Tragedi Pilu Adik Raya Sukabumi: Bahaya Cacing Gelang Penyebab Askariasis

Rifan Aditya

Jum'at, 22 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Tragedi Pilu Adik Raya Sukabumi: Bahaya Cacing Gelang Penyebab Askariasis
Tragedi Pilu Adik Raya Sukabumi: Bahaya Cacing Gelang Penyebab Askariasis - Penampakan cacing gelang di perut pasien (New England Journal Medicine)

Telur menetas di dalam usus halus, melepaskan larva mikroskopis.

3. Perjalanan ke Paru-Paru

Larva kemudian menembus dinding usus dan masuk ke aliran darah atau sistem limfatik.

Mereka melakukan perjalanan ke jantung dan akhirnya menetap di paru-paru.

4. Naik ke Tenggorokan

Setelah beberapa waktu di paru-paru, larva naik ke saluran pernapasan hingga ke tenggorokan.

Dari sini, larva akan tertelan kembali dan masuk ke sistem pencernaan untuk kedua kalinya.

5. Menjadi Cacing Dewasa

Larva yang kembali di usus halus, tumbuh menjadi cacing dewasa.

baca juga

Seekor cacing betina dewasa mampu menghasilkan hingga 200.000 telur setiap hari, yang kemudian dikeluarkan melalui tinja dan siap menginfeksi orang lain.

Gejala Askariasis dari yang Tak Terlihat Hingga Mematikan

Pada infeksi ringan, penderita mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Namun, ketika jumlah cacing di dalam tubuh menjadi banyak, seperti dalam kasus Raya, gejalanya bisa menjadi sangat parah.

Gejala di Paru-Paru (Fase Migrasi Larva):

  1. Batuk terus-menerus.
  2. Sesak napas atau napas berbunyi (mengi).
  3. Demam ringan.

Gejala di Usus (Fase Cacing Dewasa):

  1. Nyeri perut yang tidak jelas.
  2. Mual dan muntah.
  3. Diare atau adanya darah pada tinja.
  4. Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Pada kasus infeksi berat, cacing dewasa bisa keluar dari mulut atau hidung, seperti yang terjadi pada Raya.

Komplikasi paling berbahaya terjadi ketika gumpalan cacing dalam jumlah besar menyumbat usus.

Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri perut hebat, muntah, dan merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan tindakan segera.

Tragedi Adik Raya dan Cara Mencegahnya

Raya, bocah asal Sukabumi meninggal dunia karena komplikasi cacing dan penyakit dalam [Ist]
Raya, bocah asal Sukabumi meninggal dunia karena komplikasi cacing dan penyakit dalam [Ist]

"Saat di IGD, tiba-tiba keluar cacing dari hidung pasien. Dari situ, kita mulai menduga ada kaitannya dengan infeksi cacing."

Kutipan dari tim medis yang menangani Raya menunjukkan betapa mengejutkannya infeksi tersebut.

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa askariasis yang tidak tertangani dapat berujung pada kematian.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa cacing yang menginfeksi Raya adalah jenis cacing gelang.

Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya deteksi dini dan kesadaran masyarakat.

Gizi buruk dapat memperparah kondisi, membuat tubuh anak lebih rentan terhadap infeksi berat.

Askariasis adalah penyakit yang 100% dapat dicegah. Kuncinya terletak pada kebersihan diri dan lingkungan.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara disiplin.

Berikut adalah langkah-langkah konkret yang bisa Anda lakukan untuk melindungi keluarga:

1. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Ini adalah langkah paling krusial. Ajari anak-anak untuk selalu mencuci tangan setelah dari toilet, setelah bermain di luar (terutama di tanah), dan sebelum makan.

2. Kebersihan Makanan

Cuci bersih buah dan sayuran dengan air mengalir sebelum dikonsumsi. Masak makanan hingga benar-benar matang.

3. Gunakan Air Bersih

Pastikan air yang diminum dan digunakan untuk memasak berasal dari sumber yang bersih dan aman.

