Hari Hepatitis Sedunia, Berikut 7 Mitos dan Fakta tentang Virus Hepatitis

Indotnesia

Kamis, 28 Juli 2022 | 10:35 WIB
Hari Hepatitis Sedunia, Berikut 7 Mitos dan Fakta tentang Virus Hepatitis
Ilustrasi rumah sakit. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Indotnesia - Pada 28 Juli, kita merayakan Hari Hepatitis Sedunia, yang juga bertepatan dengan hari kelahiran peraih Penghargaan Nobel Baruch S Blumberg. Dia merupakan ilmuwan yang menemukan virus hepatitis B dan membuat vaksin yang menyelamatkan jutaan nyawa.

Seperti diketahui, virus hepatitis menyebabkan peradangan hati, yang dapat menjadi penyakit parah dan kanker hati. Melansir laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dunia saat ini sedang menghadapi wabah baru infeksi hepatitis akut yang belum dapat dijelaskan.

Hepatitis akut tersebut kebanyakan menyerang anak-anak. Saat ini, para ilmuwan dan pembuat kebijakan di negara-negara yang terdampak sedang meneliti lebih lanjut penyebab infeksi tersebut.

Hepatitis akut tidak disebabkan oleh salah satu dari 5 jenis virus hepatitis, yakni A, B, C, D, dan E. Sebagian besar infeksi hepatitis akut hanya menyebabkan penyakit ringan dan bahkan tidak terdeteksi.

Hepatitis kronis dapat berujung kematian dengan lebih dari 1 juta nyawa melayang per tahun akibat sirosis dan kanker hati. Meski berbahaya, masyarakat masih dihantui oleh sejumlah mitos terkait virus hepatitis.

Berikut 7 mitos hepatitis beserta faktanya seperti dirangkum dari Medical News Today dan Everyday Health:

1. Semua jenis hepatitis sulit disembuhkan

Nyatanya, beberapa jenis hepatitis dapat sembuh dengan sendirinya. Sementara, ada juga yang dapat menyebabkan kanker hati atau kerusakan hati permanen.

Menurut peneliti di University of California, Shelley Facente, hepatitis A kerap membuat orang merasa sangat sakit untuk waktu yang singkat. Meski demikian, hepatitis A jarang menyebabkan komplikasi serius atau penyakit jangka panjang.

baca juga

Sementara, hepatitis B bisa menjadi sangat serius hingga menyebabkan infeksi kronis. Namun, hanya 2-6% orang dewasa yang mengalaminya dan beberapa tidak memiliki gejala selama infeksi awal.

Hepatitis C seringkali tidak menimbulkan gejala pada awalnya. Sekitar 60-80% orang dengan infeksi hepatitis C terus mengembangkan infeksi kronis hingga menyebabkan kanker hati, sirosis, dan kematian apabila tidak diobati.

"Inilah pentingnya vaksinasi hepatitis A dan B, serta skrining untuk hepatitis C setidaknya sekali, bahkan apabila Anda merasa sehat," ujar Facente.

2. Orang dengan hepatitis punya penyakit kuning

Penyakit kuning memang tanda ada masalah hati, namun tidak semua virus hepatitis langsung menyebabkan masalah pada hati.

Menurut Facente, sekitar setengah dari orang yang hidup dengan hepatitis C tidak memiliki gejala sama sekali. Hingga beberapa puluh tahun ke depan, ketika virus tersebut telah merusak hati dan cukup parah, maka muncul penyakit kuning atau gejala lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Hepatitis Misterius Capai 650 Anak, Ini Dugaan Penyebabnya

Kasus Hepatitis Misterius Capai 650 Anak, Ini Dugaan Penyebabnya

Indotnesia | Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:56 WIB

Kemenkes dan IDAI Bantah Keterkaitan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19, Begini Alasannya

Kemenkes dan IDAI Bantah Keterkaitan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19, Begini Alasannya

Indotnesia | Sabtu, 07 Mei 2022 | 15:14 WIB

Ini Tindakan Pencegahan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Ini Tindakan Pencegahan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Indotnesia | Selasa, 03 Mei 2022 | 17:19 WIB

Terkini

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun

Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun

Lampung | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:33 WIB

Momen UAS Jadi Saksi Abdul Wahid: Seumur-umur Baru Kali Ini di Pengadilan

Momen UAS Jadi Saksi Abdul Wahid: Seumur-umur Baru Kali Ini di Pengadilan

Riau | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:15 WIB

Strategi Mobil Murah Daihatsu Dominasi Segmen Harga di Bawah Rp 300 Juta

Strategi Mobil Murah Daihatsu Dominasi Segmen Harga di Bawah Rp 300 Juta

Otomotif | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:10 WIB

Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Kirim Pesan Menyentuh: Allah Punya Rencana Indah

Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Kirim Pesan Menyentuh: Allah Punya Rencana Indah

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:09 WIB

3 Krim Flek Hitam untuk Usia 40 tahun ke Atas Sesuai dengan Review Pengguna

3 Krim Flek Hitam untuk Usia 40 tahun ke Atas Sesuai dengan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:05 WIB

ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni

ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni

Entertainment | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:00 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Resmi Ditahan, Sempat Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri

Roy Suryo dan dr Tifa Resmi Ditahan, Sempat Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri

Video | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:00 WIB

Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir

Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir

Sport | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:57 WIB