Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren

Vania Rossa | Suara.com

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:29 WIB
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
Ilustrasi Makanan Sehat Seimbang. (dok. ist)
  • Food genomics menyesuaikan pola makan personal berdasarkan analisis kode genetik individu, mengatasi keterbatasan diet konvensional.
  • Pemeriksaan dilakukan dari sampel DNA untuk rekomendasi nutrisi, vitamin, dan potensi alergi dalam satu hingga dua minggu.
  • Nutrigenomik adalah pendukung, bukan pengganti, fondasi dasar pola makan sehat teratur dan seimbang untuk kesehatan masyarakat.

Suara.com - Gaya hidup sehat kini tak lagi bersifat seragam. Kesadaran bahwa setiap tubuh memiliki kebutuhan berbeda mendorong munculnya pendekatan yang lebih personal, salah satunya melalui food genomics atau nutrigenomik. Metode ini menyesuaikan pola makan berdasarkan profil DNA individu, dan dinilai mampu menjawab keterbatasan diet konvensional yang kerap memberikan hasil berbeda pada tiap orang.

Food genomics merupakan terapi nutrisi berbasis genetika, di mana rekomendasi asupan disusun berdasarkan kode genetik masing-masing individu. Variasi genetik tersebut memengaruhi cara tubuh merespons makanan, mulai dari proses metabolisme, penyerapan nutrisi, hingga potensi alergi atau intoleransi terhadap jenis makanan tertentu.

“Tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang. Perbedaan kode genetik mempengaruhi cara tubuh merespons nutrisi, sehingga pendekatan ini bersifat sangat personal,” ujar dr. Davie Muhamad, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat.

Secara global, riset nutrigenomik terus berkembang seiring meningkatnya fokus pada pencegahan penyakit dan penerapan gaya hidup sehat yang lebih presisi. Di Indonesia sendiri, pemeriksaan food genomics masih tergolong terbatas, meski kajian ilmiah terkait hubungan gen dan nutrisi telah cukup banyak dilakukan.

Pemeriksaan food genomics dilakukan melalui pengambilan sampel darah atau air liur. Proses analisis biasanya memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Hasil tes kemudian diinterpretasikan oleh dokter spesialis gizi klinik untuk menyusun rekomendasi nutrisi personal, mulai dari pengaturan makronutrien, kebutuhan vitamin tertentu seperti vitamin D, asupan lemak esensial omega-3, hingga rekomendasi aktivitas fisik atau olahraga yang sesuai.

“Secara teori, hasil nutrigenomik tidak berubah karena genetik seseorang bersifat tetap. Tetapi pada penerapannya tetap perlu mempertimbangkan faktor epigenetik dan lingkungan, seperti pola hidup, stres, dan aktivitas fisik. Karena itulah diet yang berhasil pada satu orang belum tentu efektif pada orang lain,” tambah dr. Davie.

Selain menyusun pola makan yang lebih tepat sasaran, panel nutrigenomik juga dapat memberikan gambaran mengenai potensi alergi atau intoleransi makanan. Informasi ini dinilai membantu individu menghindari asupan yang berisiko memicu gangguan kesehatan di kemudian hari.

Meski demikian, dr. Davie menegaskan bahwa food genomics bukanlah pengganti prinsip dasar hidup sehat. Langkah sederhana seperti menjaga pola makan teratur, tidak melewatkan waktu makan, serta memastikan asupan gizi seimbang tetap menjadi fondasi utama kesehatan.

Ke depan, food genomics diproyeksikan berkembang sebagai salah satu modalitas penunjang gaya hidup sehat yang lebih presisi. Integrasinya dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), big data, serta perangkat wearable dinilai berpotensi memperkuat personalisasi rekomendasi kesehatan.

“Harapannya, food genomics dapat menjadi alat pendukung dalam menentukan pola makan yang lebih personal, sehingga berkontribusi pada perbaikan tren kesehatan masyarakat Indonesia dalam sepuluh tahun ke depan,” tutup dr. Davie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Kulit Lebih Sehat dan Bebas Jerawat? Ini Makanan yang Perlu Dihindari

Mau Kulit Lebih Sehat dan Bebas Jerawat? Ini Makanan yang Perlu Dihindari

Lifestyle | Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:37 WIB

Apa Bedanya Vegan dan Vegetarian? Ini Penjelasannya, Jangan Sampai Keliru!

Apa Bedanya Vegan dan Vegetarian? Ini Penjelasannya, Jangan Sampai Keliru!

Lifestyle | Selasa, 30 Desember 2025 | 10:30 WIB

Terlihat Sepele, Efek Menahan Lapar Bisa Serius bagi Tubuh

Terlihat Sepele, Efek Menahan Lapar Bisa Serius bagi Tubuh

Your Say | Jum'at, 26 Desember 2025 | 15:13 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB