Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia

Bella | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 15:34 WIB
Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan alasan relawan Kementerian Kesehatan masuk ke Medan dan Aceh melalui Malaysia di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)
  • Menteri Kesehatan menjelaskan relawan Kemenkes masuk Medan/Aceh lewat Malaysia sebagai strategi logistik karena tiket domestik mahal.
  • Langkah ini diambil karena penerbangan langsung Jakarta ke lokasi terdampak penuh dan biaya tiket domestik melonjak tinggi.
  • Kemenkes telah mengirim sekitar 4.000 tenaga kesehatan secara bertahap sejak pertengahan Desember untuk layanan di posko pengungsian.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan alasan relawan Kementerian Kesehatan masuk ke Medan dan Aceh melalui Malaysia. Langkah itu diambil bukan karena melibatkan relawan asing, melainkan sebagai strategi logistik untuk menyiasati mahal dan terbatasnya tiket pesawat domestik.

Penjelasan itu disampaikan Budi saat konferensi pers di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, merespons viralnya relawan berbaju biru yang disebut-sebut datang dari Malaysia.

“Sempat viral karena dibilang pakai baju biru, datangnya dari Malaysia. ‘Wah ini relawan Malaysia datang’. Bukan,” kata Budi di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, relawan tersebut merupakan tenaga kesehatan Kemenkes yang dikirim melalui rute internasional karena penerbangan langsung Jakarta–Medan penuh dan harga tiket melonjak.

“Itu relawan Kemenkes dikirim lewat Malaysia. Karena pesawat Jakarta–Medan penuh, harganya jadi mahal. Akhirnya kita belokkan dulu relawan kita berangkatnya ke Kuala Lumpur, masuk ke Medan atau masuk ke Aceh, karena opsinya bisa lebih murah,” ujar Budi.

Budi menyebut hingga saat ini Kemenkes telah mengirim sekitar 4.000 relawan kesehatan ke wilayah terdampak bencana. Pengiriman dilakukan secara bergelombang dan bergilir setiap dua hingga tiga minggu.

“Kita putar setiap 2–3 minggu, berotasi. Jadi setiap saat ada sekitar 700 sampai 900 relawan kesehatan,” katanya.

Relawan tersebut ditugaskan untuk memberikan layanan kesehatan, terutama di posko-posko pengungsian. Menurut Budi, keterbatasan tenaga kesehatan di daerah terdampak membuat kehadiran relawan menjadi krusial.

“Prioritasnya menjangkau daerah pengungsian atau desa-desa yang terisolasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meski di beberapa wilayah terdapat puskesmas, akses menuju lokasi sering terputus akibat banjir. Kondisi tersebut memaksa relawan menempuh jalur yang tidak biasa.

“Puskesmas mungkin ada, tapi karena banjir jalannya enggak bisa. Mesti pakai sling, pakai rakit, segala macam. Dan itu kita kirim relawan-relawan,” kata Budi.

Relawan Kemenkes disebar ke berbagai kabupaten dan kota sesuai kebutuhan di lapangan. Budi menyebut pengiriman dilakukan sejak pertengahan Desember.

“Batch pertama sekitar 400-an relawan kita kirim pada minggu ketiga dan minggu keempat Desember,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Padang Pulih: Menanti Matahari dan Kembali Bangkitnya Ranah Minang

Padang Pulih: Menanti Matahari dan Kembali Bangkitnya Ranah Minang

Your Say | Minggu, 04 Januari 2026 | 19:10 WIB

Kalah dari Chen/Toh untuk Kali Ketujuh, Jafar Hidayatullah Akui Permainan Jelek dan Tidak Yakin

Kalah dari Chen/Toh untuk Kali Ketujuh, Jafar Hidayatullah Akui Permainan Jelek dan Tidak Yakin

Sport | Rabu, 07 Januari 2026 | 11:53 WIB

Jadwal Malaysia Open 2026: Jonatan Christie hingga Putri KW, 8 Wakil Indonesia Berjuang Hari Ini

Jadwal Malaysia Open 2026: Jonatan Christie hingga Putri KW, 8 Wakil Indonesia Berjuang Hari Ini

Sport | Rabu, 07 Januari 2026 | 11:36 WIB

Malaysia Open 2026 Day 2: Jadwal Laga 8 Wakil Indonesia, MD Perang Saudara

Malaysia Open 2026 Day 2: Jadwal Laga 8 Wakil Indonesia, MD Perang Saudara

Your Say | Rabu, 07 Januari 2026 | 11:08 WIB

Percepat Pemulihan Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Khusus Dipimpin Tito Karnavian

Percepat Pemulihan Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Khusus Dipimpin Tito Karnavian

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 07:08 WIB

Malaysia Open 2026: Alwi Farhan Bidik Start Bagus Awal Tahun

Malaysia Open 2026: Alwi Farhan Bidik Start Bagus Awal Tahun

Sport | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:41 WIB

Tembus 6 Besar Dunia dalam 6 Bulan, Fajar/Fikri Bidik Tahta Tertinggi di Malaysia Open 2026

Tembus 6 Besar Dunia dalam 6 Bulan, Fajar/Fikri Bidik Tahta Tertinggi di Malaysia Open 2026

Sport | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:45 WIB

Jembatan Krueng Meureundu Tersambung, Konektivitas Timur Aceh Mulai Pulih

Jembatan Krueng Meureundu Tersambung, Konektivitas Timur Aceh Mulai Pulih

Your Say | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:55 WIB

An Se-young Susah Payah Raih Kemenangan Perdana di Malaysia Open 2026, Dipaksa Main 1 Jam 15 Menit

An Se-young Susah Payah Raih Kemenangan Perdana di Malaysia Open 2026, Dipaksa Main 1 Jam 15 Menit

Sport | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:17 WIB

Malaysia Open 2026: Skuad Indonesia, Indra/Joaquin Debut di Level Super 1000

Malaysia Open 2026: Skuad Indonesia, Indra/Joaquin Debut di Level Super 1000

Your Say | Selasa, 06 Januari 2026 | 10:55 WIB

Terkini

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:40 WIB

Pemerintah Godok Skema untuk Atasi Kenaikan Harga Komoditas Global, Termasuk Plastik

Pemerintah Godok Skema untuk Atasi Kenaikan Harga Komoditas Global, Termasuk Plastik

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:24 WIB

AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:10 WIB

Gedung Putih: Proposal Iran Awalnya Dibuang ke Tempat Sampah oleh AS

Gedung Putih: Proposal Iran Awalnya Dibuang ke Tempat Sampah oleh AS

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:02 WIB

Emisi Karbon Terus Naik, Bisakah CO2 Diubah Jadi Produk Berguna?

Emisi Karbon Terus Naik, Bisakah CO2 Diubah Jadi Produk Berguna?

News | Kamis, 09 April 2026 | 11:55 WIB

Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata

Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 09 April 2026 | 11:25 WIB

Sidak BGN di Cimahi: Ada Dapur MBG yang Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

Sidak BGN di Cimahi: Ada Dapur MBG yang Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

News | Kamis, 09 April 2026 | 11:08 WIB

Misi Artemis II Hadapi Ujian Mematikan: Detik-Detik Menembus 'Neraka' Atmosfer Bumi

Misi Artemis II Hadapi Ujian Mematikan: Detik-Detik Menembus 'Neraka' Atmosfer Bumi

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:56 WIB

CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua

CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:55 WIB

Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut

Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:52 WIB