Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan

Vania Rossa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:42 WIB
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Layanan navigasi pasien mendampingi penderita kanker paru mengatasi hambatan rujukan serta pengobatan secara tepat waktu.
  • Keberadaan navigator pasien terbukti memangkas waktu dari temuan awal rontgen hingga dimulainya pengobatan hampir dua puluh hari.
  • Indonesia memerlukan kolaborasi lintas sektor agar integrasi layanan navigasi pasien masuk ke dalam sistem kesehatan nasional.

Suara.com - Perjalanan pasien kanker paru dalam mendapatkan layanan kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari diagnosis, proses rujukan, pemeriksaan hingga akses pengobatan.

Karena itu, penguatan layanan navigasi pasien (patient navigation) dinilai penting untuk membuat layanan kanker lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Momentum Hari Kanker Paru Sedunia menjadi kesempatan untuk kembali menyoroti pentingnya sistem yang membantu pasien melewati setiap tahapan penanganan kanker secara lebih mudah.

Data GLOBOCAN 2022 menunjukkan terdapat sekitar 2,4 juta kasus baru kanker paru di dunia atau 12,4 persen dari seluruh kasus kanker. Kanker paru juga menyumbang 18,7 persen dari total kematian akibat kanker pada 2022.

Di Indonesia, kanker paru termasuk salah satu kanker dengan angka kematian tinggi. Kondisi ini memperkuat kebutuhan terhadap layanan yang mampu mempercepat deteksi, diagnosis, rujukan, dan pengobatan pasien.

Apa Itu Navigasi Pasien?

Navigasi pasien merupakan layanan pendampingan dan koordinasi yang membantu pasien kanker, keluarga, serta caregiver menjalani rangkaian pelayanan kesehatan, mulai dari skrining, diagnosis, rujukan, pengobatan hingga tindak lanjut setelah terapi.

Navigator pasien dapat membantu mengatasi berbagai hambatan, seperti keterbatasan informasi, proses administrasi, kendala transportasi dan biaya, hingga kebutuhan dukungan psikologis.

Pasien juga dapat memperoleh bantuan untuk memahami hasil pemeriksaan, mengatur jadwal kontrol, terhubung dengan tenaga kesehatan yang tepat, serta memastikan tahapan pengobatan tidak tertunda.

baca juga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut navigasi pasien sebagai intervensi berbasis bukti yang membantu pasien melewati sistem layanan kanker yang kompleks agar mendapatkan diagnosis dan pengobatan secara tepat waktu.

Bisa Pangkas Waktu Menuju Pengobatan

Pentingnya navigasi pasien juga ditunjukkan dalam Consensus Statement: Patient Navigation: Improving Care and Outcomes in Lung Cancer.

Salah satu studi yang dirangkum dalam dokumen tersebut menunjukkan keberadaan navigator pasien dikaitkan dengan pengurangan rata-rata hampir 20 hari, dari temuan awal melalui foto toraks hingga dimulainya pengobatan.

Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, mengatakan ketahanan sistem kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan obat, teknologi, dan fasilitas, tetapi juga kemampuan menghubungkan setiap tahapan pelayanan.

“Layanan navigasi pasien adalah mekanisme yang menjembatani kesenjangan tersebut. Ketika pasien dapat bergerak lebih cepat dari deteksi, diagnosis, hingga pengobatan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga oleh sistem kesehatan,” ujar Esra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Pekerja Garmen Didominasi Perempuan, Kesadaran Risiko Kanker dan Deteksi Dini Perlu Diperkuat

Pekerja Garmen Didominasi Perempuan, Kesadaran Risiko Kanker dan Deteksi Dini Perlu Diperkuat

Health | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak

Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×