Dampaknya bersifat ganda:
- Pembakaran Lemak: Penurunan kadar insulin memicu tubuh untuk lebih mudah mengakses dan membakar simpanan lemak jahat.
- Stabilitas Gula Darah: Proses ini menciptakan keseimbangan gula darah jangka panjang, yang menjadi garda terdepan dalam pencegahan maupun penanganan diabetes tipe 2.
4. Efek Neuroprotektif: Nutrisi bagi Kecerdasan Otak
Dampak puasa ternyata melampaui kesehatan fisik hingga menyentuh fungsi kognitif. Mark Mattson, pakar neurosains dari Johns Hopkins University, menemukan bahwa puasa merangsang produksi protein BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor).
"BDNF kerap dianalogikan sebagai 'pupuk' bagi otak. Protein ini bertanggung jawab memacu pertumbuhan neuron baru dan mempererat koneksi antar-sel saraf (sinapsis)."
Peningkatan kadar BDNF inilah yang memberikan sensasi kejernihan pikiran (mental clarity) dan fokus yang lebih tajam bagi mereka yang telah terbiasa dengan pola puasa.
Sains modern membuktikan bahwa kesehatan yang optimal sering kali tidak dicapai dengan menambahkan zat luar seperti obat atau suplemen secara berlebihan.
Sebaliknya, pemulihan sejati terjadi saat kita memberikan tubuh kesempatan untuk beristirahat. Puasa memberikan waktu bagi mesin biologis kita untuk menjalankan fungsi alaminya: menyembuhkan dan meregenerasi diri sendiri.
Kontributor : Rizqi Amalia