Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
Simposium Ilmiah "Comprehensive Lipid Management in Patients with Type 2 Diabetes" yang digelar Daewoong Pharmaceutical Indonesia pada 27 Juni 2026. (Istimewa)
baca 10 detik
  • Studi 2025 menunjukkan hanya 4,9 persen pasien berisiko tinggi di Indonesia mencapai target kolesterol LDL di bawah 55 mg/dL.
  • Simposium PIT PERKENI 2026 di Bandung membahas pentingnya pengelolaan lipid intensif bagi pasien diabetes tipe 2 yang berisiko kardiovaskular.
  • Pakar menyarankan penggunaan terapi kombinasi serta panduan klinis terbaru untuk mempercepat pencapaian target LDL guna menurunkan risiko penyakit jantung.

Suara.com - Tingkat pencapaian target kolesterol jahat atau low density lipoprotein cholesterol (LDL-C) pada pasien dengan risiko kardiovaskular tinggi dan sangat tinggi di Indonesia masih rendah.

Studi registry multisenter yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Cardiology pada 2025 mencatat hanya 4,9 persen pasien yang berhasil mencapai target LDL-C kurang dari 55 mg/dL.

Temuan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam simposium ilmiah bertajuk "Comprehensive Lipid Management in Patients with Type 2 Diabetes" yang digelar Daewoong Pharmaceutical Indonesia pada 27 Juni 2026 dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) 2026 di Bandung, Jawa Barat.

Dalam simposium itu dibahas pentingnya pengelolaan LDL-C pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang memiliki risiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.

Selain pengendalian gula darah, pengelolaan lipid dinilai menjadi bagian penting dalam tata laksana pasien diabetes.

Berdasarkan data yang dipaparkan, selain hanya 4,9 persen pasien yang mencapai target LDL-C di bawah 55 mg/dL, sebanyak 21,2 persen pasien berhasil mencapai target LDL-C kurang dari 70 mg/dL.

Data lain dari studi tahun 2025 yang dipublikasikan dalam Current Internal Medicine Research and Practice Surabaya Journal juga menunjukkan dislipidemia ditemukan pada 74 persen dari 100 pasien diabetes tipe 2.

Sementara pada 40 pasien yang memiliki diabetes tipe 2 disertai penyakit jantung koroner, sebanyak 85 persen mengalami dislipidemia.

Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE dari Eka Hospital BSD dan SS Diabetic Care mengatakan pasien diabetes tipe 2 di Indonesia umumnya memiliki berbagai faktor risiko kardiovaskular sehingga pengendalian LDL-C menjadi salah satu prioritas terapi.

baca juga

"Dalam praktik klinis di Indonesia, pasien diabetes tipe 2 sering kali memiliki berbagai faktor risiko kardiovaskular, sehingga penurunan LDL-C menjadi salah satu prioritas terapi yang penting," kata Sidartawan.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan pencapaian target LDL-C pada pasien berisiko tinggi, strategi terapi perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing pasien.

Menurutnya, panduan internasional terbaru, termasuk ESC/EAS 2025 Focused Update dan ACC/AHA Guideline 2026, mendukung penurunan LDL-C yang lebih intensif, pemberian terapi penurun lipid berbasis bukti sejak dini, serta pencapaian target LDL-C secara lebih cepat.

"Rekomendasi tersebut memperkuat konsep bahwa semakin rendah kadar LDL-C dicapai sejak dini dan dipertahankan lebih lama, semakin besar pula potensi penurunan risiko kardiovaskular sepanjang hidup pasien," imbuhnya.

Sementara itu, Prof. Da Hea Seo dari Division of Endocrinology, Inha University Hospital, Korea Selatan, mengatakan pengelolaan dislipidemia pada pasien diabetes tipe 2 memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk pengendalian LDL-C.

"Bagi pasien yang sulit mencapai target terapi dengan monoterapi, terapi kombinasi yang secara bersamaan menargetkan sintesis dan absorpsi kolesterol dapat menjadi salah satu pilihan terapi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inovasi Prosedur PCI Untuk Atasi Ketimpangan Layanan Kardiovaskular di Daerah 3T

Inovasi Prosedur PCI Untuk Atasi Ketimpangan Layanan Kardiovaskular di Daerah 3T

Health | Kamis, 05 Desember 2024 | 18:47 WIB

Obat Penyakit Kardiovaskular Berpotensi Cegah Risiko Demensia? Ini Faktanya

Obat Penyakit Kardiovaskular Berpotensi Cegah Risiko Demensia? Ini Faktanya

Health | Kamis, 21 November 2024 | 15:04 WIB

Mahasiswa UB Sukses Bikin Pendeteksi Dini Kematian Jantung Mendadak, Raih Juara 1 di Samsung SFT 2024

Mahasiswa UB Sukses Bikin Pendeteksi Dini Kematian Jantung Mendadak, Raih Juara 1 di Samsung SFT 2024

Tekno | Jum'at, 01 November 2024 | 14:44 WIB

Terkini

Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Video | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:51 WIB

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×