Kasepuhan Ciptagelar, Bertani untuk Kehidupan

Indotnesia

Rabu, 20 April 2022 | 11:05 WIB
YouTube/Indotnesia

Indotnesia, SUKABUMI - Di wilayah Jawa Barat bagian Selatan, terdapat masyarakat adat yang masih memegang teguh tradisi leluhur, terutama dalam hal pengelolaan pertanian. Namanya, Kasepuhan Ciptagelar yang terletak di kawasan pedalaman Gunung Halimun-Salak.

Mengutip dari situs resmi ciptagelar.info, Kasepuhan Ciptagelar adalah masyarakat hukum adat yang berada di kawasan pedalaman Gunung Halimun-Salak. 

Berdasarkan catatan sejarah, kampung adat Kasepuhan Ciptagelar berdiri pada 1368. Hingga sekarang, tonggak perubahan kepemimpinan pun masih dilakukan secara turun temurun.

Dalam perjalanannya, kampung adat yang dipimpin oleh seorang ‘Abah’ ini, telah mengalami beberapa kali perpindahan desa pusat pemerintahan. Namun, secara administratif, Kasepuhan Ciptagelar terletak di wilayah dusun Sukamulya, Desa Sirnaresmi, kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Meski telah tercatat secara administratif, letak Kasepuhan Ciptagelar tak menutup kemungkinan untuk berpindah. Sebab, masyarakat adat ini masih berpegang teguh pada tradisi berpindah tempat berdasarkan wangsit yang diterima dari para leluhur.

Oleh karena itu, setiap rumah warga di Ciptagelar terbuat dari kayu yang dilapisi bilik bambu dan hanya beratapkan pelepah aren yang dikeringkan. Bentuk bangunan yang tidak permanen itu akan mudah dipindahkan ketika tiba-tiba wangsit datang kepada sang Pemimpin Kasepuhan.

Menjaga Tradisi Bertani

Terletak di dataran tinggi di antara lembah pegunungan Halimun, warga kasepuhan adalah masyarakat adat yang bersandar pada pertanian, terutama budidaya padi. 

Menurut Yoyo Yogasmana, Juru Bicara Kasepuhan Ciptagelar,  masyarakat Ciptagelar sejak dulu merupakan masyarakat yang menjaga titipan leluhur, terutama dalam hal pertanian padi. 

“Bagi warga masyarakat Ciptagelar, sistem pengelolaan pertanian terutama padi itu semuanya harus manual,” ujarnya.

Yoyo juga menjelaskan, masyarakat masih menggunakan kerbau untuk membajak sawah meski sudah ada teknologi modern seperti traktor. Pengolahan padi pun hanya dilakukan dengan ditumbuk karena pemakaian mesin penggiling dilarang. Selain itu, penggunaan pupuk kimia juga tidak jadi pantangan.

Di Kasepuhan Ciptagelar, menanam padi hanya boleh dilakukan satu kali dalam setahun. Musim tanam panen sekali setahun itu dilakukan dengan mengikuti petunjuk arah bintang atau astronomi.

Dalam setahun, proses bertani ini berjalan dengan beberapa rangkaian adat, yaitu ngasut (proses menanam), mipit (proses panen), nganyaran (merasakan hasil panen pertama kali), ponggokan (persiapan pesta panen), dan serentaun (pesta panen).

Namun dalam kehidupan sehari-hari pelaksanaan kegiatan keagamaannya masih didominasi kepercayaan terhadap adat dan tradisi nenek moyangnya (tatali paranti karuhun).

Meski dalam sejumlah kegiatan keagamaan didominasi kepercayaan adat dan tradisi nenek moyang, mayoritas agama warga Kasepuhan Ciptagelar adalah Islam.

Menghargai Padi

Hubungan antara manusia dan padi bagi masyarakat kampung adat Kasepuhan Ciptagelar memiliki keterikatan yang dekat. Bahkan, mereka memiliki penghormatan terhadap padi sesuai ajaran nenek moyang yang masih diterapkan hingga saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla

El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh

Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:04 WIB

Mafia Beras Rugikan Masyarakat Rp169 Triliun, 39 Orang Jadi Tersangka

Mafia Beras Rugikan Masyarakat Rp169 Triliun, 39 Orang Jadi Tersangka

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Pilihan Ban Baru Buat Pengguna Fortuner hingga Pajero Sport dari Accelera Omikron Rugged Terrain

Pilihan Ban Baru Buat Pengguna Fortuner hingga Pajero Sport dari Accelera Omikron Rugged Terrain

Otomotif | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo

Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Tren Gaya Hidup Baru Perempuan Gen Z: Dari Quiet Luxury ke Quiet Living

Tren Gaya Hidup Baru Perempuan Gen Z: Dari Quiet Luxury ke Quiet Living

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Kemarau Kepung Bekasi, 2.592 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan

Kemarau Kepung Bekasi, 2.592 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat

Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:06 WIB

Fenomena Fun Run: Gaya Hidup Sehat atau Sekadar Ajang Konten Media Sosial?

Fenomena Fun Run: Gaya Hidup Sehat atau Sekadar Ajang Konten Media Sosial?

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:30 WIB

Terkini

MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga

MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala

Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya

Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster

Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal

Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia

Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol

Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah

Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar

Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:21 WIB

×