Meski demikian, prosedur ini tidak dapat diaplikasikan kepada semua orang. Pasien dengan kondisi medis tertentu, seperti gangguan pernapasan kronis atau ibu hamil, biasanya disarankan untuk menghindari penggunaan gas ini.
Konsultasi mendalam dengan tim medis sangat diperlukan untuk memastikan profil keamanan sebelum tindakan dimulai.
Apa yang Dirasakan Selama Prosedur?
Selama proses sedasi berlangsun, umumnya akan merasa sangat rileks. Gejala fisik yang normal terjadi meliputi sensasi kesemutan ringan pada lengan atau tungkai, serta perasaan hangat di seluruh tubuh.
Keuntungan terbesar bagi pasien dewasa adalah kemampuan untuk tetap mandiri pasca-perawatan.
Penyalahgunaan gas tawa, sering kali melalui balon atau kaleng "whip pink", dapat menyebabkan konsekuensi medis yang serius dan bahkan fatal. Beberapa diantaranya:
- Kerusakan Saraf Permanen: Inhalasi NO dapat mengganggu penyerapan Vitamin B12, yang penting untuk fungsi saraf. Kekurangan vitamin B12 yang parah dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen (neuropati perifer).
- Kerusakan Otak dan Organ: Gas tawa menggantikan oksigen di paru-paru dan darah, menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen) pada otak dan organ vital lainnya, yang bisa berakibat fatal.
- Risiko Kematian: Kasus kematian mendadak telah dikaitkan dengan penyalahgunaan zat ini, memicu kekhawatiran publik dan respons dari pihak berwenang
Kontributor : Rizqi Amalia