Kanker Paru Kian Banyak Renggut Nyawa, Himpunan Dokter Desak Deteksi Dini

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 22 Mei 2025 | 18:16 WIB
Kanker Paru Kian Banyak Renggut Nyawa, Himpunan Dokter Desak Deteksi Dini
Ilustrasi Kanker Paru-Paru (Freepik/user17432319)

Suara.com - Kanker paru masih jadi penyebab kematian tertinggi pada lelaki di Indonesia. Inilah sebabnya Perhimpunan Onkologi Toraks Indonesia (POTI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berfokus pada penanganan kanker paru.

Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Toraks Indonesia (POTI), dr. Andika Chandra Putra, Ph.D, Sp.P(K) mengatakan untuk menurunkan angka kematian kanker paru maka harus dengan multidisiplin alias melibatkan kolaborasi dokter, ahli gizi, fisioterapis, psikolog, apoteker dan sebagainya.

"Penanganan kanker paru memerlukan pendekatan yang komprehensif dan multidisiplin. Kolaborasi pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memerangi kanker paru di Indonesia," ujar dr. Andika melalui keterangan yang diterima Suara.com, Kamis (22/5/2025).

Adapun kanker paru adalah pertumbuhan tak terkendali sel-sel abnormal di jaringan salah satu atau kedua paru dalam bentuk tumor ganas. Kanker ini dapat ditemukan di saluran pernapasan (bronkus) atau di jaringan paru yang berongga (alveoli).

Lebih lanjut dalam Rakernas dengan tema 'Menuju Penanganan Kanker Paru yang Lebih Baik di Indonesia' pada 17 hingga 18 Mei 2025 lalu, kata dr. Andika, pihaknya juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang kanker paru.

Ilustrasi kanker paru-paru (Freepik/freepik)
Ilustrasi kanker paru-paru (Freepik/freepik)

Tujuannya agar kanker paru ditemukan sedini mungkin, sehingga harapan hidup jadi lebih besar. Apalagi data menunjukkan, 90 persen kanker paru di Indonesia terdiagnosis saat sudah stadium 4 alias sel kanker sudah menyebar luas.

"Karenanya kami berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang kanker paru, serta meningkatkan kualitas penanganan kanker paru di Indonesia," tambah dr. Andika.

Jika kanker paru sudah terdeteksi lebih awal, selanjutnya pengobatan akan lebih efektif termasuk pengobatan dengan terapi target dan imunoterapi. Dalam rakernas itu juga dibahas pentingnya melihat prognosis atau prediksi perjalanan kanker paru.

Prognosis kanker paru dipercaya mampu memprediksi peluang kesembuhan, kekambuhan dan harapan hidup. Adapun komponen prognosis kanker yaitu stadium kanker, tipe dan lokasi kanker, karakter sel kanker atau histopatologi, usia dan kondisi pasien, respon pengobatan hingga genetika kanker.

baca juga

"Kami berharap bahwa dengan kerja sama dan komitmen dari semua pihak, kita dapat meningkatkan kualitas penanganan kanker paru di Indonesia dan mengurangi angka kematian akibat kanker paru," pungkas dr. Andika.

Perlu diketahui, data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan lebih dari 30.000 kasus baru kanker paru terdiagnosis setiap tahun.

Bahkan menurut lembaga riset kanker International Agency for Research on Cancer (IARC) pada 2024 menunjukkan di antara 20 juta kasus kanker baru, kanker paru jadi yang paling terbanyak yakni 12,4 persen.

Kanker paru, sebagai penyebab kematian akibat kanker yang terbesar di kalangan pria, sangat berkaitan dengan tingginya penggunaan rokok, terutama di wilayah Asia.

Icon Cancer Centre menyebutkan, ada beberapa kanker paru umumnya dibagi dalam stadium dini (stadium 1 dan 2), stadium lanjut lokal (stadium 3) dan kanker paru metastasis (stadium 4).

Stadium 1 yaitu tumor berukuran lintang 4 cm atau kurang, mempengaruhi percabangan utama bronki dan belum menyebar keluar dari paru.

Lalu stadium 2, tumor berukuran lintang 7 cm atau kurang dan telah menyebar ke kelenjar getah bening. Kemungkinan lainnya, mungkin sudah terdapat nodul tumor terpisah yang jumlahnya lebih dari satu.

Stadium 3 yakni tumor bisa berukuran berapa pun dan sudah menyebar ke kelenjar getah bening. Tumor mungkin sudah menyebar ke area sekitarnya. Terdapat dua tumor atau lebih di lobus berbeda pada paru yang sama.

Terakhir, stadium 4 saat tumor paru bisa berukuran berapa pun dan sudah menyebar ke organ lain dalam tubuh yang jauh letaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Dini Kanker Paru, Skrining Lebih Awal Bisa Menyelamatkan Hidup

Kenali Dini Kanker Paru, Skrining Lebih Awal Bisa Menyelamatkan Hidup

Health | Selasa, 06 Mei 2025 | 19:46 WIB

7 Cara Mencegah Kanker untuk Orang Usia 10-20 Tahun, Sederhana tapi Krusial

7 Cara Mencegah Kanker untuk Orang Usia 10-20 Tahun, Sederhana tapi Krusial

Lifestyle | Senin, 03 Februari 2025 | 16:05 WIB

Perokok Aktif Usia 40 Tahun Wajib Skrining Kanker Paru, Ini Alasannya

Perokok Aktif Usia 40 Tahun Wajib Skrining Kanker Paru, Ini Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 29 November 2024 | 15:19 WIB

Terkini

Akting Zendaya di Euphoria Season 1 Dipuji Habis-Habisan, Layak Ditonton?

Akting Zendaya di Euphoria Season 1 Dipuji Habis-Habisan, Layak Ditonton?

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Budi Arie Minta Maaf Soal Isu Pemilu Dipercepat, Klaim Tak Ada Kaitan dengan Jokowi

Budi Arie Minta Maaf Soal Isu Pemilu Dipercepat, Klaim Tak Ada Kaitan dengan Jokowi

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:32 WIB

How to Master Your Habits: Bukan Malas, Mungkin Kebiasaan Kita yang Salah!

How to Master Your Habits: Bukan Malas, Mungkin Kebiasaan Kita yang Salah!

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Klaim Diskon Mainan Anak hingga 90 Persen dari BRI, Cuma 6 Hari!

Klaim Diskon Mainan Anak hingga 90 Persen dari BRI, Cuma 6 Hari!

Bri | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Unri Tetapkan Kuliah Online Imbas Kabut Asap Karhutla di Pekanbaru

Unri Tetapkan Kuliah Online Imbas Kabut Asap Karhutla di Pekanbaru

Riau | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Health | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Bappeda Langkat, Diduga Rebutan Proyek

Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Bappeda Langkat, Diduga Rebutan Proyek

Sumut | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:27 WIB

14 Bayi Tewas Terpanggang di Kebakaran Rumah Sakit Islamabad

14 Bayi Tewas Terpanggang di Kebakaran Rumah Sakit Islamabad

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Cegah Produksi Melanin! Ini 4 Sunscreen Arbutin Wajah Tetap Cerah dan Sehat

Cegah Produksi Melanin! Ini 4 Sunscreen Arbutin Wajah Tetap Cerah dan Sehat

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:25 WIB

×