Mengenal Bahaya Residu Pestisida, Penyebab Mie Instan Indonesia Ditolak di Taiwan

Indotnesia

Kamis, 14 Juli 2022 | 18:00 WIB
Mengenal Bahaya Residu Pestisida, Penyebab Mie Instan Indonesia Ditolak di Taiwan
Freepik/ Jcom

Indotnesia - Belum lama ini publik dihebohkan dengan keputusan Taiwan yang menolak produk mie instan Indonesia di negaranya. Otoritas Badan Makanan dan Obat-obatan Taiwan (FDA) menyebutkan tingkat kandungan residu pestisida di luar ambang batas.

Lebih dari 4 ton produk mie instan disita dan dilarang masuk ke Negeri Formosa itu. Selain Indonesia, beberapa produk dari negara lain juga disita. Lalu, apa bahaya residu pestisida yang terdapat dalam makanan?

Apa itu residu pestisida?

Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikroba yang dianggap mengganggu.

Sementara, residu pestisida adalah pestisida yang masih tersisa pada bahan pangan setelah diaplikasikan ke produk pertanian. Biaya terdapat pada bahan pangan seperti buah dan sayur.

Melansir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1000 pestisida digunakan untuk memastikan agar bahan pangan tidak rusak atau hancur oleh hama. 

Biar begitu, WHO menyebut pestisida dapat berbahaya bagi manusia karena berpotensi beracun dan bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Akan tetapi, residu pestisida pada bahan pangan sudah diawasi dan memiliki tingkat batas keamanan.

Bahaya pestisida

Melansir dari Healthline, paparan pestisida yang tinggi baik biopestisida sintetik atau organik dapat membahayakan kesehatan.

Bahaya pestisida, yaitu bisa mengganggu perkembangan, meningkatkan risiko penyakit alzheimer,dan meningkatkan potensi kanker (kanker payudara, tiroid, dan ovarium). Dampaknya tergantung seberapa tinggi paparan yang diterima.

Orang yang paling berisiko terhadap kesehatannya, yaitu mereka yang terpapar pestisida secara langsung, seperti pekerja pertanian dan sekitarnya. Sementara bahaya residu pestisida dapat mengenai orang umum melalui bahan pangan seperti air, buah dan sayur.

Sementara, paparan pestisida yang tinggi pada anak-anak dapat menyebabkan gangguan ADHD, autisme, dan berdampak negatif pada perkembangan neurologis pada anak.

Untuk melindungi kesehatan masyarakat, WHO melarang penggunaan pestisida paling beracun bagi manusia, serta pestisida yang bertahan paling lama di lingkungan. Selain itu juga menetapkan batas maksimum residu pestisida dalam makanan dan air.

Dampak residu pestisida yang ada pada buah dan sayur bisa diminimalisir dengan mengupas atau mencuci bersih bahan pangan sebelum diolah atau dikonsumsi untuk mengurangi bakteri berbahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Bahaya Residu Pestisida, Zat Penyebab Mie Instan Indonesia Ditolak Masuk Taiwan

Ini Bahaya Residu Pestisida, Zat Penyebab Mie Instan Indonesia Ditolak Masuk Taiwan

Health | Kamis, 07 Juli 2022 | 17:29 WIB

Terkini

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus

Jakarta | Senin, 01 Juni 2026 | 00:00 WIB

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?

Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?

Jakarta | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:45 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang

Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang

Kalbar | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:28 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin

ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin

Bogor | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:23 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB