- Tekanan ekonomi menyebabkan rumah tangga mengubah pola belanja serta mengurangi konsumsi lauk protein berkualitas demi kebutuhan lain.
- Berdasarkan data SUSENAS 2024 dan 2025, belanja nonmakanan meningkat 5,98 persen, sedangkan belanja makanan hanya bertambah 3,16 persen.
- Ahli menyarankan keluarga memanfaatkan bahan pangan lokal terjangkau seperti umbi, tempe, telur, dan ikan untuk menjaga gizi.
Belanja Berdasarkan Kandungan Gizi
Agar anggaran terbatas tetap menghasilkan makanan bergizi, keluarga disarankan tidak hanya mempertimbangkan harga saat memilih bahan makanan, tetapi juga kandungan gizinya.
“Kita harus pintar mengatur strategi makanan yang padat gizi. Saat membeli lauk misalnya, perhitungkan apa saja kandungan gizinya? Jangan asal kenyang tapi minim gizi,” tutur Tara.
Ia juga mengingatkan keluarga untuk berpedoman pada prinsip Tumpeng Gizi dan Isi Piringku ketika menyusun menu. Variasikan sumber karbohidrat, lengkapi dengan sayur, protein, dan buah agar kebutuhan zat gizi tetap terpenuhi.
Konsumsi makanan di luar rumah maupun processed food juga tidak harus sepenuhnya dihindari. Menurut Tara, makanan seperti warteg tetap dapat menjadi pilihan selama konsumen cermat memilih lauk dan menambahkan sayuran.
“Beli makanan di warteg pun bisa kok mendapatkan gizi yang baik. Atau misalnya kita goreng sosis untuk lauk, maka tambahkan sayur yang lebih beragam, jadi asupan gizi tetap optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro mengatakan, situasi ekonomi membuat masyarakat perlu terus mengevaluasi prioritas pengeluaran, termasuk untuk kebutuhan nutrisi keluarga.
“Pengetahuan mengenai nutrisi menjadi semakin penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya,” kata Andrew.
Melalui kampanye “Temani Langkahmu Kini dan Nanti”, Frisian Flag Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung keluarga Indonesia melalui produk bernutrisi sekaligus edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kebiasaan hidup sehat.