- Populasi lansia Indonesia signifikan dan diproyeksikan terus meningkat, menuntut peningkatan kualitas perawatan.
- Pemilihan popok dewasa yang tepat harus mempertimbangkan tipe, ukuran, kenyamanan, dan daya serap optimal.
- Edukasi caregiver mengenai teknik pemasangan popok perekat yang benar penting demi menjaga martabat dan kesehatan lansia.
Suara.com - Seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia, perhatian terhadap kualitas perawatan lansia menjadi semakin penting. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat bahwa populasi lansia telah mencapai 11,93% dari total penduduk dan diproyeksikan menyentuh 20,90% pada 2050. Artinya, satu dari lima orang Indonesia kelak berada di usia lanjut—sebuah realitas demografis yang menuntut kesiapan keluarga maupun fasilitas perawatan.
Dalam keseharian, banyak lansia mengalami penurunan fungsi fisik dan kognitif, termasuk kesulitan mengontrol buang air. Di sinilah peran caregiver—baik anggota keluarga maupun pengasuh di panti sosial—menjadi krusial. Perawatan yang kurang tepat bukan hanya berisiko menimbulkan masalah kesehatan kulit seperti ruam dan luka baring, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan serta martabat lansia.
Salah satu aspek perawatan yang sering dianggap sepele, padahal sangat fundamental, adalah pemilihan dan penggunaan popok dewasa yang tepat. Berikut beberapa panduan penting yang dapat menjadi pegangan.
1. Pilih Tipe yang Sesuai Kondisi Fisik
Tidak semua lansia membutuhkan tipe popok yang sama. Tipe celana (pants) lebih direkomendasikan bagi lansia yang masih mampu berjalan, berdiri, atau duduk sendiri. Model ini memberikan rasa praktis dan lebih mendukung kemandirian. Sedangkan tipe perekat (tape) lebih cocok untuk lansia yang sebagian besar waktunya dihabiskan dengan berbaring atau memiliki keterbatasan mobilitas. Tipe ini memudahkan caregiver saat mengganti tanpa harus banyak menggerakkan tubuh lansia. Menyesuaikan tipe dengan kondisi fisik akan membantu mengurangi risiko kebocoran sekaligus menjaga kenyamanan.
2. Pastikan Ukuran yang Tepat
Ukuran yang tidak pas dapat menimbulkan gesekan berlebih atau celah yang memicu kebocoran. Untuk tipe celana, perhatikan ukuran lingkar pinggang. Sedangkan untuk tipe perekat, sesuaikan dengan ukuran lingkar pinggul. Popok yang terlalu ketat bisa menyebabkan iritasi, sementara yang terlalu longgar berpotensi bocor dan membuat kulit lembap lebih lama.
3. Utamakan Kenyamanan dan Daya Serap
Kenyamanan adalah kunci, terutama bagi lansia yang memiliki kulit lebih sensitif. Pilih produk dengan bahan lembut, sirkulasi udara baik, dan daya serap tinggi agar permukaan tetap kering. Lingkungan yang kering membantu mencegah ruam serta luka tekan (decubitus).
Baca Juga: Kemensos Bidik 400 Ribu Lansia dan Disabilitas Akan Dapat MBG
Cara Memakaikan Popok Tipe Perekat dengan Benar
Teknik pemasangan juga berpengaruh besar pada hasil akhir.
- Miringkan tubuh lansia secara perlahan ke satu sisi.
- Letakkan popok dengan posisi tulang ekor tepat di tengah bagian belakang popok.
- Pastikan tepian popok terlipat ke dalam agar perekat tidak menyentuh kulit langsung.
- Kembalikan posisi tubuh ke tengah, lalu tarik bagian depan popok hingga tidak ada celah di pangkal paha.
- Rekatkan pita perekat secara bersilangan untuk mengurangi risiko kebocoran.
Sementara itu, untuk tipe celana, cara pakainya menyerupai mengenakan pakaian dalam biasa, sehingga relatif lebih praktis.
Perawatan yang Lebih dari Sekadar Teknis
Menurut Ibu Rita Indah Yulistanti dari Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, aspek sanitasi sangat menentukan kualitas hidup lansia.
“Mengingat pentingnya aspek kebersihan bagi kualitas hidup lansia, edukasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat lingkungan yang lebih sehat dan higienis, sehingga para lansia dapat menjalani masa tuanya dengan penuh martabat dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Yasutaka Nishioka.
“Kami membawa misi untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, nyaman, dan bahagia melalui produk penyerapan berkualitas. Kami ingin menjadi life time partner yang mendukung setiap fase kehidupan masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan edukasi kepada caregiver di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Jakarta Selatan, Unicharm menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan standar perawatan lansia. Inisiatif ini juga sejalan dengan semangat keberlanjutan dan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), agar setiap individu—termasuk lansia—mendapatkan hak atas kehidupan yang bersih, sehat, dan bermartabat.