa mengindikasikan ketidakcocokan. Segera hentikan konsumsi jika tekanan darah sistolik meningkat >180 mmHg dalam 2 jam pascakonsumsi, seperti yang ditemukan dalam laporan RSUD Dr. Soetomo Surabaya (2023).

Kesimpulan

Meski alam menyediakan segudang herbal berkhasiat, prinsip “lebih banyak belum tentu lebih baik” tetap berlaku, terutama bagi pengidap hipertensi. Kombinasi antara pemilihan jenis herbal, takaran tepat, dan pemantauan berkala menjadi kunci menghindari risiko konsumsi berlebihan. Selalu utamakan komunikasi terbuka dengan tenaga medis untuk memastikan keamanan herbal yang Kamu konsumsi.

Dengan memahami batasan dan potensi bahaya, Kamu bisa tetap menikmati kekayaan herbal Indonesia tanpa mengorbankan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ingat, hipertensi adalah “silent killer” jadi jangan biarkan herbal justru menjadi pemicu komplikasinya!***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Ramuan Warisan Nenek Moyang yang Terbukti Redakan Depresi Ringan

4 Ramuan Warisan Nenek Moyang yang Terbukti Redakan Depresi Ringan

Health | Rabu, 16 April 2025 | 12:47 WIB

7 Ramuan Ajaib dari Alam untuk Atasi Anak Susah Makan

7 Ramuan Ajaib dari Alam untuk Atasi Anak Susah Makan

Health | Rabu, 16 April 2025 | 12:51 WIB

7 Ramuan Herbal Ampuh untuk Meningkatkan Daya Tahan Anak di Musim Pancaroba

7 Ramuan Herbal Ampuh untuk Meningkatkan Daya Tahan Anak di Musim Pancaroba

Health | Rabu, 16 April 2025 | 12:21 WIB

7 Ramuan Tradisional yang Terbukti Meningkatkan Konsentrasi Secara Alami

7 Ramuan Tradisional yang Terbukti Meningkatkan Konsentrasi Secara Alami

Health | Selasa, 15 April 2025 | 13:58 WIB

7 Tanaman Obat Indonesia yang Terbukti Meningkatkan Testosteron Secara Alami

7 Tanaman Obat Indonesia yang Terbukti Meningkatkan Testosteron Secara Alami

Health | Selasa, 15 April 2025 | 13:43 WIB

7 Obat Herbal untuk Stamina Pria yang Terbukti Ampuh

7 Obat Herbal untuk Stamina Pria yang Terbukti Ampuh

Health | Selasa, 15 April 2025 | 09:36 WIB

Terkini

Kunci Adik Tiri di Kamar, Pria Way Kanan Gasak Uang Rp17 Juta Milik Orang Tua

Kunci Adik Tiri di Kamar, Pria Way Kanan Gasak Uang Rp17 Juta Milik Orang Tua

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:37 WIB

BRI Boyong Promo Spesial 17 Agustus, Diskon 17% King Koil Hingga Hadiah Eksklusif

BRI Boyong Promo Spesial 17 Agustus, Diskon 17% King Koil Hingga Hadiah Eksklusif

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:36 WIB

14 Ide Tebak-tebakan Lucu Bertema Pramuka yang Bisa Kamu Coba

14 Ide Tebak-tebakan Lucu Bertema Pramuka yang Bisa Kamu Coba

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:35 WIB

BMW hingga Senjata Api Disita dari Markas Narkoba Bos Gendut di Kampung Bahari

BMW hingga Senjata Api Disita dari Markas Narkoba Bos Gendut di Kampung Bahari

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Arthada Bawa Kembali Gaya 2016 di Perayaan Ulang Tahun ke-22

Arthada Bawa Kembali Gaya 2016 di Perayaan Ulang Tahun ke-22

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Kulkas Pintar Jadi Kunci Cegah Food Waste, Ini Cara Simpan Stok Makanan Mingguan agar Tetap Segar

Kulkas Pintar Jadi Kunci Cegah Food Waste, Ini Cara Simpan Stok Makanan Mingguan agar Tetap Segar

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Review Anak Semua Bangsa Karya Pramoedya: Dari Duka Menuju Kesadaran

Review Anak Semua Bangsa Karya Pramoedya: Dari Duka Menuju Kesadaran

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian

Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:28 WIB

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI

Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:25 WIB

×