- Kalbe Nutritionals melalui Morinaga meluncurkan kampanye Beyond Nutrition untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh tanpa menuntut kesempurnaan.
- Kampanye ini menekankan pentingnya memberikan nutrisi, stimulasi, dan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi potensi unik mereka masing-masing.
- Rangkaian acara akan berlangsung di The Dome, Senayan Park, Jakarta pada 25–26 Juli 2026 untuk mengedukasi para orang tua.
Suara.com - Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak. Mulai dari memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, memilih sekolah terbaik, hingga mendorong si kecil menguasai berbagai keterampilan sejak dini.
Namun, di balik niat baik tersebut, sering kali muncul ekspektasi yang tanpa disadari berubah menjadi tekanan agar anak selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal.
Padahal, masa kanak-kanak seharusnya menjadi ruang bagi anak untuk bermain, bereksplorasi, melakukan kesalahan, sekaligus menemukan jati dirinya.
Di momen menjelang Hari Anak Nasional, pesan inilah yang kembali diangkat oleh Kalbe Nutritionals melalui Morinaga Platinum lewat kampanye Beyond Nutrition.
Menurut Gregorius Daru, Brand Group Manager Morinaga, mendukung masa depan anak bukan berarti menuntut mereka menjadi sosok yang sempurna.
Menurutnya, sebagai orang tua, kita sering kali ingin memastikan anak memiliki semua yang terbaik. Namun, mendukung masa depan anak bukan berarti menuntut mereka menjadi sempurna. Anak membutuhkan kesempatan untuk menikmati masa kecilnya, mengenali dirinya, dan menemukan potensi yang membuatnya unik.
"Peran kita adalah memberikan fondasi terbaik melalui nutrisi, stimulasi, dan dukungan yang tepat agar mereka tumbuh percaya diri dan siap menghadapi masa depan," ujarnya.
Pesan tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi banyak keluarga saat ini. Di era media sosial, orang tua kerap disuguhi berbagai pencapaian anak-anak lain, mulai dari kemampuan membaca di usia dini, memenangkan kompetisi, hingga menguasai banyak aktivitas.
Tanpa disadari, perbandingan itu bisa memunculkan keinginan agar anak sendiri mengikuti standar yang sama. Padahal, para ahli perkembangan anak selama ini menekankan bahwa setiap anak memiliki kecepatan belajar, karakter, dan kecerdasan yang berbeda.
Tidak semua anak harus unggul di bidang akademik. Ada yang menonjol dalam seni, olahraga, kemampuan sosial, kreativitas, maupun kepemimpinan.
Berangkat dari pemahaman tersebut, Morinaga menghadirkan filosofi Beyond Nutrition, yaitu pendekatan yang melihat tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Nutrisi memang menjadi fondasi penting, tetapi perkembangan optimal juga dipengaruhi oleh stimulasi yang tepat, perhatian orang tua, serta lingkungan yang mendukung anak untuk tumbuh sesuai potensinya.
Komitmen itu diwujudkan melalui acara Dunia Generasi Platinum: Door of Future – Advance Intelligence Lab yang akan berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di The Dome, Senayan Park, Jakarta.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaktif bagi keluarga untuk mengenal beragam potensi anak melalui permainan edukatif, pengalaman stimulasi, edukasi parenting, pemeriksaan potensi anak, hingga pertunjukan yang dapat dinikmati bersama.
Lebih dari sekadar menghadirkan aktivitas keluarga, acara tersebut ingin mengajak orang tua memahami bahwa kecerdasan anak tidak hanya diukur dari nilai akademik.
Anak juga perlu diberi kesempatan mencoba berbagai pengalaman agar dapat menemukan bidang yang benar-benar mereka sukai. Selain melalui kegiatan langsung, Morinaga juga merilis film edukasi yang dapat disaksikan di kanal YouTube resminya.
Film tersebut menceritakan seorang ibu yang begitu menginginkan putrinya tumbuh sebagai anak yang selalu sempurna, disiplin, dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa di balik "kesempurnaan" tersebut, anaknya justru kehilangan keceriaan, spontanitas, keberanian mencoba hal baru, serta rasa ingin tahu yang menjadi bagian penting dari masa kanak-kanak.
Melalui cerita sederhana itu, orang tua diajak merenungkan kembali makna keberhasilan dalam mengasuh anak. Terkadang, keberanian anak untuk bertanya, mencoba sesuatu yang baru, bahkan gagal dan belajar bangkit, justru menjadi bekal yang jauh lebih berharga dibanding tuntutan untuk selalu tampil sempurna.
Momentum Hari Anak Nasional pun menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki perjalanan tumbuh kembang yang unik.