Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

Vania Rossa, Lilis Varwati

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:12 WIB
Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir
Foto udara sampah yang menumpuk di kawasan Muara Baru, Jakarta, Jumat (16/1/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • Lautan sampah di Muara Baru berpotensi memicu penyakit serius bagi warga pesisir, khususnya nelayan.
  • Perairan tercemar menjadi reservoir bakteri patogen seperti E. coli dan parasit, menyebabkan masalah kesehatan.
  • Akumulasi sampah dan limbah dapat melepaskan logam berat, berisiko gangguan saraf dan ginjal.

Suara.com - Fenomena lautan sampah di kawasan tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, dinilai bukan sekadar persoalan lingkungan. Epidemiolog dan pakar keamanan kesehatan, dr. Dicky Budiman, menyebut kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai penyakit serius bagi warga pesisir, khususnya nelayan.

“Dampak kesehatan bagi warga nelayan dan masyarakat sekitar Muara Baru ini tentu bisa cukup serius ya, terutama karena adanya sampah, terutama sampah domestik, limbah plastik, dan limbah organik,” ujar dr. Dicky dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, perairan pesisir yang tercemar sampah berisiko menjadi sumber penularan penyakit infeksi. Air laut yang tercemar dapat menjadi reservoir berbagai bakteri patogen berbahaya.

“Lingkungan perairan yang tercemar sampah dan limbah cair itu berpotensi menjadi reservoir bakteri patogen. Misalnya E. coli, vibrio, salmonella, serta parasit,” katanya.

Ia menambahkan, warga yang sering bersentuhan langsung dengan air laut tercemar menghadapi risiko kesehatan berlapis, mulai dari penyakit kulit hingga gangguan pernapasan.

“Nelayan atau warga yang sering kontak langsung dengan air laut yang tercemar ini dia akan berisiko mengalami penyakit kulit, infeksi, dermatitis, luka yang sulit sembuh, atau juga infeksi saluran pencernaan,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, dr. Dicky juga menyoroti risiko infeksi saluran pernapasan akibat paparan aerosol dari air tercemar. Ia menilai, kondisi lautan sampah di Muara Baru merupakan bentuk pencemaran lingkungan pesisir yang serius dan membutuhkan penanganan lintas sektor.

"Seandainya sampah plastik atau limbah industri yang terakumulasi di perairan pesisir ini dapat melepaskan logam berat, misalnya merkuri timbal, kadmium, dan juga bahan kimia persisten. Seperti persisten organik polutan," urainya.

Berbagai zat kimia berbahaya itu bisa masuk ke dalam tubuh lewat kulit atau pun terhirup.

baca juga

"Akibatnya meningkatkan risiko gangguan saraf, gangguan ginjal, hormon, dan juga penurunan daya tahan tubuh," ucap dr. Dicky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wali Kota Ungkap Penyebab Daratan Sampah di Tanggul NCICD Muara Baru

Wali Kota Ungkap Penyebab Daratan Sampah di Tanggul NCICD Muara Baru

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:45 WIB

Aksi Bersih-bersih Sampah di Pesisir Muara Baru

Aksi Bersih-bersih Sampah di Pesisir Muara Baru

Foto | Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:27 WIB

Harapan di Padang Sampah

Harapan di Padang Sampah

Your Say | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:25 WIB

Terkini

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?

Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Soroti Pernyataan Luhut Soal Kerugian Negara, Pakar: Penjelasan Kurang Lengkap Picu Reaksi Negatif

Soroti Pernyataan Luhut Soal Kerugian Negara, Pakar: Penjelasan Kurang Lengkap Picu Reaksi Negatif

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×