28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?

Bella, Lilis Varwati

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:51 WIB
28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?
Ilustrasi 28 Juta Warga Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa. (Suara.com/Syahda)
baca 10 detik
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin mengestimasi 28 juta warga Indonesia berpotensi alami masalah kesehatan jiwa berdasarkan rasio WHO.
  • Estimasi 28 juta jiwa tersebut kontras dengan data skrining nasional yang menunjukkan prevalensi terdeteksi sangat rendah.
  • Kemenkes kini mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa ke Puskesmas untuk penanganan awal depresi dan kecemasan.

Suara.com - Pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (19/1/2026), membuka tabir serius kondisi kesehatan mental masyarakat Indonesia.

Ia mengungkap estimasi yang selama ini luput dari sorotan publik, yakni sekitar 28 juta warga Indonesia berpotensi mengalami masalah kesehatan jiwa.

“Ini yang the top of the iceberg. Karena WHO bilang, masalah kejiwaan itu satu dari delapan sampai satu dari sepuluh penduduk. Jadi kalau Indonesia 280 juta, ya minimal 28 juta punya masalah kejiwaan,” ujar Budi dalam rapat tersebut.

Apa yang Dimaksud Angka 28 Juta?

Budi menegaskan bahwa angka 28 juta bukan berasal dari data rumah sakit atau catatan layanan kesehatan. Angka itu merupakan estimasi berbasis rasio prevalensi yang digunakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni satu dari delapan hingga satu dari sepuluh orang berpotensi mengalami masalah kesehatan mental sepanjang hidupnya.

Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, maka angka minimalnya mencapai 28 juta orang.

Namun, data skrining nasional yang dimiliki pemerintah menunjukkan angka yang jauh lebih rendah.

Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 70 juta warga, gangguan kesehatan mental yang terdeteksi kurang dari 1 persen pada orang dewasa, serta sekitar 5 persen pada anak-anak dan remaja.

Perbedaan besar antara estimasi WHO dan hasil skrining inilah yang oleh Menkes disebut sebagai fenomena “gunung es”.

“Dari yang kita skrining, masih rendah sekali. Tapi dengan skrining ini kita sudah tahu petanya,” kata Budi.

baca juga
Infografis pernyataan Menteri Kesehatan Gunadi Sadikin 28 Juta warga mengalami gangguan kesehatan jiwa. (Suara.com/Syahda)
Infografis pernyataan Menteri Kesehatan Gunadi Sadikin 28 Juta warga mengalami gangguan kesehatan jiwa. (Suara.com/Syahda)

Faktor Pemicu Masalah Kesehatan Mental

Kementerian Kesehatan menyebut gangguan kesehatan mental tidak muncul secara tunggal. Hingga kini, penyebab pastinya belum dapat dipastikan, namun berkaitan erat dengan faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.

Dalam konteks kekinian, penggunaan teknologi digital juga menjadi sorotan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono sebelumnya menyampaikan adanya peningkatan tajam masalah kesehatan mental di kalangan anak-anak dan remaja, yang dikaitkan dengan ketergantungan pada perangkat digital.

Dante mengungkapkan bahwa sekitar 2 persen warga berusia di atas 15 tahun yang mengalami depresi memiliki kecenderungan melakukan upaya bunuh diri. Selain itu, empat dari 1.000 keluarga di Indonesia memiliki anggota dengan gangguan kesehatan mental.

Menurutnya, paparan teknologi digital secara dini dan berkepanjangan berkontribusi terhadap perubahan perilaku dan memburuknya kondisi kesehatan mental, terutama di kelompok usia muda. Kondisi ini membutuhkan pendekatan kesehatan masyarakat yang komprehensif, bukan sekadar penanganan individual.

Sejauh Mana Sistem Kesehatan Indonesia Siap?

Secara angka, gangguan kesehatan mental yang terdeteksi saat ini memang relatif kecil. Namun, Menkes Budi menegaskan bahwa angka tersebut belum mencerminkan beban masalah yang sebenarnya, karena deteksi belum menjangkau seluruh populasi.

Sebagai langkah perbaikan, Kementerian Kesehatan kini membawa layanan kesehatan mental ke Puskesmas di seluruh Indonesia.

“(Kesehatan) jiwa itu enggak pernah ada di Puskesmas tata laksananya. Sekarang kita sudah bikin tata laksananya, yang butuh obat maupun konseling,” ujar Budi.

Dengan kebijakan ini, masyarakat yang mengalami gejala awal gangguan mental—seperti depresi ringan, kecemasan berlebih, atau gangguan tidur—tidak lagi harus menunggu kondisi memburuk atau pergi ke rumah sakit besar. Penanganan awal kini bisa diakses langsung di fasilitas kesehatan terdekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases

Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases

News | Senin, 19 Januari 2026 | 19:47 WIB

Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas

Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas

News | Senin, 19 Januari 2026 | 19:44 WIB

7 Kebiasaan Kecil yang Bikin Hidup Lebih Rapi dan Minim Stres

7 Kebiasaan Kecil yang Bikin Hidup Lebih Rapi dan Minim Stres

Your Say | Senin, 19 Januari 2026 | 15:47 WIB

Bahaya Doomscrolling: Mengapa Terlalu Banyak Baca Berita Bisa Merusak Mental?

Bahaya Doomscrolling: Mengapa Terlalu Banyak Baca Berita Bisa Merusak Mental?

Your Say | Senin, 19 Januari 2026 | 15:08 WIB

Bukan Dipendam, Begini Cara Memproses Emosi Negatif Agar Pikiran Kembali Tenang

Bukan Dipendam, Begini Cara Memproses Emosi Negatif Agar Pikiran Kembali Tenang

Your Say | Minggu, 18 Januari 2026 | 13:05 WIB

Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol

Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol

Health | Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:18 WIB

Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil

Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil

Health | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:08 WIB

Mengenal Paradox of Choice: Mengapa Terlalu Banyak Pilihan Malah Bikin Stres?

Mengenal Paradox of Choice: Mengapa Terlalu Banyak Pilihan Malah Bikin Stres?

Your Say | Rabu, 14 Januari 2026 | 14:41 WIB

Di Balik Senyum Media Sosial: Mengapa Hidup Terasa Berat Meski Tampak Baik-Baik Saja?

Di Balik Senyum Media Sosial: Mengapa Hidup Terasa Berat Meski Tampak Baik-Baik Saja?

Your Say | Rabu, 14 Januari 2026 | 13:36 WIB

Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal

Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 14:03 WIB

Terkini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×