Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional

Husna Rahmayunita | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:02 WIB
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
Peresmian Eka Hospital MT Haryono di Jakarta. [Suara.com/Dini Afrianti]
  • Eka Hospital MT Haryono resmi dibuka dengan layanan bedah robotik internasional.

  • Teknologi Da Vinci Xi memungkinkan operasi presisi tinggi dengan pemulihan cepat.

  • Masyarakat Indonesia tidak perlu berobat ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan medis terbaik.

Suara.com - Eka Hospital MT Haryono yang mengedepankan pelayanan kesehatan berkualitas internasional resmi dibuka di Jakarta pada Jumat (23/1/2026). Peresmian ini sekaligus menandai komitmen Eka Hospital Group untuk mengembangkan layanan robotik medis di Indonesia.

CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati, mengatakan layanan kesehatan seperti robot bedah Da Vinci Xi juga menjadi salah satu cara agar masyarakat Indonesia tidak perlu berobat ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan medis terbaik.

Da Vinci Xi adalah teknologi bedah robotik yang menangani bedah urologi, bedah digestif (pencernaan), ginekologi (kebidanan), dan berbagai bedah kompleks lainnya. Teknologi ini membuat dokter bisa melihat organ dalam bentuk tiga dimensi, serta kontrol gerakan pisau bedah yang stabil sehingga minim komplikasi setelah operasi.

Keberadaan robotik ini tidak menggantikan dokter, hanya saja menjadi ‘kepanjangan tangan’ dokter sehingga kesalahan gerakan tangan karena kelelahan bisa dikurangi. Hasilnya, pasien setelah operasi bisa pulih lebih cepat dan waktu menginap di rumah sakit lebih singkat.

Bukan cuma peralatan dan teknologi medis terkini, menurut drg. Rina, Indonesia memiliki banyak dokter terbaik yang potensinya harus ditunjang dengan fasilitas kedokteran yang mumpuni sehingga tetap bisa berkarier di Tanah Air.

CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati. [Suara.com/Dini Afrianti]
CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati. [Suara.com/Dini Afrianti]

“Padahal Indonesia memiliki guru besar, profesor, dokter spesialis, dan subspesialis yang sangat kompeten. Kami mengundang putra-putri terbaik bangsa untuk berpraktik dan melengkapi mereka dengan teknologi kedokteran yang modern agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” ujar drg. Rina saat konferensi pers.

Cara ini, kata drg. Rina, sekaligus menepis anggapan mutu dokter di Indonesia lebih rendah dibanding dokter asing. Apalagi tidak banyak yang tahu dari sisi bidang ortopedi, bedah tulang belakang (spine) hingga panggul dan lutut (hip and knee), dokter Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di Asia.

Bahkan beberapa dokter asing dari India juga secara khusus datang ke Indonesia, khususnya ke Eka Hospital, melalui Gatam Institute untuk mempelajari berbagai teknik bedah ortopedi tersebut.

“Bahkan ada juga dokter dari luar negeri yang memang sengaja belajar ke Indonesia, kira-kira tiga sampai empat bulan. Mereka observasi, mereka lihat, belajar di tempat kita. Ada beberapa dokter luar negeri, salah satunya memang dari India,” ungkapnya.

Bedah ortopedi ini juga sudah dilengkapi dua teknologi robotik, yaitu untuk tulang belakang pada 2021 dan operasi penggantian sendi lutut pada 2024.

Menariknya, drg. Rina memastikan agar semakin banyak dokter Indonesia yang mampu menguasai teknologi robotik, pihaknya juga memfasilitasi dokter yang ingin belajar hingga mengikuti pelatihan sehingga menambah talenta terbaik di bidang kedokteran.

“Ada beberapa dokter yang sedang kami kirim untuk bersekolah, dan beberapa lainnya seperti para profesor dan subspesialis yang lain, kami juga sering mengadakan telekonferensi atau pembelajaran yang dapat mereka ikuti atau diskusi kasus bersama para pakar di luar, itu dari berbagai institusi yang ternama di seluruh dunia,” terang drg. Rina.

Terkait kurangnya komunikasi dokter yang tidak jarang membuat masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri, drg. Rina menekankan pentingnya layanan interdisipliner melalui pertemuan klinis lintas spesialis, terutama untuk menangani kasus-kasus kompleks.

“Kami membangun Eka Interdisciplinary Services, di mana para dokter dari berbagai disiplin ilmu berdiskusi bersama untuk menentukan penanganan terbaik bagi pasien. Ini membuat pasien merasa lebih didengar dan ditangani secara menyeluruh,” ujarnya.

Aspek kenyamanan yang tidak kalah penting bagi pasien menjadi alasan Eka Hospital MT Haryono memberikan pelayanan ‘homey’, yaitu nyaman dan hangat, bahkan sejak di pintu masuk sekalipun.

“Kami ingin pasien merasa senyaman mungkin karena rumah sakit saat ini bukan hanya tempat mengobati penyakit, tetapi juga untuk screening dan pencegahan,” timpal Direktur Eka Hospital MT Haryono, dr. Sherly NovanIndra, MARS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?

28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 21:51 WIB

Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:12 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB