Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional

Vania Rossa

Senin, 20 Juli 2026 | 15:26 WIB
Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional
McDonald’s Football Clinic bersama Indra Sjafri. (Suara.com/Vania)
baca 10 detik
  • Minat anak-anak Indonesia terhadap sepak bola terus meningkat seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini.

  • Namun, menjadi pesepak bola profesional bukan hanya soal memiliki kemampuan mengolah si kulit bundar.

  • Menurut Pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, pembentukan karakter sejak usia dini menjadi fondasi yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

Suara.com - Minat anak-anak Indonesia terhadap sepak bola terus meningkat seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini. Namun, menjadi pesepak bola profesional bukan hanya soal memiliki kemampuan mengolah si kulit bundar.

Menurut Pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, pembentukan karakter sejak usia dini menjadi fondasi yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

Pesan itu ia sampaikan dalam McDonald's Football Clinic, program pelatihan sepak bola yang digelar McDonald's Indonesia bersama Indra Sjafri. Program ini membuka kesempatan bagi 200 anak usia 8-12 tahun untuk berlatih langsung bersama pelatih tim nasional.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye FIFA World Cup Goes to McDonald's sekaligus perayaan 35 tahun McDonald's Indonesia. Setelah digelar di Jakarta bersama pesepak bola profesional Rio Fahmi, kegiatan berlanjut di Bandung bersama legenda Persib Bandung, Atep.

Tak hanya mengajak anak-anak berlatih, McDonald's Indonesia juga memberikan kesempatan kepada 40 anak dari komunitas prasejahtera untuk mengikuti pelatihan secara gratis, lengkap dengan jersey dan sepatu baru.

Sepak Bola Jadi Olahraga Favorit Anak Muda

Program ini hadir di tengah tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola.

Survei Populix pada Maret 2026 mencatat 90 persen Gen Z dan Milenial memiliki ketertarikan terhadap olahraga berbasis lapangan, dengan sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling digemari.

Melalui McDonald's Football Clinic, McDonald's Indonesia ingin menumbuhkan semangat yang sama pada generasi berikutnya dengan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan potensinya melalui sepak bola sejak usia dini.

baca juga

Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia, Caroline Kurniadjaja, mengatakan tidak semua anak memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari pelatih nasional maupun bertemu pemain profesional.

"Melalui McDonald's Football Clinic, kami berharap para talenta muda ini tidak hanya memperoleh pengalaman latihan yang berkualitas, tetapi juga mendapat pembekalan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik, percaya diri, disiplin, dan berani mengejar cita-citanya," ujar Caroline.

Tips Anak Jadi Pesepak Bola Profesional dari Indra Sjafri

Dalam pelatihan tersebut, Indra Sjafri membagikan sejumlah prinsip penting yang menurutnya harus dimiliki anak-anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.

1. Kuasai teknik dasar sejak usia dini
Setiap sesi latihan McDonald's Football Clinic dirancang langsung oleh Indra Sjafri agar peserta tidak hanya menguasai teknik dasar sepak bola, tetapi juga membangun karakter positif.

Selama 70 menit, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti sistem rotasi dengan pendampingan intensif.

Anak-anak mempelajari tiga materi utama, yaitu passing, Small-Sided Games (SSG) Shooting, dan shielding, yang dibagi dalam dua sesi latihan.

"Dalam pembinaan usia dini, setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda sehingga metode latihan juga perlu disesuaikan. Melalui rotasi di setiap zona latihan, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan teknis secara bertahap sekaligus belajar berkoordinasi dan mengambil keputusan di lapangan," jelas Indra.

2. Bangun karakter, bukan hanya mengejar kemenangan
Menurut Indra, kemampuan teknik hanyalah separuh dari proses pembinaan pemain muda.

Sisanya adalah membangun karakter.

"Dalam olahraga memang harus ada jiwa kompetitif, tetapi menang bukanlah tujuan akhir. Setiap kemenangan harus diraih dengan cara-cara yang baik," tegasnya.

Ia menilai nilai-nilai seperti disiplin, sportivitas, rasa hormat, kerja sama tim, hingga tanggung jawab akan menjadi bekal penting, baik saat bermain sepak bola maupun dalam kehidupan sehari-hari.

3. Orang tua harus ikut mendampingi proses
Hal yang menarik dari McDonald's Football Clinic adalah adanya sesi dialog antara Indra Sjafri dan para orang tua peserta.

Menurutnya, keberhasilan anak tidak hanya ditentukan latihan di lapangan, tetapi juga dukungan dari rumah.