4. Gunakan Jamban Sehat

Hindari buang air besar di tempat terbuka seperti kebun atau sungai, karena ini dapat menyebarkan telur cacing ke tanah.

5. Pakai Alas Kaki

Mencegah kontak langsung kulit dengan tanah yang mungkin terkontaminasi.

6. Minum Obat Cacing Rutin

Ikuti program pemerintah atau konsultasikan dengan dokter untuk pemberian obat cacing (seperti Albendazole) secara berkala, biasanya setiap 6 bulan sekali, terutama untuk anak-anak usia 1-12 tahun.

Tragedi yang menimpa Raya adalah duka kita bersama, sekaligus pengingat yang menyakitkan.

Jangan biarkan penyakit yang dapat dicegah ini merenggut masa depan anak-anak kita.

Tingkatkan kesadaran, terapkan pola hidup bersih, dan jangan pernah meremehkan ancaman cacingan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngantuk tapi Tertawa, Publik Murka Respons Menko Pratikno soal Kasus Balita Cacingan: Nirempati!

Ngantuk tapi Tertawa, Publik Murka Respons Menko Pratikno soal Kasus Balita Cacingan: Nirempati!

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 12:06 WIB

Tragedi Balita Sukabumi Meninggal Akibat Cacing, Menko PMK Langsung Panggil Banyak Menteri Hari Ini

Tragedi Balita Sukabumi Meninggal Akibat Cacing, Menko PMK Langsung Panggil Banyak Menteri Hari Ini

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 10:17 WIB

Balita di Sukabumi Meninggal karena Cacingan, Menko PMK Praktikno Pilih Bungkam: Saya Ngantuk

Balita di Sukabumi Meninggal karena Cacingan, Menko PMK Praktikno Pilih Bungkam: Saya Ngantuk

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:51 WIB

Balita Meninggal Akibat Cacingan Akut, Kemensos Selamatkan Kakaknya

Balita Meninggal Akibat Cacingan Akut, Kemensos Selamatkan Kakaknya

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:27 WIB

Kisah Pilu Balita di Sukabumi Meninggal 'Digerogoti' Cacing, KPAI: Bukti Negara Abaikan Hak Anak!

Kisah Pilu Balita di Sukabumi Meninggal 'Digerogoti' Cacing, KPAI: Bukti Negara Abaikan Hak Anak!

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:22 WIB

Fakta-fakta Raya, Balita yang Meninggal Akibat Komplikasi Cacing dan Rumitnya Birokrasi BPJS

Fakta-fakta Raya, Balita yang Meninggal Akibat Komplikasi Cacing dan Rumitnya Birokrasi BPJS

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:10 WIB

Terkini

Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak

Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak

News | Senin, 14 September 2026 | 15:31 WIB

Pegadaian Dukung Sepak Bola Nasional Generasi Muda lewat Pegadaian Championship 2026/27

Pegadaian Dukung Sepak Bola Nasional Generasi Muda lewat Pegadaian Championship 2026/27

Bola | Senin, 14 September 2026 | 15:29 WIB

Viral Maudy Ayunda Disebut Tone Deaf Gegara Konten Mindfulness, Apa Sih Artinya?

Viral Maudy Ayunda Disebut Tone Deaf Gegara Konten Mindfulness, Apa Sih Artinya?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:28 WIB

Barier Beton Digeser Demi Putaran Liar, Dishub Pasang Pengaman Tambahan di Flyover Pesing

Barier Beton Digeser Demi Putaran Liar, Dishub Pasang Pengaman Tambahan di Flyover Pesing

News | Senin, 14 September 2026 | 15:28 WIB

Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean

Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 15:26 WIB

Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro

Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro

Batam | Senin, 14 September 2026 | 15:25 WIB

Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti

Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti

News | Senin, 14 September 2026 | 15:22 WIB

15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir

15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 15:21 WIB

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 15:20 WIB

Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?

Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:20 WIB

×