Sampai Kapan Jogja Alami Fenomena Hawa Dingin? Ini Kata BMKG

Indotnesia

Rabu, 27 Juli 2022 | 14:58 WIB
Sampai Kapan Jogja Alami Fenomena Hawa Dingin? Ini Kata BMKG
Ilustrasi hawa dingin yang dalam beberapa terakhir dirasakan di sejumlah daerah. (Pexels/Anastiia)

Indotnesia - Beberapa hari terakhir warga Yogyakarta merasakan suhu udara dingin yang terjadi pada malam hingga hampir sepanjang hari.

Fenomena hawa dingin tersebut juga kerap disebut bediding, yakni dalam istilah Jawa kata tersebut merujuk pada fenomena suhu udara lebih dingin dari biasanya, terutama saat memasuki tengah malam.

Dilansir dari Suara.com, kondisi alam tersebut terjadi karena berkaitan dengan adanya pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia melewati Indonesia yang dikenal Monsoon Dingin Australia.

Kondisi tersebut mengakibatkan tutupan awan relatif sedikit, serta pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan sehingga langsung terbang dan hilang ke angkasa.

Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan fenomena hawa dingin di Yogyakarta akan terjadi hingga puncak musim kemarau atau sekitar bulan Agustus.

"Diperkirakan kondisi tersebut akan berlangsung sampai dengan Agustus mendatang atau puncak musim kemarau," jelasnya, Selasa (26/7/2022) seperti dikutip Suara.com.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tercatat suhu minimum harian tanggal 21-26 Juli 2022 adalah 18,7 hingga 23,4 derajat celcius.

Suhu terendah 18,7 derajat celcius belum melebihi suhu minimum udara yang pernah terjadi pada 5 Agustus 2022, yaitu menyentuh angka 17 derajat celcius.

Untuk menghadapi fenomena tersebut, BMKG menghimbau masyarakat agar selalu menjaga stamina tubuh saat kondisi udara dingin, apalagi kondisi iklim juga cukup sering berubah.

baca juga

"Menjaga imunitas tubuh dengan cara mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menggunakan selimut dan pakaian tebal pada malam hari serta tidak lupa menggunakan krim atau pelembab kulit saat beraktivitas di luar siang hari," katan Reni, dikutip dari Suara.com.

Lain halnya di Yogyakarta, hawa dingin juga terjadi di sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Dieng, dan Malang.

Di wilayah NTT, tepatnya di Kabupaten Manggarai mengalami suhu dingin hingga 10 derajat celcius dengan rata-rata suhu berkisar di antara 17-20 derajat celcius. Sedangkan di Malang, rata-rata suhu terdinginnya mencapai 17 derajat celcius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sempat Dilarang, Pemkot Jogja Buka Peluang Skuter Listrik Bisa Beroperasi di Tempat Wisata

Sempat Dilarang, Pemkot Jogja Buka Peluang Skuter Listrik Bisa Beroperasi di Tempat Wisata

Indotnesia | Selasa, 26 Juli 2022 | 17:00 WIB

Terkini

Sabotase di Pesisir Kalianda: Saat Parang Mengincar Mangrove Pantai Aruna

Sabotase di Pesisir Kalianda: Saat Parang Mengincar Mangrove Pantai Aruna

Lampung | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Data Desil Ngawur, PDIP Temukan 130 Mahasiswa Unpad hingga Anak Tukang Becak Masuk Desil 9

Data Desil Ngawur, PDIP Temukan 130 Mahasiswa Unpad hingga Anak Tukang Becak Masuk Desil 9

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:20 WIB

5 Film Thriller Park So-dam Bisa Ditonton Setelah The Journey to Gyeongju

5 Film Thriller Park So-dam Bisa Ditonton Setelah The Journey to Gyeongju

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Sembilan Kali Juara Dunia Merapat! FIA Rallycross World Cup 2026 Siap Gegerkan Jakarta

Sembilan Kali Juara Dunia Merapat! FIA Rallycross World Cup 2026 Siap Gegerkan Jakarta

Sport | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Diskon Rp2,5 Juta BRI untuk Pembelian Huawei Pura 90s Pro Max, Cek Caranya!

Diskon Rp2,5 Juta BRI untuk Pembelian Huawei Pura 90s Pro Max, Cek Caranya!

Bri | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:16 WIB

9 Sistem Pencernaan Manusia Organ dan Fungsinya

9 Sistem Pencernaan Manusia Organ dan Fungsinya

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Gonjang Ganjing Persija Jelang Kick Off Super League, Diboikot Jakmania Manajemen Ambil Langkah Ini

Gonjang Ganjing Persija Jelang Kick Off Super League, Diboikot Jakmania Manajemen Ambil Langkah Ini

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Alasan Belum Siap, Ruben Onsu Minta Polisi Tunda Pemeriksaan Kasus Penipuan Rp3,5 M

Alasan Belum Siap, Ruben Onsu Minta Polisi Tunda Pemeriksaan Kasus Penipuan Rp3,5 M

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Sejarah Terulang! Deretan Nenek Moyang Para Koruptor: Dari Tokoh Agama hingga Pejabat Militer

Sejarah Terulang! Deretan Nenek Moyang Para Koruptor: Dari Tokoh Agama hingga Pejabat Militer

Entertainment | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Buntut Demo 27 Agustus, Tukang Cermin di Pejompongan Tewas Dikeroyok Orang Tak Dikenal

Buntut Demo 27 Agustus, Tukang Cermin di Pejompongan Tewas Dikeroyok Orang Tak Dikenal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:05 WIB

×