Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Vania Rossa

Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
Ilustrasi penyakit tropis. [Pixabay]
baca 10 detik
  • Indonesia menghadapi ancaman serius penyakit tropis DBD, tifoid, dan TBC dengan jutaan kasus serta angka kematian tinggi.
  • Data Allianz menunjukkan lonjakan klaim kesehatan dan kenaikan biaya perawatan rumah sakit secara signifikan sejak tahun 2020.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat serta faktor lingkungan menyebabkan keterlambatan penanganan medis yang memicu beban finansial bagi pasien.

"Meski telah lama dikenal masyarakat Indonesia, penyakit DBD, demam tifoid, dan TBC masih menjadi penyakit yang menghantui setiap tahunnya. Padahal, sebagian besar penyakit tropis sebenarnya dapat dicegah," kata dr. Dion.

Menurutnya, persepsi tersebut membuat banyak orang terlambat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Pada kasus DBD misalnya, banyak pasien menganggap dirinya telah sembuh ketika demam mulai turun. Padahal justru fase tersebut merupakan masa paling kritis karena risiko kebocoran plasma dan syok dengue dapat terjadi.

Begitu pula pada demam tifoid. Gejala seperti demam berkepanjangan, lemas, atau gangguan pencernaan sering dianggap sebagai kelelahan biasa sehingga penanganan menjadi terlambat.

Sementara pada TBC, batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu sering kali diabaikan karena dianggap batuk biasa.

Selain faktor perilaku masyarakat, kondisi geografis Indonesia sebagai negara tropis juga membuat risiko penularan penyakit tetap tinggi. Kepadatan penduduk, sanitasi yang belum merata, serta keberadaan nyamuk Aedes aegypti menjadi faktor yang mendukung penyebaran penyakit.

Biaya Perawatan Bisa Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Dalam laporan klaim kesehatan Allianz Indonesia, penyakit tropis masih menjadi penyebab utama masyarakat menjalani perawatan medis. Dari berbagai kasus yang ditangani, berikut sembilan penyakit tropis yang paling banyak menjadi fokus klaim kesehatan:

  1. Demam Berdarah Dengue (DBD) – Penyumbang klaim kesehatan tertinggi.
  2. Demam tifoid (tipes) – Memiliki frekuensi klaim yang sangat tinggi.
  3. Tuberkulosis (TBC) – Penyakit infeksi paru yang membutuhkan penanganan dan perawatan jangka panjang.
  4. Malaria – Infeksi parasit akibat gigitan nyamuk Anopheles.
  5. Gastroenteritis akut (diare) – Infeksi saluran pencernaan yang umum terjadi di wilayah beriklim tropis.
  6. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) – Gangguan pada saluran pernapasan yang sering menyerang berbagai kelompok usia.
  7. Pneumonia – Infeksi paru-paru yang dapat dipicu berbagai faktor, termasuk cuaca dan infeksi bakteri atau virus.
  8. Hepatitis – Penyakit yang menyerang hati akibat infeksi virus.
  9. Chikungunya – Penyakit akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes.

Banyak masyarakat baru menyadari mahalnya biaya pengobatan setelah harus menjalani perawatan di rumah sakit.

baca juga

Sebagai contoh, biaya rawat inap pasien DBD dapat berkisar Rp5 juta hingga Rp20 juta, tergantung tingkat keparahan, lama perawatan, pemeriksaan laboratorium, hingga adanya komplikasi.

Besaran biaya tersebut juga diperkirakan akan terus meningkat seiring naiknya tarif layanan kesehatan.

Karena itu, Allianz mengingatkan masyarakat untuk memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif dan mempertimbangkan perlindungan tambahan melalui asuransi kesehatan agar risiko finansial akibat sakit dapat diminimalkan.

Cara Mencegah Penyakit Tropis

Menurut para ahli, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif sekaligus paling murah dibandingkan biaya pengobatan.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Tidak menumpuk atau menggantung pakaian bekas terlalu lama karena dapat menjadi tempat istirahat nyamuk penyebab DBD.
  2. Memastikan rumah memiliki ventilasi dan pencahayaan matahari yang cukup untuk membantu mengurangi risiko penyebaran TBC.
  3. Menghindari konsumsi makanan dan es batu yang kebersihannya tidak terjamin, terutama saat bepergian.
  4. Rutin memeriksa serta membersihkan tempat penampungan air, talang, dispenser, vas bunga, maupun wadah lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala awal penyakit dan tidak menunggu hingga kondisinya memburuk.

"Penyakit tropis mungkin terdengar akrab bagi masyarakat Indonesia, tetapi bukan berarti bisa dianggap sepele. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pencegahan sederhana dapat membantu melindungi diri sendiri maupun orang-orang terdekat. Dengan biaya perawatan beberapa penyakit tropis yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, perlindungan kesehatan yang memadai menjadi semakin penting untuk membantu menghadapi risiko finansial yang dapat timbul akibat kebutuhan perawatan medis," tutup dr. Tubagus Argie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes

Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:32 WIB

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:25 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Terkini

Mendagri Tito Tegaskan Update Bansos Lewat Agen Perlinsos Gratis: Kalau Ada Pungli Harus Laporkan

Mendagri Tito Tegaskan Update Bansos Lewat Agen Perlinsos Gratis: Kalau Ada Pungli Harus Laporkan

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:41 WIB

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 12:40 WIB

Canggih! BRIN Ciptakan Detektor MBG Basi, Begini Cara Kerjanya

Canggih! BRIN Ciptakan Detektor MBG Basi, Begini Cara Kerjanya

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:40 WIB

Bawa Layanan Keuangan di Pelosok: Cerita BRIlink Agen Bawa Kemudahan untuk Ribuan Warga

Bawa Layanan Keuangan di Pelosok: Cerita BRIlink Agen Bawa Kemudahan untuk Ribuan Warga

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:40 WIB

Review Hanuman Ansh: Sebuah Sajian Biopic Spiritual India yang Menyentuh

Review Hanuman Ansh: Sebuah Sajian Biopic Spiritual India yang Menyentuh

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:39 WIB

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal: Arab, Latin dan Cara Mengamalkannya

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal: Arab, Latin dan Cara Mengamalkannya

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 12:35 WIB

Dunia Bermain Masuk ke Runway, Fashion Anak Tampil Lebih Playful dan Ekspresif

Dunia Bermain Masuk ke Runway, Fashion Anak Tampil Lebih Playful dan Ekspresif

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:34 WIB

Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG, Mabes TNI Angkat Bicara

Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG, Mabes TNI Angkat Bicara

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

Dianggap Belokkan Sejarah, Tim Produksi Film The Assassin(s) Dipolisikan

Dianggap Belokkan Sejarah, Tim Produksi Film The Assassin(s) Dipolisikan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

×