Indotnesia - Ada kabar gembira bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) Yogyakarta. Pemerintah DIY memberikan fasilitas sertifikasi halal secara gratis pada produk UMK melalui program Sehati.
Program Sehati atau program Sertifikasi Halal Gratis merupakan kerja sama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY.
Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (25/7/2022) berharap para pelaku UMK dapat menggunakan kesempatan tersebut agar produknya lebih bernilai dan dapat berdaya saing.
Melansir dari situs resmi Pemerintah DIY, labelisasi halal tersebut memiliki beberapa manfaat yakni sebagai jaminan kualitas mutu suatu produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan kemudahan bergabung ke koperasi.
"Pemerintah daerah, siap bersinergi bersama BPJPH Kementerian Agama untuk mendorong upaya sertifikasi halal terhadap produk-produk UMK sebagai bentuk perlindungan pada usaha mikro,” ujar Sri Sultan ketika membuka Gebyar Koperasi Istimewa di The Rich Jogja Hotel.
Menurutnya, sertifikasi halal akan lebih mudah diberikan kepada UMK yang tergabung dalam koperasi. Alasannya, koperasi melakukan perbaikan ekosistem sehingga memudahkan usaha dan memperluas akses pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Koperasi dan UMK DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan Gebyar Koperasi merupakan pendorong terwujudnya koperasi istimewa untuk mewujudkan ekosistem usaha bersama. Sebagai informasi, Gebyar Koperasi didanai oleh Dana Keistimewaan.
Saat ini, ada 1.982 koperasi di Yogyakarta, baik yang berbadan hukum provinsi maupun kabupaten. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu.
Keberlangsungan koperasi di DIY juga tertolong berkat bantuan Belanja Tak Terduga Dana Keistimewaan. Pada 2021, tercatat ada 30 rintisan koperasi modern yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: 4 Fakta Kericuhan Suporter Bola di Jogja, Korban Luka hingga Geramnya Bos Persis
Hingga akhir 2021, terdapat 10 koperasi sektor riil yang bergabung di pasar komunitas. Sementara, omzet koperasi DIY hingga saat ini mencapai Rp129,48 miliar atau meningkat 3,1% dibanding tahun sebelumnya.