Indra mengajak orang tua untuk terus memberikan motivasi sekaligus mengarahkan anak agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki sportivitas, menghargai orang lain, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

 Pelatih Sepak Bola Nasional Indra Sjafri
Pelatih Sepak Bola Nasional Indra Sjafri

Atep: Saya Berasal dari Anak Kampung

Selain berlatih bersama pelatih tim nasional, peserta juga mendapat kesempatan mendengar pengalaman langsung dari mantan pemain profesional.

Legenda Persib Bandung, Atep, mengaku perjalanan kariernya dimulai dari kondisi yang sederhana.

"Perjalanan saya dimulai dari seorang anak kampung di sebuah kota kecil dengan akses dan fasilitas yang serba terbatas. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekad saya untuk menjadi pemain profesional."

Menurut Atep, tidak ada jalan pintas untuk menjadi atlet.

"Tidak ada proses yang instan, setiap kesuksesan dibangun dari disiplin berlatih, kemauan untuk terus belajar, dan tidak lupa beribadah."

Ia berharap dari ratusan peserta McDonald's Football Clinic akan lahir calon pemain nasional di masa depan.

Kesaksian Orang Tua: Kesempatan yang Tak Pernah Dibayangkan

Program ini juga memberi kesempatan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk belajar langsung bersama pelatih tim nasional.

Salah satunya adalah Purnama, kapten tim SSB Youth Aurasic Bandung.

Sejak berusia delapan tahun, Purnama rutin berlatih di lapangan sederhana yang berada di samping warung makan milik orang tuanya.

Sang ayah, Heri Mulyana, mengaku kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi keluarganya.

"Melihat keseriusan anak saya berlatih, sebagai orang tua saya hanya ingin terus mendukung bakat Purnama. Di tengah kondisi ekonomi keluarga kami yang terbatas, melihat Purnama bisa berlatih langsung dengan Coach Indra Sjafri adalah sebuah pengalaman yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya."

Menurut Heri, pengalaman itu membuat putranya semakin percaya diri bahwa siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi selama mau bekerja keras dan disiplin.

Melalui McDonald's Football Clinic, McDonald's Indonesia berharap semakin banyak anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan mengembangkan bakat di dunia sepak bola sekaligus membangun karakter positif yang akan bermanfaat sepanjang hidup mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah 16 Tahun, Spanyol Kembali Jadi Raja Sepak Bola Dunia

Setelah 16 Tahun, Spanyol Kembali Jadi Raja Sepak Bola Dunia

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 06:52 WIB

Warga Menteng Berharap Liga Aspal Tak Lagi Digelar di Jalanan

Warga Menteng Berharap Liga Aspal Tak Lagi Digelar di Jalanan

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 08:00 WIB

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:49 WIB

Terkini

Cak Imin Soroti Kasus Perundungan Anak Disabilitas: Sistem Pendidikan Harus Dibenahi

Cak Imin Soroti Kasus Perundungan Anak Disabilitas: Sistem Pendidikan Harus Dibenahi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Ulasan Novelis as a Vocation: Mengurai Sistem Kerja Menulis ala Haruki Murakami

Ulasan Novelis as a Vocation: Mengurai Sistem Kerja Menulis ala Haruki Murakami

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Ironi The Perfect Victim: Mengapa Korban Harus Sempurna untuk Layak Dibela?

Ironi The Perfect Victim: Mengapa Korban Harus Sempurna untuk Layak Dibela?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:45 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran di Sektor Pendidikan: Revitalisasi Sekolah hingga Tunjangan Guru

2 Tahun Prabowo-Gibran di Sektor Pendidikan: Revitalisasi Sekolah hingga Tunjangan Guru

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:42 WIB

Sebut Presiden Prabowo Baik Hati, Nanik Deyang: Kuda Saja Diurus, Masa Rakyatnya Gak Diurus

Sebut Presiden Prabowo Baik Hati, Nanik Deyang: Kuda Saja Diurus, Masa Rakyatnya Gak Diurus

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:40 WIB

5 Cara Aman Membuang Bangkai Tikus di Rumah

5 Cara Aman Membuang Bangkai Tikus di Rumah

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 Persen, 920 Ribu Orang Keluar dari Kemiskinan

Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 Persen, 920 Ribu Orang Keluar dari Kemiskinan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:38 WIB

6.472 PPPK Paruh Waktu di Kota Makassar Kantongi SK Baru

6.472 PPPK Paruh Waktu di Kota Makassar Kantongi SK Baru

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Cakupan 4G Tembus 98 Persen, Komdigi Dorong Perluasan Jaringan 5G

Cakupan 4G Tembus 98 Persen, Komdigi Dorong Perluasan Jaringan 5G

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Dibantu Damkar, Aktivis Greenpeace Turun dari Tugu Selamat Datang dengan Flying Fox

Dibantu Damkar, Aktivis Greenpeace Turun dari Tugu Selamat Datang dengan Flying Fox

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:33 WIB

×