- Testosteron tidak hanya berperan dalam kesuburan pria, tetapi juga memengaruhi suasana hati, energi, konsentrasi, serta kesehatan fisik dan psikologis.
- Menurut dr. Christian Christoper Sunnu, Sp.And, gangguan kadar testosteron dapat berdampak pada performa kerja hingga hubungan dengan keluarga.
- Berikut enam manfaat hormon testosteron yang sering luput dari perhatian menurut dr. Sunnu.
Suara.com - Banyak pria cenderung memeriksa kadar testosteron saat alami gangguan reproduksi atau infertilitas. Padahal menurut spesialis andrologi, hormon seks pria ini perlu diperiksa saat suasana hati buruk yang ganggu konsentrasi.
Spesialis Andrologi Eka Hospital BSD dan Eka Hospital PIK, dr. Christian Christoper Sunnu, Sp.And mengatakan testosteron merupakan hormon utama yang memengaruhi banyak aspek kesehatan pria, baik fisik maupun psikologis.
"Benar bahwa salah satu fungsi hormon testosteron pada pria adalah pembentukan sel sperma," ujar dr. Sunnu dalam diskusi media di BSD, Tangerang, Selasa (28/7/2026).
"Nyatanya, tidak hanya itu. Ada banyak aspek kehidupan pria yang dipengaruhi oleh testosteron, termasuk suasana hati, tingkat energi hingga kemampuan konsentrasi," lanjutnya.
Menurutnya, jika keseimbangan kadar testosteron terganggu bisa memengaruhi performa seseorang di tempat kerja maupun hubungan dengan keluarga dan orang-orang terdekat.
Berikut enam manfaat hormon testosteron yang sering kali luput dari perhatian menurut dr. Sunnu.

1. Jaga gairah seksual dan kesuburan
Fungsi testosteron yang paling dikenal adalah menjaga dorongan seksual sekaligus mendukung pembentukan sel sperma. Hormon ini berperan penting terhadap kualitas dan jumlah sperma sehingga sangat menentukan tingkat kesuburan pria.
Tapi sayangnya, kata dr. Sunnu, banyak pria baru memeriksakan kadar testosteron ketika mengalami masalah memiliki keturunan, padahal manfaat hormon ini jauh melampaui aspek reproduksi.
2. Buat energi dan stamina stabil
Testosteron juga berperan mempertahankan energi tubuh. Pria dengan kadar testosteron rendah umumnya lebih mudah lelah, kurang bersemangat, dan mengalami penurunan stamina dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut juga diakui oleh American Urological Association (AUA) yang menyebutkan kelelahan kronis dan rendahnya energi merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada pria dengan defisiensi testosteron.
3. Bantu jaga suasana hati
Selain memengaruhi kondisi fisik, testosteron juga berhubungan dengan kesehatan mental. Menurut dr. Sunnu, pria dengan kadar testosteron yang sehat cenderung memiliki suasana hati yang lebih stabil.
"Beberapa tanda hormon testosteron rendah pada pria justru dapat dilihat dari sisi psikologis, misalnya kinerja yang menurun atau emosi yang tidak stabil, yang bahkan memengaruhi hubungan personal maupun profesional," jelasnya.
Hal serupa juga dijelaskan dalam pedoman Endocrine Society, yang menyebutkan kadar testosteron rendah dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko depresi, mudah tersinggung, hingga menurunnya motivasi.

4. Tambahh kemampuan berpikir
Tak banyak yang mengetahui bahwa testosteron turut berperan dalam fungsi otak. Menurut dr. Sunnu, sejumlah penelitian menemukan hubungan antara kadar testosteron yang normal dengan kemampuan memori verbal, kecepatan berpikir, hingga kemampuan spasial.
Karena itu, pria yang mengalami penurunan hormon ini tidak hanya mengeluhkan kelelahan, tetapi juga kesulitan berkonsentrasi atau merasa produktivitas berpikirnya menurun.
5. Bantu jaga performa kerja
Kemampuan berpikir, fokus, energi, dan suasana hati yang dipengaruhi testosteron secara tidak langsung juga berdampak pada performa seseorang di tempat kerja.
"Kadar hormon testosteron dalam tubuh seorang pria bisa memengaruhi kinerjanya di kantor dan hubungannya dengan orang terdekatnya," ujar dr. Sunnu.
Menurutnya, menjaga kadar testosteron tetap normal menjadi salah satu faktor yang membantu pria tetap fokus dalam menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi tekanan aktivitas sehari-hari.
6. Dorong gaya hidup aktif dan percaya diri
Manfaat lain testosteron adalah memengaruhi perilaku, termasuk rasa percaya diri, semangat berkompetisi, dan dorongan untuk tetap aktif secara fisik.
Menurut dr. Sunnu, hormon ini turut berperan dalam mendorong seseorang menjalani berbagai aktivitas, termasuk olahraga, sehingga secara tidak langsung ikut mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.