Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Ekspansi ke Indonesia, Perusahaan Malaysia Bakal Jalankan Tabungan Emas Berbasis Koperasi

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 25 Juli 2022 | 22:07 WIB
Ekspansi ke Indonesia, Perusahaan Malaysia Bakal Jalankan Tabungan Emas Berbasis Koperasi
Owner DEET Holding Berhad, Haji Mustafa Robani (ist)

Suara.com - Produsen Dinar dan Emas asal Malaysia, DEET Holding Berhad tengah mengurus perizinan dalam ekspansi ke Indonesia. Nantinya, DEET akan menjalankan usaha tabungan emasnya berbasis koperasi.

Owner DEET Holding Berhad, Haji Mustafa Rabbani menjelaskan, pihaknya juga tengah mencari toko-toko emas di Indonesia untuk distribusi produk dinar dan emas buatan perusahaan.

"Jadi kita mulai dari koperasi, sistem mulai kita bangun pihak-pihak kita menerapkan kongsi dalam dinar ini, boleh membuat tabungan," ujarnya kepada wartawan yang ditulis pada Senin (25/7/2022).

Mustafa menegaskan, konsep bisnis yang dijalankan bukan seperti multi level marketing atau MLM. Sebab, jelas dia, tabungan emas yang dijalankan berbasiskan produk. Artinya, masyarakat bisa memilih antara uang atau produk emas batangan dalam tabungan emas tersebut.

"Sebagai contoh kalau dia ada 100 ribu ringgit, 60% bisa milih cash, 40% boleh redeem, redeem ini kita akan diperjelas produk (emas batangan), bukan digital," ucap dia.

Mustafa menambahkan, dana masyarakat yang dihimpun dari tabungan emas juga tidak akan digunakan kembali untuk investasi di forex.

"Jadi kita jelas kan, memang ada konsep perniagaan, jual dan beli produk, kita tidak main forex, saya tak pandai main forex, saya tahu saya jual emas," katanya.

Dalam hal ini, DEET Holding Berhad juga telah melantik beberapa agen-agen dari berbagai negara termasuk Indonesia yang akan menjalankan tabungan emas di negara masing-masing.

Selain itu, perusahaan juga meluncurkan, aplikasi smartphone Dinar Digital sebagai fasilitas tabungan emas maupun jual beli emas atau dinar.

baca juga

Sebelumnya, Mustafa mengatakan banyaknya cadangan emas di Indonesia jadi alasan perusahaan tertarik untuk masuk pasar Indonesia.

"Sebab itu, saya memilih kenapa negara pertama yang saya pakai ini di negara Indonesia. Alasannya sangat kuat, karena produk yang punya bahan baku yang besar di Indonesia," kata dia.

Mustafa menjelaskan selain mengincar pasar tabungan emas, perusahaannya juga akan membuka toko dinar yang bisa diperjualkan di dalam negeri.

Menurut dia, terdapat keuntungan bagi masyarakat yang akan menabung dinar atau emas. Salah satunya, produk tersebut tidak ada penyusutan nilai sehingga nilai tabungan emas tidak akan berkurang seiring dengan kenaikan tren harga emas di tengah pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Turun Jadi Rp 969.000/Gram

Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Turun Jadi Rp 969.000/Gram

Bisnis | Senin, 25 Juli 2022 | 09:30 WIB

Setelah Melemah Selama 6 Pekan, Harga Emas Berkilau Lagi

Setelah Melemah Selama 6 Pekan, Harga Emas Berkilau Lagi

Bisnis | Senin, 25 Juli 2022 | 08:19 WIB

Perusahaan Asal Malaysia Cari Agen Jalankan Tabungan Emas di Indonesia

Perusahaan Asal Malaysia Cari Agen Jalankan Tabungan Emas di Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Juli 2022 | 18:26 WIB

Terkini

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Tipis yang Mengubah AI Menjadi Teman Bisnis

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Tipis yang Mengubah AI Menjadi Teman Bisnis

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30 WIB

3 Shio yang Menarik Kekayaan Mulai 17 Agustus 2026, Banjir Keberuntungan Selama Sepekan

3 Shio yang Menarik Kekayaan Mulai 17 Agustus 2026, Banjir Keberuntungan Selama Sepekan

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Daftar Harga HP Vivo Agustus 2026, Lengkap dengan Seri iQOO

Daftar Harga HP Vivo Agustus 2026, Lengkap dengan Seri iQOO

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI

Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:36 WIB

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis   Otoritas Jasa Keu

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB

×