Ekspansi ke Indonesia, Perusahaan Malaysia Bakal Jalankan Tabungan Emas Berbasis Koperasi

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 25 Juli 2022 | 22:07 WIB
Ekspansi ke Indonesia, Perusahaan Malaysia Bakal Jalankan Tabungan Emas Berbasis Koperasi
Owner DEET Holding Berhad, Haji Mustafa Robani (ist)

Suara.com - Produsen Dinar dan Emas asal Malaysia, DEET Holding Berhad tengah mengurus perizinan dalam ekspansi ke Indonesia. Nantinya, DEET akan menjalankan usaha tabungan emasnya berbasis koperasi.

Owner DEET Holding Berhad, Haji Mustafa Rabbani menjelaskan, pihaknya juga tengah mencari toko-toko emas di Indonesia untuk distribusi produk dinar dan emas buatan perusahaan.

"Jadi kita mulai dari koperasi, sistem mulai kita bangun pihak-pihak kita menerapkan kongsi dalam dinar ini, boleh membuat tabungan," ujarnya kepada wartawan yang ditulis pada Senin (25/7/2022).

Mustafa menegaskan, konsep bisnis yang dijalankan bukan seperti multi level marketing atau MLM. Sebab, jelas dia, tabungan emas yang dijalankan berbasiskan produk. Artinya, masyarakat bisa memilih antara uang atau produk emas batangan dalam tabungan emas tersebut.

"Sebagai contoh kalau dia ada 100 ribu ringgit, 60% bisa milih cash, 40% boleh redeem, redeem ini kita akan diperjelas produk (emas batangan), bukan digital," ucap dia.

Mustafa menambahkan, dana masyarakat yang dihimpun dari tabungan emas juga tidak akan digunakan kembali untuk investasi di forex.

"Jadi kita jelas kan, memang ada konsep perniagaan, jual dan beli produk, kita tidak main forex, saya tak pandai main forex, saya tahu saya jual emas," katanya.

Dalam hal ini, DEET Holding Berhad juga telah melantik beberapa agen-agen dari berbagai negara termasuk Indonesia yang akan menjalankan tabungan emas di negara masing-masing.

Selain itu, perusahaan juga meluncurkan, aplikasi smartphone Dinar Digital sebagai fasilitas tabungan emas maupun jual beli emas atau dinar.

Sebelumnya, Mustafa mengatakan banyaknya cadangan emas di Indonesia jadi alasan perusahaan tertarik untuk masuk pasar Indonesia.

"Sebab itu, saya memilih kenapa negara pertama yang saya pakai ini di negara Indonesia. Alasannya sangat kuat, karena produk yang punya bahan baku yang besar di Indonesia," kata dia.

Mustafa menjelaskan selain mengincar pasar tabungan emas, perusahaannya juga akan membuka toko dinar yang bisa diperjualkan di dalam negeri.

Menurut dia, terdapat keuntungan bagi masyarakat yang akan menabung dinar atau emas. Salah satunya, produk tersebut tidak ada penyusutan nilai sehingga nilai tabungan emas tidak akan berkurang seiring dengan kenaikan tren harga emas di tengah pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Turun Jadi Rp 969.000/Gram

Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Turun Jadi Rp 969.000/Gram

Bisnis | Senin, 25 Juli 2022 | 09:30 WIB

Setelah Melemah Selama 6 Pekan, Harga Emas Berkilau Lagi

Setelah Melemah Selama 6 Pekan, Harga Emas Berkilau Lagi

Bisnis | Senin, 25 Juli 2022 | 08:19 WIB

Perusahaan Asal Malaysia Cari Agen Jalankan Tabungan Emas di Indonesia

Perusahaan Asal Malaysia Cari Agen Jalankan Tabungan Emas di Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Juli 2022 | 18:26 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB