Menjaga Pengetahuan yang Tumbuh di Hutan: Cerita Sekolah Adat Manusela Mengenalkan Obat Kampung

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 11 Juni 2026 | 11:20 WIB
Menjaga Pengetahuan yang Tumbuh di Hutan: Cerita Sekolah Adat Manusela Mengenalkan Obat Kampung
Beberapa orang siswa sekolah adat Patanata Manusela di Maluku sedang diajarkan cara mengenal tanaman obat kampung. Dokumentasi AMAN
baca 10 detik
  • Siswa Sekolah Adat Patanata Manusela di Maluku Tengah belajar mengenal tanaman obat tradisional langsung di dalam hutan.
  • Guru dan tetua adat mengajarkan cara mengidentifikasi serta meracik berbagai tumbuhan sebagai upaya melestarikan pengetahuan warisan leluhur.
  • Kegiatan rutin ini bertujuan memastikan generasi muda tetap memahami potensi alam dan manfaat kesehatan dari lingkungan sekitarnya.

Suara.com - Pagi itu, anak-anak Sekolah Adat Patanata Manusela tidak duduk berbaris di depan papan tulis. Mereka berjalan pelan memasuki kawasan hutan di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

Langkah mereka mengikuti para guru dan tetua adat yang sesekali berhenti, menunjuk dedaunan, lalu mulai bercerita.

Bagi anak-anak itu, pelajaran hari itu tidak dimulai dengan membuka buku. Pelajaran dimulai dengan menyentuh daun, mengamati batang, dan mendengarkan cerita yang selama ini hidup dari mulut ke mulut.

“Ini namanya Sila.”

Seorang tetua adat menunjuk pada tanaman yang tumbuh di tepi jalur. Anak-anak langsung mendekat. Sebagian jongkok, sebagian lagi memperhatikan bentuk daunnya dengan saksama.

Sila—atau yang dikenal sebagai daun gatal (Laportea aestuans), bukan tanaman asing bagi masyarakat adat Manusela. Selama bertahun-tahun, tanaman ini digunakan sebagai bagian dari pengobatan tradisional untuk membantu mengurangi rasa lelah setelah beraktivitas.

Namun pagi itu, pelajaran yang diterima para siswa bukan sekadar mengetahui nama dan manfaat satu tanaman.

Mereka diajak memahami sesuatu yang lebih besar, bahwa hutan yang selama ini mereka lihat setiap hari juga menyimpan pengetahuan.

Dalam kegiatan praktik lapangan yang rutin dilakukan setiap hari Minggu, para siswa Sekolah Adat Patanata Manusela belajar mengenali berbagai jenis tanaman obat kampung, mengetahui khasiatnya, hingga memahami cara meraciknya menjadi obat alami yang selama ini digunakan masyarakat sekitar.

baca juga

Ada tanaman untuk membantu meredakan demam, ada yang biasa digunakan untuk luka ringan, gangguan pencernaan, hingga sakit kepala.

Pelajaran dilakukan langsung di alam, karena bagi sekolah adat, pengetahuan seperti ini tidak cukup hanya dijelaskan lewat teori.

Bagi Sepnat Manukuany, guru Sekolah Adat Patanata Manusela, kegiatan tersebut lahir dari satu kekhawatiran: semakin banyak generasi muda yang tumbuh jauh dari pengetahuan leluhur.

Ia melihat perubahan itu terjadi perlahan. Anak-anak kini lebih mudah mengenali merek obat modern dibanding mengetahui tanaman yang tumbuh di sekitar rumah mereka.

Padahal, menurut Sepnat, pengetahuan tentang obat kampung bukan sekadar keterampilan bertahan hidup.

Di dalamnya ada cara masyarakat membaca alam, menjaga keseimbangan, dan memahami bahwa kesehatan juga berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Empat Dekade Dipantau Satelit, Hutan Mangrove Dunia Menunjukkan Tanda-Tanda Pemulihan

Empat Dekade Dipantau Satelit, Hutan Mangrove Dunia Menunjukkan Tanda-Tanda Pemulihan

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 11:27 WIB

Membawa Kehidupan ke Tengah Kota: Cara Sendalu Permaculture Merawat Ekosistem dari Sebidang Kebun

Membawa Kehidupan ke Tengah Kota: Cara Sendalu Permaculture Merawat Ekosistem dari Sebidang Kebun

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Tak Sekadar Penghasil Madu, Mengapa Lebah Apis dorsata Penting bagi Lingkungan dan Ekonomi Warga?

Tak Sekadar Penghasil Madu, Mengapa Lebah Apis dorsata Penting bagi Lingkungan dan Ekonomi Warga?

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:54 WIB

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 16:48 WIB

×