Inovasi Prosedur PCI Untuk Atasi Ketimpangan Layanan Kardiovaskular di Daerah 3T

Vania Rossa Suara.Com
Kamis, 05 Desember 2024 | 18:47 WIB
Inovasi Prosedur PCI Untuk Atasi Ketimpangan Layanan Kardiovaskular di Daerah 3T
Ilustrasi Teknologi Canggih untuk Transformasi Pelayanan Penyakit Kardiovaskular di Indonesia. (pixabay/johannes burtland)

Suara.com - Laporan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyebut penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dengan total 550.000 jiwa setiap tahunnya, dimana 300.000 kasus di antaranya disebabkan karena penyakit stroke, dan 250.000 kasus lainnya disebabkan oleh penyakit jantung. Dan ketimpangan layanan kesehatan, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) memperburuk situasi ini.

Dalam acara International Cardiovascular Summit (IICS) pada 17 November 2024 lalu, Kementerian Kesehatan mengumumkan rencana Pembangunan Cath lab di 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2025. Cath lab ini ditujukan untuk melakukan prosedur PCI (Primary Coronary Intervention) yang merupakan prosedur yang paling dibutuhkan untuk pasien penyakit jantung dan memperkuat fasilitas operasi jantung terbuka, untuk tindakan yang lebih kompleks seperti operasi bypass dan ganti katup.

Teknologi Canggih untuk Transformasi Pelayanan Penyakit Kardiovaskular di Indonesia

Royal Philips, sebagai pemimpin global dalam teknologi kesehatan menyatakan kesiapannya berkontribusi dalam mendukung misi pemerintah Indonesia dalam menjembatani kesenjangan pelayanan kesehatan, dengan memperkenalkan solusi ultra-low contrast PCI, sebuah pelopor dalam pencitraan dosis rendah di platform Image-Guided Therapy (IGT), Azurion. Teknologi ini mendukung prosedur PCI yang lebih baik dan aman, bisa mengurangi risiko nefropati kontras-induksi (CIN) dan gagal ginjal akut (AKI) akibat pemakaian zat kontras.

“Kami bangga inovasi Philips dapat berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang
berkualitas di Indonesia melalui inovasi ultra-low contrast PCI ini,” kata Astri Ramayanti, President Direktur Philips Indonesia.

“Solusi ini adalah cerminan dari komitmen kami untuk menyediakan prosedur PCI yang lebih mutakhir sehingga bisa melayani seluruh pasien penyakit jantung dengan lebih baik, sekaligus mengurangi risiko munculnya penyakit lain,” katanya.

Pada acara IICS lalu, Philips juga menghadirkan teknologi Collaboration Live Ultrasound, sebuah solusi terobosan tele-ultrasound yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

Inovasi ini memungkinkan kolaborasi real time secara jarak jauh, antara tenaga medis di daerah terpencil dengan dokter spesialis di pusat kota. Pasien juga bisa melakukan konsultasi jarak jauh dengan spesialis, dimana spesialis juga bisa memberikan panduan atau pelatihan kepada staf untuk kasus rumit secara real time.

Teknologi Collaboration Live Ultrasound telah diterapkan di beberapa negara, seperti Belanda dan Amerika Serikat, dan membuktikan bahwa inovasi ini telah berhasil membuktikan potensinya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tepat waktu dan efisien, dimana hal ini menjadi tolak ukur baru untuk perawatan medis jarak jauh.

Baca Juga: Revolusi Nutrisi: Dokter Spesialis Gizi Klinik Pelajari Pengaturan Pola Makan Berbasis Gen

Dengan memperkenalkan teknologi Collaboration Live Ultrasound, Philips berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah Indonesia dalam mengurangi kesenjangan, meningkatkan layanan kesehatan berkualitas di seluruh negeri dan mendukung pemerintah dalam mengatasi tantangan penyakit kardiovaskular secara menyeluruh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI