Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Vania Rossa

Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
Ilustrasi galon. (Elements Envanto)
baca 10 detik
  • Pakar ITB menyatakan galon polikarbonat tidak menghasilkan kembali senyawa BPA saat mengalami kerusakan atau degradasi material.
  • Penelitian laboratorium membuktikan plastik yang terdegradasi hanya akan terpecah menjadi senyawa baru, bukan kembali menjadi bahan bakunya.
  • BPOM menjamin keamanan galon guna ulang yang memiliki izin edar karena telah memenuhi standar batas migrasi BPA.

Suara.com - Informasi mengenai bahaya Bisfenol A (BPA) pada galon guna ulang masih sering membuat masyarakat bingung.

Menurut Pakar Polimer dari Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T., hasil penelitian di Laboratorium Polimer ITB menunjukkan bahwa galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) tidak akan menghasilkan kembali BPA ketika mengalami kerusakan atau penurunan kualitas.

Hafis menjelaskan, tim peneliti sengaja menguji material galon dengan memberikan paparan sinar ultraviolet (UV) untuk mempercepat proses degradasi atau kerusakan material.

Hasilnya, memang muncul berbagai senyawa baru akibat pecahnya rantai plastik, tetapi tidak ditemukan BPA maupun phosgene, yaitu bahan dasar pembentuk polikarbonat.

"Penelitian yang kami lakukan menunjukkan galon yang terdegradasi menghasilkan potongan-potongan senyawa kimia dengan berbagai bentuk. Namun, kami tidak menemukan senyawa itu kembali menjadi BPA atau phosgene," ujar Hafis.

Menurutnya, hal tersebut merupakan sifat umum bahan plastik. Ketika rusak, struktur plastik akan terpecah menjadi senyawa lain secara acak, bukan kembali menjadi bahan baku pembentuknya.

Untuk mempermudah pemahaman, Hafis memberi contoh proses daur ulang limbah plastik menggunakan metode pirolisis.

Pada proses tersebut, plastik polypropylene diubah menjadi minyak pirolisis, bukan kembali menjadi gas propylene yang merupakan bahan bakunya.

"Kalau plastik yang rusak kembali menjadi bahan pembentuknya, hasil pirolisis seharusnya hanya berupa gas propylene. Faktanya, yang dihasilkan justru minyak pirolisis," jelasnya.

baca juga

Ia juga menegaskan bahwa kandungan BPA yang mungkin berpindah ke dalam air dari galon polikarbonat berada dalam jumlah yang sangat kecil dan telah diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menurut Hafis, sebelum sebuah galon memperoleh izin edar, BPOM memastikan proses produksinya memenuhi standar sehingga kadar migrasi BPA tetap berada di bawah batas aman.

"Kalau proses pembuatannya tidak baik dan masih banyak BPA yang tersisa di material, tentu BPOM tidak akan memberikan izin edar," katanya.

Sebelumnya, Kepala BPOM Taruna Ikrar juga memastikan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) maupun polyethylene terephthalate (PET) yang telah memiliki izin edar BPOM dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) aman digunakan masyarakat.

Ia mengatakan keamanan produk tersebut telah melalui berbagai tahapan pengawasan, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga kualitas kemasannya.

"Kalau sudah memiliki izin BPOM dan memenuhi SNI, berarti kemasan tersebut aman digunakan," ujar Taruna Ikrar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Dispenser Galon Bawah Termurah yang Awet, Mulai Rp600 Ribuan

5 Dispenser Galon Bawah Termurah yang Awet, Mulai Rp600 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:20 WIB

5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt

5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 18:10 WIB

Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang

Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish

3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish

Entertainment | Senin, 20 Juli 2026 | 21:11 WIB

Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas

Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:07 WIB

Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta

Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:07 WIB

Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Jabar | Senin, 20 Juli 2026 | 21:03 WIB

Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri

Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri

Bogor | Senin, 20 Juli 2026 | 20:55 WIB

Tak Hanya Gaji Naik 280 Persen, Prabowo Janji Bangun Rumah Buat Semua Hakim

Tak Hanya Gaji Naik 280 Persen, Prabowo Janji Bangun Rumah Buat Semua Hakim

News | Senin, 20 Juli 2026 | 20:55 WIB

Hindari Bau dan Air Lindi, Area Sampah Terbuka di Bantargebang Mulai Ditutup

Hindari Bau dan Air Lindi, Area Sampah Terbuka di Bantargebang Mulai Ditutup

News | Senin, 20 Juli 2026 | 20:49 WIB

×