- Artis Quinn Salman menyempatkan waktu bermain bersama keluarga di sela kesibukan sekolah dan pekerjaannya demi menjaga keseimbangan.
- Psikolog Pritta Tyas menyatakan bahwa bermain bersama orang tua mempererat koneksi, emosi, dan apresiasi bagi kesehatan mental anak.
- Lego mengadakan kampanye LEGO Playground di Grand Indonesia hingga 19 Juli 2026 untuk mendukung interaksi positif keluarga.
Suara.com - Sebagai seorang artis dan penyanyi, Quinn Salman disibukkan dengan berbagai aktivitas sekolah maupun pekerjaan. Meski demikian, rupanya Quinn Salman tetap menyempatkan waktu untuk bermain.
Bagi Quinn, bermain merupakan hal yang tetap penting dilakukan di tengah sibuk bekerja di sekolah. Hal ini sebab bermain itu memberikan kesenangan serta menjadi momen untuk meluangkan waktu bersama dengan orangtua.
“Jadi tuh pastinya aku punya tanggung jawab sendiri untuk belajar, tapi aku sempatin waktu buat main dan quality time bareng keluarga. Karena menurut aku main dan quality time bareng keluarga itu penting banget,” ucap Quinn Salman dalam acara LEGO Playground 'Main dan Jadi Hebat' di Jakarta Pusat, belum lama ini.
Terkait menghabiskan waktu bermain bersama keluarga, Quinn mengungkap kalau kebiasaan ini sudah dilakukan sejak kecil. Oleh sebab itu, ia selalu memberikan waktu di hari tertentu untuk keluarganya.
Dalam hal ini biasanya pelantun lagu Selalu Ada di Nadimu itu suka bermain Lego maupun pergi ke mall bersama keluarganya.
“Dari kecil itu harus ada seminggu sekali quality time bersama keluarga, main Lego Bricks, atau ke mall,” ujarnya.

Manfaat Main dengan Keluarga
Rupanya kebiasaan yang dilakukan Quinn ini memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan mental anak. Pasalnya, menghabiskan waktu bermain dengan keluarga dapat memberikan efek positif bagi anak tersebut.
Psikolog keluarga, Pritta Tyas mengatakan, dalam sebuah study Harvard, anak yang bermain langsung dengan orang tuanya memberikan tiga manfaat penting. Lantas apa saja manfaat tersebut?
1. Membangun koneksi dengan anak
Pritta mengatakan, bermain langsung dengan anak dapat mempererat koneksi antara anak dan orang tua. Hal ini karena keduanya saling berinteraksi satu sama lain dan menghabiskan waktu bersama.
“Jadi saat bermain ada sesuatu yang dilakukan bergantian antara orang tua dan anak, dan itu ada kolaborasinya di situ,” ucap Pritta.
2. Menjadi momen anak mengutarakan perasaannya
Saat bermain bersama, ini juga menjadi momen bagi anak untuk mengutarakan perasaannya. Dengan demikian, ini juga mencegah terjadinya jarak emosional antara orang tua dengan anak.
“Kesempatan anak mengutarakan perasaan ini yang terjadi saat bermain dengan orang tua, ini mengurangi emotional distance,” ujarnya.