Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
Brand and Marketing Manager Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dr. Wicak Prasetiadi. [Suara.com/Dini Afrianti]
baca 10 detik
  • Obat kolesterol dan diabetes sering dianggap bisa merusak fungsi ginjal.
  • Pakar menegaskan anggapan tersebut hanya mitos dan menegaskan fungsi obat sebenarnya.
  • Obat diabetes golongan SGLT2 justru berfungsi mengontrol kadar gula darah sekaligus memberikan proteksi pada kinerja ginjal.

Suara.com - Tingkat kepatuhan minum obat masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran bahwa obat kolesterol hingga obat jantung dapat merusak ginjal maupun hati. Namun, benarkah demikian?

Brand and Marketing Manager Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dr. Wicak Prasetiadi, dengan tegas membantah anggapan tersebut. Menurutnya, konsumsi obat sesuai anjuran dokter justru dapat membantu mencegah kerusakan organ akibat penyakit yang tidak terkontrol.

"Kalau untuk obat kolesterol maupun obat diabetes, tidak menyebabkan kerusakan ginjal," ujar dr. Wicak dalam acara edukasi media di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa obat diabetes golongan Sodium-Glucose Cotransporter 2 (SGLT2) bekerja dengan mencegah ginjal menyerap kembali glukosa dalam darah. Dengan demikian, kelebihan gula darah dapat dikeluarkan melalui urine.

"Obat-obatan SGLT2 generasi awal bahkan menunjukkan apa yang disebut sebagai class effect. Efek ini bukan hanya membantu pasien diabetes mengontrol gula darah, tetapi juga melindungi fungsi ginjal," papar dr. Wicak.

Ilustrasi obat-obatan (Unsplash/Volodymyr Hryshchenko)
Ilustrasi obat kolesterol. (Unsplash/Volodymyr Hryshchenko)

Seperti diketahui, diabetes dapat memicu berbagai penyakit kronis lain, seperti gagal ginjal dan gagal jantung. Kondisi tersebut dikenal sebagai komplikasi diabetes dan masih banyak ditemukan di masyarakat.

"Nah, golongan SGLT2 ini dapat membantu memproteksi ginjal sekaligus mengurangi risiko heart failure atau gagal jantung," jelasnya.

Sayangnya, tantangan kepatuhan minum obat tidak hanya dipengaruhi oleh anggapan bahwa obat kolesterol dan diabetes merusak ginjal. Banyak pasien juga merasa terbebani karena harus mengonsumsi beberapa jenis obat sekaligus pada waktu yang berbeda.

Karena itu, industri farmasi terus berinovasi dengan mengembangkan kombinasi beberapa obat dalam satu tablet tanpa mengurangi efektivitasnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

baca juga

"Yang ingin kami lakukan adalah menggabungkan beberapa obat menjadi satu. Memang tidak semua obat bisa digabungkan karena ada mekanisme kerja tertentu yang mengharuskan obat diminum pada waktu yang berbeda," ungkap dr. Wicak.

Pada terapi kolesterol, misalnya, kandungan statin yang bekerja menghambat produksi kolesterol di hati dan ezetimibe yang menghambat penyerapan kolesterol di usus halus dapat dikombinasikan dalam satu tablet, seperti pada Crezet.

Kabar baiknya, kombinasi dua jenis obat kolesterol tersebut terbukti dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara rutin.

Menurut dr. Wicak, edukasi dokter kepada pasien kolesterol juga menjadi lebih mudah. Pasalnya, masih banyak pasien yang menghentikan pengobatan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol mereka sudah terkendali.

Padahal, obat kolesterol umumnya harus tetap dikonsumsi sesuai anjuran dokter agar kadar kolesterol tetap stabil dan risiko penyakit kardiovaskular dapat ditekan.

"Sering kali pasien merasa tidak memiliki keluhan. Saat diperiksa, kolesterolnya bagus karena rutin minum obat, tekanan darahnya juga terkontrol. Lalu pasien berpikir, 'kalau sudah bagus, saya berhenti saja minum obatnya'," kata dr. Wicak.

"Padahal seharusnya pengobatan tetap dilanjutkan. Yang berhak memutuskan penghentian terapi adalah dokter," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan

Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:51 WIB

Menjaga Pengetahuan yang Tumbuh di Hutan: Cerita Sekolah Adat Manusela Mengenalkan Obat Kampung

Menjaga Pengetahuan yang Tumbuh di Hutan: Cerita Sekolah Adat Manusela Mengenalkan Obat Kampung

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:20 WIB

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Tambang Ilegal di Jepara Ancam Cadangan Air, Warga Berisiko Krisis Air Bersih

Tambang Ilegal di Jepara Ancam Cadangan Air, Warga Berisiko Krisis Air Bersih

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:15 WIB

FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru

FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:07 WIB

Ingat Yamaha Crypton? Begini Tampang Penerusnya, Harga Papan Atas

Ingat Yamaha Crypton? Begini Tampang Penerusnya, Harga Papan Atas

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:07 WIB

Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris

Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:05 WIB

Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait

Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:05 WIB

Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus

Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:04 WIB

Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?

Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:00 WIB

Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino

Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:56 WIB

Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral

Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:54 WIB

Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung

Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:53 WIB

×