Balita Meninggal Akibat Cacingan Akut, Kemensos Selamatkan Kakaknya

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:27 WIB
Balita Meninggal Akibat Cacingan Akut, Kemensos Selamatkan Kakaknya
Wamensos Agus Jabo Priyono. (Biro Humas Kemensos)

Suara.com - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memastikan Kementerian Sosial (Kemensos) turun tangan penuh menangani keluarga Raya (4), balita asal Sukabumi yang meninggal dunia akibat infeksi cacingan akut. 

Fokus utama saat ini ialah penyelamatan kakaknya yang masih berusia 7 tahun agar tidak mengalami nasib serupa.

"Adik yang meninggal itu punya kakak, 7 tahun. Ini sedang kami asesmen apakah keluarganya yang ada di sana boleh kalau kemudian dipindahkan ke sentranya Kemensos, karena orang tuanya keduanya sakit," kata Agus ditemui di Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Agus menjelaskan, kondisi keluarga Raya memang sangat rentan. Sang kakak kini tinggal bersama tantenya, sementara kedua orang tuanya tidak bisa memberikan pengasuhan memadai karena masalah kesehatan serius.

"Kemensos sudah datang, sudah ikut mengintervensi. Orang tuanya yang perempuan ODGJ, orang tuanya yang laki itu sakit paru-paru, sekarang berada di Bandung, sedang proses pengobatan. Keluarganya itu sedang kami urus," tuturnya.

Menurutnya, opsi pemindahan ke sentra Kemensos dilakukan demi memastikan kebutuhan dasar sang kakak terpenuhi dengan aman. 

"Dia tinggal sama tantenya sendirian. Terus kemudian kalau keluarganya mengizinkan ya kita akan bawa ke sentra, ke sentranya Kemensos," katanya.

Tak hanya itu, Agus menambahkan pihaknya juga menyiapkan rehabilitasi untuk kedua orang tua Raya. 

Jika kondisi kesehatan ayahnya sudah membaik dan ibunya selesai menjalani terapi kejiwaan, keduanya juga akan direhabilitasi di sentra Kemensos Sukabumi.

Sebelumnya, kabar soal Raya meninggal dunia dengan kondisi tubuh digerogoti cacing itu viral di media sosial. Hasil pemeriksaan disebutkan kalau balita 4 tahun itu mengalami infeksi cacing hingga menyebar akut ke seluruh tubuhnya dan menyebabkan meninggal dunia. 

Terlebih, keluarga Raya juga mengalami hambatan pembiayaan rumah sakit dan tak bisa mengakses jaminan kesehatan nasional lantaran balita itu belum didaftarkan nomor induk kependudukan.

Kejadian itu mencuri perhatian publik, sampai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyebut kejadian itu sebagai tamparan bagi pelayanan dasar di desa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Balita Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan, Menteri PPPA Sentil Desa hingga Pemda

Tragedi Balita Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan, Menteri PPPA Sentil Desa hingga Pemda

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:59 WIB

Kisah Pilu Balita di Sukabumi Meninggal 'Digerogoti' Cacing, KPAI: Bukti Negara Abaikan Hak Anak!

Kisah Pilu Balita di Sukabumi Meninggal 'Digerogoti' Cacing, KPAI: Bukti Negara Abaikan Hak Anak!

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:22 WIB

Rumah Bocah Meninggal Penuh Cacing Disorot, Hidup Tanpa MCK, Mandi dan Buang Air di Empang

Rumah Bocah Meninggal Penuh Cacing Disorot, Hidup Tanpa MCK, Mandi dan Buang Air di Empang

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 07:22 WIB

Terkini

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:37 WIB

Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat

Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:35 WIB

Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana

Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:30 WIB

Plastik Makanan Minuman Dominasi Sampah Laut di 112 Negara, Apa Solusinya?

Plastik Makanan Minuman Dominasi Sampah Laut di 112 Negara, Apa Solusinya?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:30 WIB

Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge

Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:26 WIB

'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia

'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:23 WIB

Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah

Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:12 WIB

Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar

Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:06 WIB

Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025

Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:05 WIB