Jejak Kanker dari Zaman Firaun, Kini Indonesia Perluas Produksi Obatnya

Husna Rahmayunita | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 23 Mei 2025 | 07:40 WIB
Jejak Kanker dari Zaman Firaun, Kini Indonesia Perluas Produksi Obatnya
Kepala BPOM, Taruna Ikrar di Jakarta Timur, Kamis (22/5/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar bercerita penyakit kanker sudah ditemukan sejak 4.000 tahun lalu. Bahkan menurutnya Pemimpin Mesir Kuno, Firaun juga meninggal karena kanker.

Kisah ini dibagikan Taruna saat menghadiri acara Peresmian Perluasan Fasilitas Onkologi Injeksi dan Solid PT Global Onkolab Farma di Jakarta Timur, Kamis (22/5/2025). Ia menyinggung kanker bukan penyakit baru, karena dalam jurnal yang belum lama dibacanya mengungkap Firaun mengidap kanker tulang.

“Bicara tentang history penyakit cancer, berdasarkan science ada Raja Firaun 4.000 tahun lalu, kanker sudah ditemukan dan mengalami kanker tulang,” ujar Taruna.

Fakta yang diceritakan Taruna ini sudah jadi pemberitaan berbagai media internasional, salah satunya pada 2018 Daily News Egypt yang mewartakan para ilmuwan menemukan Firaun Wanita Mesir Kuno, Hatshepsut, meninggal karena kanker di usia 50 tahun.

Direktur Museum Purbakala Bibliotheca Alexandria, Hussein Abdel Basser, menambahkan Firaun wanita kedua itu di saat bersamaan juga menderita diabetes.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar. [Suara.com/Dini Afrianti Efendi]
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar saat menghadiri acara Peresmian Perluasan Fasilitas Onkologi Injeksi dan Solid PT Global Onkolab Farma di Jakarta Timur. [Suara.com/Dini Afrianti Efendi]

Ada juga pemberitaan terbaru pada Mei 2024 menyebutkan 4.000 tahun lalu ditemukan tengkorak Mesir Kuno yang disimpan di Universitas Cambridge menunjukkan tanda-tanda pengobatan kanker tulang. Tengkorak ini terdapat bekas luka tersembunyi yang diduga kuat jadi bukti pengobatan kuno untuk kanker.

Penemuan kanker sejak 4.000 tahun lalu inilah menurut Taruna, menandakan penyakit kanker semakin meningkat karena genetik hingga perubahan gaya hidup, ditambah teknologi skrining kanker semakin maju dan terus digalakkan.

“Maknanya apa? Bahwa semakin lama, semakin banyak orang menderita cancer dengan mortality rate tinggi, yang artinya angka kematian di atas 60 persen,” jelas Taruna.

Di saat angka kematian karena kanker yang meningkat di Indonesia inilah, menurut Taruna terdapat investasi besar-besaran untuk pengobatan kanker. Ia mencontohkan Amerika Serikat menggelontorkan dana hingga Rp 15 ribu triliun.

“Funding besar Amerika itu besar untuk riset kanker. Selama 50 tahun, hampir 1 triliun USD digelontorkan berarti hampir Rp 15 ribu triliun, khusus Amerika riset yang berhubungan dengan kanker, dan waktu itu jadi cover majalah Times,” ungkap Taruna.

Inilah sebabnya Taruna mengapresiasi diperluasnya fasilitas onkologi injeksi dan solid untuk pengembangan dan pembuatan obat kanker. Menurut Taruna karena kebutuhannya mendesak untuk penanganan kanker, fasilitas ini berhasil mendapatkan Sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan persetujuan NIE (Nomor Izin Edar) untuk lima obat Kalbe Group dari BPOM.

“Tentu kita sebagai pemerintah berharap ada produk inovasi, ada variasi baru untuk melawan penyakit ini, makanya kami sangat berbahagia lakukan kolaborasi ini, untuk mengembangkan teknologi tertentu, dengan harapan perusahaan industri ini juga berkreasi, bersemangat, dan mengembangkan untuk kolaborasi,” papar Taruna.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady di Jakarta Timur, Kamis (22/5/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady di Jakarta Timur, Kamis (22/5/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Di saat bersamaan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady menjelaskan fasilitas produksi produk penanganan kanker ini diperluas karena nantinya secara khusus untuk mengembangkan dan membuat obat kanker. Ada juga salah satu manufaktur lokal obat kanker pertama, dengan teknologi mutakhir untuk menghasilkan produk onkologi berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.

Fasilitas ini juga nantinya akan memastikan ketersediaan terapi kanker. Di antaranya injeksi cair, baku kering, tablet, dan kapsul keras dengan kapasitas total sebesar 5 juta vial sediaan steril dan 50 juta unit tablet atau kapsul untuk sediaan solid yang dapat digunakan untuk kemoterapi, terapi hormon, dan terapi target untuk pasien kanker di Indonesia.

"Kami melakukan perluasan secara komprehensif, baik dari sisi sediaan produk, kapasitas produksi, hingga teknologi,” ungkap Irawati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kanker Paru Kian Banyak Renggut Nyawa, Himpunan Dokter Desak Deteksi Dini

Kanker Paru Kian Banyak Renggut Nyawa, Himpunan Dokter Desak Deteksi Dini

Health | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:16 WIB

Jadi Penyebab Kematian Terbanyak di Indonesia, Kenali Tanda Kanker Otak di Setiap Anggota Tubuh

Jadi Penyebab Kematian Terbanyak di Indonesia, Kenali Tanda Kanker Otak di Setiap Anggota Tubuh

Lifestyle | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:03 WIB

7 Tanda Leukemia yang Muncul di Kulit: Mulai dari Kurap hingga Ruam Aneh

7 Tanda Leukemia yang Muncul di Kulit: Mulai dari Kurap hingga Ruam Aneh

Lifestyle | Kamis, 22 Mei 2025 | 15:50 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB