Temuan Baru tentang Polifenol Spearmint: Pendukung Alami Memori, Konsentrasi, hingga Kinerja Mental

Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 07:29 WIB
Temuan Baru tentang Polifenol Spearmint: Pendukung Alami Memori, Konsentrasi, hingga Kinerja Mental
Ilustrasi otak.[Pixabay]
  • Neumentix adalah inovasi alami dari spearmint khusus kaya polifenol untuk mendukung fungsi kognitif.
  • Studi klinis menunjukkan peningkatan kelincahan reaktif dalam tujuh hari pada dewasa muda setelah konsumsi.
  • Pada dewasa lanjut, Neumentix meningkatkan memori kerja hingga 15% tanpa mengganggu kualitas tidur.

Suara.com - Di tengah kehidupan modern yang menuntut kecepatan berpikir, fokus tinggi, dan produktivitas tanpa henti, kesehatan otak menjadi aspek yang semakin diperhatikan banyak orang. 

Kemampuan untuk tetap fokus, mengambil keputusan cepat, mengingat informasi penting, hingga menjaga ketenangan mental kini bukan sekadar kebutuhan, melainkan fondasi untuk bertahan di era serba cepat. 

Di sinilah Neumentix hadir sebagai inovasi berbahan alami yang ditujukan untuk mendukung performa kognitif secara menyeluruh.

Menurut Prof. Dr. Rimbawan, Nutrition Advisory Board (NAB) of Herbalife Indonesia, Neumentix berasal dari varietas tanaman spearmint khusus yang kaya akan polifenol, terutama asam rosmarinat dan asam salvianolat. Kedua senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. 

“Varietas spearmint ini kaya akan polifenol seperti asam rosmarinat dan asam salvianolat yang diduga menjadi alasan Neumentix dapat mendukung kesehatan kognitif yang baik. Polifenol berperan sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dan menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel,” ujarnya.

Penjelasan tersebut sejalan dengan hasil studi praklinis yang menunjukkan bahwa asam rosmarinat bukan hanya mengurangi stres oksidatif yang berpotensi merusak sel, tetapi juga membantu pertumbuhan neuron baru sekaligus melindungi sel saraf yang sudah ada. Hal ini memungkinkan otak bekerja dengan lebih efisien. 

“Senyawa ini juga diduga membantu sel saraf mengirimkan sinyal lebih cepat sehingga otak dapat berfungsi lebih efisien. Polifenol Neumentix telah diuji secara klinis untuk mendukung fungsi psikologis pada orang dewasa dan kognisi, komponen penting dari kesehatan otak yang optimal,” tambah Prof. Rimbawan.

Neumentix dirancang untuk meningkatkan performa kognitif tanpa mengganggu kualitas tidur, suatu hal yang menjadi nilai tambah mengingat banyak produk peningkat fokus justru memicu overstimulasi. 

Dalam penelitian klinis, efek Neumentix diamati pada dua kelompok usia, dewasa muda dan dewasa lanjut dengan konsumsi harian 900 mg (dua kapsul) selama 90 hari.

Pada kelompok usia dewasa muda, Neumentix menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kelincahan reaktif hanya dalam tujuh hari penggunaan.

Waktu reaksi dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dibandingkan kelompok plasebo, sebuah kemampuan yang berperan besar dalam aktivitas sehari-hari seperti merespons situasi mendadak, mengerjakan tugas multitasking, hingga kebutuhan konsentrasi intensif. 

Pada hari ke-30 dan seterusnya, manfaat tersebut semakin terasa melalui peningkatan kemampuan mempertahankan perhatian dalam jangka waktu panjang. 

Peserta yang mengonsumsi Neumenti bahkan mencatat peningkatan perhatian berkelanjutan hingga 11% setelah 90 hari, sementara kelompok plasebo hanya meningkat 1%.

Sementara itu, pada kelompok usia 50–70 tahun yang mengalami gejala penurunan memori terkait usia, Neumentix kembali menunjukkan manfaat yang menjanjikan. 

Penelitian menunjukkan peningkatan memori kerja hingga 15%, sebuah kemampuan yang sangat penting dalam aktivitas harian seperti mengingat letak barang, mengelola banyak informasi sekaligus, atau merencanakan langkah-langkah tugas tertentu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menopause dan Risiko Demensia: Perubahan Hormon yang Tak Bisa Diabaikan

Menopause dan Risiko Demensia: Perubahan Hormon yang Tak Bisa Diabaikan

Health | Senin, 15 Desember 2025 | 22:42 WIB

5 Tanda Otakmu Lelah karena Terlalu Banyak Melakukan Multitasking

5 Tanda Otakmu Lelah karena Terlalu Banyak Melakukan Multitasking

Your Say | Jum'at, 12 Desember 2025 | 12:11 WIB

Otak Sering Buyar? Kuasai 6 Jurus Tingkatkan Produktivitas Ini

Otak Sering Buyar? Kuasai 6 Jurus Tingkatkan Produktivitas Ini

Your Say | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:11 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB