Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat (Dok. Istimewa)
  • Cacar api mengancam individu dengan penyakit kronis dan imun lemah, menyerang satu dari tiga orang dewasa secara global.
  • Data 2015–2022 mencatat 390.000 kasus di Indonesia dengan beban biaya rumah sakit mencapai puluhan miliar rupiah bagi BPJS.
  • Penyakit ini menyebabkan komplikasi nyeri berkepanjangan dan penurunan produktivitas sehingga edukasi medis sangat penting untuk mencegah dampak serius.

Suara.com - Cacar Api Tak Sesederhana Ruam: Risiko Lebih Tinggi pada Kelompok Rentan dan Dampaknya Bisa Berkepanjangan

Penyakit Herpes Zoster atau cacar api masih sering dianggap sepele. Padahal, data terbaru menunjukkan bahwa penyakit ini bisa berdampak besar, terutama bagi orang dewasa dengan kondisi kesehatan tertentu. 

Survei global yang dirilis oleh GSK mengungkap, sebanyak 78% orang dewasa dengan penyakit kronis khawatir cacar api akan mengganggu aktivitas sehari-hari, dan 72% takut penyakit ini berujung pada rawat inap jangka panjang.

Ironisnya, lebih dari separuh (54%) belum pernah membicarakan risiko ini dengan dokter. Cacar api sendiri dapat menyerang 1 dari 3 orang dewasa sepanjang hidupnya. 

Risiko ini meningkat signifikan pada kelompok tertentu, terutama mereka yang memiliki penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang menurun. 

Kondisi seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, hingga gangguan paru seperti PPOK atau asma terbukti meningkatkan kemungkinan terjadinya herpes zoster. 

Bahkan, pada kondisi tertentu seperti HIV/AIDS, kanker, dan penyakit autoimun, risikonya bisa meningkat hingga lebih dari dua kali lipat.

Di Indonesia, situasinya tak kalah serius. Data menunjukkan bahwa dalam periode 2015–2022, terdapat sekitar 390.000 kasus cacar api di berbagai provinsi besar.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, penyakit ini juga membawa beban ekonomi yang signifikan, biaya rawat inap bisa mencapai hingga Rp10 juta per kasus, sementara total pembiayaan oleh BPJS Kesehatan pada 2021 saja menyentuh Rp27,1 miliar.

Menurut dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.Ven, anggota PERDOSKI, tingginya risiko pada kelompok tertentu bukan tanpa alasan.

“Berdasarkan berbagai artikel penelitian, risiko terkena Herpes Zoster memang lebih tinggi pada kelompok tertentu yaitu kondisi immunokompromi, seperti penderita HIV/AIDS, pasien dengan penyakit keganasan, serta mereka yang berusia lanjut, riwayat keluarga dengan Herpes Zoster dan jenis kelamin perempuan,” jelasnya.

Selain lebih rentan terinfeksi, kelompok ini juga berisiko mengalami komplikasi yang lebih berat. Sekitar 42% penderita cacar api melaporkan nyeri hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan setelah ruam sembuh. 

Kondisi ini dikenal sebagai neuralgia pasca-herpetik, yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Tak hanya itu, 33% penderita mengaku produktivitas mereka terganggu akibat penyakit ini.

Sayangnya, kesadaran masyarakat masih rendah. Satu dari empat orang bahkan percaya bahwa penyakit kronis yang mereka miliki tidak berpengaruh terhadap sistem imun atau risiko cacar api. Padahal, penurunan daya tahan tubuh, baik karena usia maupun penyakit penyerta menjadi faktor utama reaktivasi virus penyebab herpes zoster.

Reswita Dery Gisriani dari GSK Indonesia menegaskan pentingnya pemahaman ini. Ia menyebut bahwa banyak orang belum menyadari bahwa penyakit kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. 

Seiring bertambahnya usia, kondisi ini semakin kompleks karena imunitas menurun secara alami, sehingga risiko cacar api pun meningkat. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga pada beban biaya yang harus ditanggung.

Karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting. Edukasi yang tepat dan komunikasi aktif antara pasien dan tenaga medis perlu ditingkatkan. 

Membicarakan risiko cacar api dengan dokter bukan hanya langkah bijak, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas hidup di usia dewasa, terutama bagi mereka yang hidup dengan penyakit kronis.

Cacar api bukan sekadar masalah kulit. Ia adalah sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih dan semakin cepat disadari, semakin besar peluang untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! 5 Gejala Awal Campak pada Bayi yang Sering Dikira Cuma Flu Biasa

Waspada! 5 Gejala Awal Campak pada Bayi yang Sering Dikira Cuma Flu Biasa

Lifestyle | Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:56 WIB

Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api

Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api

Health | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:46 WIB

Penggusuran Digital: Saat Kelompok Rentan Hilang dari Narasi Publik

Penggusuran Digital: Saat Kelompok Rentan Hilang dari Narasi Publik

Your Say | Selasa, 02 September 2025 | 17:24 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB