5 Lokasi Uji Klinis Fase 3 Vaksin TBC Bill Gates di Indonesia, Segini Jumlah Targetnya!

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 17 Mei 2025 | 11:25 WIB
5 Lokasi Uji Klinis Fase 3 Vaksin TBC Bill Gates di Indonesia, Segini Jumlah Targetnya!
Ilustrasi vaksin TBC. (Prasesh Shiwakoti Lomash/Unsplash)

Suara.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengungkap 5 tempat uji klinik vaksin tuberkulosis (TBC) kerja sama Bill Gates di Indonesia. Di mana saja, dan apa saja ya manfaat Indonesia jadi tempat uji klinik fase 3 vaksin M72/AS01E-4 alias vaksin M72?

Dalam konferensi pers pada Kamis, (15/5/2025) lalu Taruna mengatakan vaksin M72 adalah vaksin tuberculosis recombinant fusion protein yang dikembangkan oleh GlaxoSmithKline Biologicals, SA (GSK).

Adapun sentra uji klinik fase 3 vaksin tuberkulosis yaitu Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, RS Universitas Indonesia, Research Center for Care and Control of Infectious Disease (RC3ID) Universitas Padjadjaran, RS Islam Jakarta Cempaka Putih, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sebanyak 2.095 orang di Indonesia bakal jadi subjek uji klinik oleh PT Bio Farma sebagai peneliti. Rencananya ada 20.000 orang di seluruh dunia yang bakal jadi target uji klinik. Selain di Indonesia, penelitian ini juga dilakukan di Vietnam, Afrika Selatan, Malawi, Kenya, Mozambik, dan Zambia.

Sebagai negara dengan jumlah kasus tuberkulosis atau TBC terbanyak kedua di dunia, kata Taruna Indonesia bakal dapat keuntungan dengan lebih mudahnya mengendalikan TBC di Tanah Air yang sudah menjadi penyakit laten.

"Apa untungnya bagi Indonesia? Berdasarkan epidemiologi, penyakit TB terbesar kedua di dunia adalah Indonesia, setelah India. Artinya, rakyat Indonesia sangat butuh pengobatan TBC. Kita butuh variasi pengobatan baru, dengan penemuan ini, dampaknya akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Di sisi lain, sebelum memasuki uji klinis vaksin TBC fase 3, vaksin ini juga sudah lebih dulu melalui proses peer-review oleh tim independen dari Komite Nasional Penilai Obat (KOMNAS Penilai Obat) yang telah mengamati secara saksama terhadap hasil uji pra-klinik serta uji klinik fase 1 dan 2.

"Dari hasil evaluasi tersebut, maka tim independen berdasarkan keilmuannya melaporkan hasil rekomendasi kepada BPOM, bahwa [vaksin M72] telah memenuhi semua unsur-unsur persyaratan, baik etik, saintifik, dan keamanan dari vaksin tersebut,” tambah Taruna.

Perlu diketahui, menurut situs CDC disebutkan uji klinis fase 3 untuk vaksin adalah tahap pengujian vaksin cakupannya diperluas antara 1.000 hingga 3.000 orang. Pada tahap ini peneliti nantinya akan mengonfirmasi seberapa baik vaksin bekerja, memantau efek samping yang umum dan kurang umum, serta mengumpulkan informasi untuk mendukung penggunaan yang aman pada manusia.

baca juga

Sebelum fase 3, demi keamanan vaksin juga akan lebih dulu menjalani uji klinis tahap 1 yaitu diberikan pada kelompok kecil, antara 20 hingga 100 orang untuk melihat seberapa aman vaksin diberikan pada manusia, serta melihat efek samping dan memantau respons kekebalan tubuh.

Selanjutnya uji klinis tahap 2 yaitu pada 100 hingga 300 orang dengan usia dan kesehatan fisik tertentu untuk mewakili populasi. Di fase ini akan dilihat keselamatan tambahan dan risikonya.

Setelah uji klinis fase 3 selesai, barulah tahap 4 yaitu persetujuan FDA, vaksin ini dinyatakan bisa digunakan pada masyarakat umum.

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Biasanya menyerang paru-paru, namun dapat juga menyerang organ tubuh lainnya.

Sebagai catatan, Indonesia jadi negara pemilik kasus TBC terbanyak kedua setelah India, yaitu 1.060.000 kasus TBC dengan memakan korban jiwa 134.000 setiap tahunnya. Ini artinya, di Tanah Air terdapat 17 orang meninggal karena tuberkulosis setiap jam-nya.

Meski sudah jadi penyakit laten, pengendalian tuberkulosis di Indonesia masih saja belum berhasil, padahal pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC tapi hasilnya belum memuaskan.

Bahkan tidak sedikit orang yang menganggap remeh penyakit ini. Padahal jika sudah terdeteksi, penderitanya perlu mengonsumsi obat TBC setiap hari tanpa berhenti minimal selama 6 bulan hingga tahunan.

Ditambah pasien TBC juga kerap dihadapkan pada stigma dari masyarakat sekitar. Apalagi bakteri tuberkulosis bukan hanya menyerang saluran pernapasan tapi juga bisa menginfeksi organ vital lain, seperti otak, tulang, kulit, ginjal, hingga jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Berharap Bisa Produksi Sendiri Vaksin TBC Bill Gates

Indonesia Berharap Bisa Produksi Sendiri Vaksin TBC Bill Gates

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 18:07 WIB

2 Ribu Warga Bakal Divaksin TBC Bill Gates, BPOM Sebut Indonesia Banyak Diuntungkan

2 Ribu Warga Bakal Divaksin TBC Bill Gates, BPOM Sebut Indonesia Banyak Diuntungkan

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 16:25 WIB

Blak-blakan Kepala BPOM di DPR: Kami Tak Dilibatkan BGN Urus MBG, Padahal Sudah Ada MoU

Blak-blakan Kepala BPOM di DPR: Kami Tak Dilibatkan BGN Urus MBG, Padahal Sudah Ada MoU

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 15:15 WIB

Terkini

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

×