Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Vania Rossa

Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
Ilustrasi konsumsi gula di Indonesia. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Masyarakat Indonesia mengonsumsi 62–75 gram gula per hari, melampaui batas maksimal anjuran Kementerian Kesehatan yaitu 50 gram.
  • Bakteri mengubah sisa gula menjadi asam dan plak lengket yang merusak enamel gigi serta memicu risiko lubang.
  • Pakar menyarankan penggunaan enzim seperti Dextranase dan Lysozyme sebagai perlindungan biologis untuk mengurai plak secara lebih proaktif.

Suara.com - Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat Indonesia. Dari kopi susu, teh kemasan, minuman boba, hingga camilan manis, konsumsi gula kini datang dari berbagai arah tanpa selalu disadari.

Di tengah pola konsumsi tersebut, data menunjukkan rata-rata asupan gula harian masyarakat Indonesia telah mencapai 62–75 gram per hari. Angka ini melampaui anjuran Kementerian Kesehatan yang berada di batas maksimal 50 gram per hari.

Kelebihan konsumsi gula ini bukan hanya soal risiko penyakit jangka panjang seperti diabetes atau gangguan jantung, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan yang sering kali lebih cepat terlihat: kesehatan gigi.

Gigi Jadi Target Pertama Dampak Gula Berlebih

Dalam dunia kesehatan gigi, gula merupakan salah satu faktor utama pemicu kerusakan enamel. Setelah dikonsumsi, gula akan menjadi 'makanan' bagi bakteri di dalam mulut.

Bakteri seperti Streptococcus mutans kemudian mengubah gula menjadi asam dalam waktu relatif singkat, sekitar 20–30 menit setelah konsumsi. Asam inilah yang secara perlahan mengikis lapisan pelindung gigi (enamel), sehingga membuat gigi lebih rentan berlubang.

Tidak hanya itu, bakteri juga menghasilkan zat lengket bernama glukan yang membantu plak menempel lebih kuat di permukaan gigi. Akibatnya, plak menjadi semakin sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi biasa.

Kondisi ini membuat gigi menjadi korban pertama dari pola konsumsi gula yang tinggi, bahkan sebelum dampak kesehatan lain muncul di tubuh.

Kenapa Kerusakan Gigi Bisa Terjadi Cepat?

baca juga

Proses kerusakan gigi akibat gula bersifat bertahap tetapi cepat dimulai. Setelah makanan manis dikonsumsi, lingkungan mulut menjadi lebih asam. Dalam kondisi ini, enamel gigi mulai kehilangan mineral pentingnya.

Jika paparan asam terjadi berulang setiap hari tanpa perlindungan yang memadai, maka proses pelapukan akan semakin cepat terjadi. Pada tahap ini, gigi tidak hanya sensitif, tetapi juga berisiko mengalami lubang permanen.

Kondisi ini diperburuk oleh kebiasaan konsumsi gula yang tersebar sepanjang hari, bukan hanya pada waktu makan utama.

Pendekatan Perlindungan Gigi di Level Biologis

Seiring meningkatnya tantangan kesehatan gigi di era konsumsi gula tinggi, pendekatan perawatan juga berkembang tidak hanya secara mekanis, tetapi juga biologis.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak dikembangkan adalah penggunaan enzim untuk membantu mengurai struktur plak yang terbentuk akibat konsumsi gula.

Prof. Liu, Head of R&D usmile Global. (dok. ist)
Prof. Liu, Head of R&D usmile Global. (dok. ist)

Menjelaskan pendekatan ini, dr. Liu Jitao, Head of Research & Development usmile Global, menyebut bahwa pembersihan gigi secara konvensional tidak selalu cukup dalam kondisi asupan gula yang tinggi.

“Di tengah tingginya asupan gula harian, pembersihan gigi secara mekanis konvensional sering kali tidak lagi memadai karena bakteri mengubah gula menjadi glukan yang sangat lengket. Riset kami berfokus pada pencegahan di tingkat biologis. Penggunaan enzim seperti Dextranase terbukti mampu mendegradasi glukan tersebut dan menurunkan daya lekat plak pada permukaan enamel. Bersama Lysozyme, formulasi ini membantu mencegah terbentuknya plak secara lebih proaktif,” jelasnya.

Dextranase bekerja dengan memecah rantai glukan yang membuat plak lengket, sehingga struktur plak menjadi lebih mudah terurai. Sementara Lysozyme berperan sebagai agen antibakteri alami yang membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab karies.

Pendekatan ini menargetkan proses pembentukan plak, bukan hanya membersihkan setelah plak terbentuk.

Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, konsumsi makanan dan minuman manis sering menjadi bagian dari rutinitas harian. Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat gigi terus-menerus terpapar gula dalam frekuensi tinggi.

Sementara itu, kesadaran menjaga kesehatan gigi sering kali baru muncul ketika masalah sudah terjadi, seperti gigi berlubang atau nyeri.

Padahal, menurut para ahli, pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan perawatan setelah kerusakan terjadi.

Pada akhirnya, kesehatan gigi bukan hanya soal estetika atau senyum yang rapi, tetapi juga bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gangguan pada gigi dan mulut dapat memengaruhi kualitas hidup, mulai dari rasa sakit, kesulitan makan, hingga gangguan kesehatan lanjutan jika tidak ditangani.

Dengan tingginya konsumsi gula harian di Indonesia, perlindungan gigi menjadi langkah penting yang perlu diperhatikan sejak dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebutuhan Perawatan Gigi Modern Meningkat, Teknologi dan Gaya Hidup Jadi Penentu

Kebutuhan Perawatan Gigi Modern Meningkat, Teknologi dan Gaya Hidup Jadi Penentu

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 19:25 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

BPOM Siapkan Label Nutri-Level, Berapa Batas Aman Konsumsi Gula Harian?

BPOM Siapkan Label Nutri-Level, Berapa Batas Aman Konsumsi Gula Harian?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 10:18 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

×