Peran Sentral Psikolog Klinis di Tengah Meningkatnya Tantangan Kesehatan Mental di Indonesia

Dinda Rachmawati

Sabtu, 22 November 2025 | 07:12 WIB
Peran Sentral Psikolog Klinis di Tengah Meningkatnya Tantangan Kesehatan Mental di Indonesia
Peran Sentral Psikolog Klinis di Tengah Meningkatnya Tantangan Kesehatan Mental di Indonesia (instagram)
baca 10 detik
  • Psikolog klinis menjadi kunci dalam menangani masalah kesehatan mental di layanan primer, termasuk di puskesmas yang kini wajib memiliki tenaga ini.
  • Kebutuhan psikolog klinis masih jauh dari cukup, sehingga IPK Indonesia mendorong pemerataan, peningkatan kompetensi, dan akses layanan yang lebih mudah bagi masyarakat.
  • Kongres V IPK Indonesia membahas pemilihan kepengurusan baru serta arah kebijakan profesi untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa nasional.

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, kesehatan mental bukan lagi isu pinggiran, ia telah menjadi bagian sentral dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. 

Stres yang menumpuk, kecemasan yang meningkat, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga gangguan mental berat seperti skizofrenia kini semakin sering ditemukan, bahkan di tingkat komunitas. 

Di tengah kompleksitas ini, peran Psikolog Klinis menjadi semakin penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan yang tepat, cepat, dan profesional.

Psikolog Klinis adalah tenaga kesehatan yang telah menempuh pendidikan profesi psikologi klinis, dikukuhkan sebagai psikolog klinis oleh organisasi profesi, dan memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan psikologi klinis kepada masyarakat, mulai dari asesmen, diagnosis, intervensi, hingga evaluasi. 

Menurut Undang-Undang Kesehatan dan Permenkes, seorang psikolog klinis wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kesehatan Indonesia serta Surat Izin Praktik Psikolog Klinis (SIPPK) yang dikeluarkan pemerintah daerah. Legalitas ini penting agar masyarakat tidak keliru mendapatkan layanan dari pihak yang tidak kompeten.

Dalam praktiknya, psikolog klinis menangani beragam permasalahan: kecemasan berlebih, depresi, trauma, pikiran menyakiti diri sendiri, kecanduan, gangguan tidur, masalah citra tubuh, ADHD, autisme, kesulitan belajar, gangguan makan, hingga gangguan perilaku yang menghambat perkembangan diri. 

Peran Psikolog Klinis di Puskesmas

Di fasilitas pelayanan kesehatan pertama seperti puskesmas, psikolog klinis bahkan menjadi garda terdepan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta, Annelia Sarisani, S.Psi, Psikolog, menjelaskan bahwa gambaran publik yang menganggap puskesmas hanya menangani kasus-kasus ringan adalah keliru. 

baca juga

“Rata-rata kasusnya tidak ece-ece. Justru gangguan kecemasan, depresi, sampai skizofrenia sudah banyak sekali ditangani di puskesmas. Ada 30 diagnosis yang memang wajib bisa ditangani di puskesmas oleh psikolog klinis,” ujarnya.

Selain itu, psikolog klinis di puskesmas juga menjadi first responder dalam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hampir di semua puskesmas, kelompok penanganan kasus kekerasan dipimpin oleh psikolog klinis. 

Artinya, psikolog klinis tidak hanya bekerja pada tataran kuratif, tetapi juga menjalankan fungsi preventif, promotif, hingga rehabilitatif. 

Namun, menurut Sekretaris Jenderal IPK Indonesia, Wahyu Nhira Utami, M.Psi tantangannya besar. Bagaimana tidak, Indonesia memiliki lebih dari 10.000 puskesmas, sementara jumlah psikolog klinis baru sekitar empat ribu orang. 

“Artinya PR-nya besar sekali. Bagaimana caranya produksi psikolog klinis bisa lebih banyak? Karena masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas layanan lainnya,” kata dia.

Kondisi ini menjadi semakin mendesak setelah diterbitkannya Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 yang menetapkan psikolog klinis sebagai tenaga kesehatan esensial yang wajib tersedia di puskesmas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala 'Meledak' Gara-gara Stres? Ini 10 'Obat' Simpel yang Bisa Bikin Tenang Lagi

Kepala 'Meledak' Gara-gara Stres? Ini 10 'Obat' Simpel yang Bisa Bikin Tenang Lagi

Your Say | Rabu, 19 November 2025 | 11:52 WIB

Stop Paksa Bahagia! Inilah Bahaya Tersembunyi dari 'Toxic Positivity' yang Wajib Kamu Tahu

Stop Paksa Bahagia! Inilah Bahaya Tersembunyi dari 'Toxic Positivity' yang Wajib Kamu Tahu

Your Say | Selasa, 18 November 2025 | 11:09 WIB

Klinik Safe Space, Dukungan Baru untuk Kesehatan Fisik dan Mental Perempuan Pekerja

Klinik Safe Space, Dukungan Baru untuk Kesehatan Fisik dan Mental Perempuan Pekerja

Health | Selasa, 18 November 2025 | 01:28 WIB

Terkini

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:13 WIB

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

Video | Minggu, 01 November 2026 | 15:08 WIB

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 15:04 WIB

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:03 WIB

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

×