Ikut Lomba Jemparingan, Seni Panahan Asal Jogja Sarat Filosofi

Indotnesia

Jum'at, 29 Juli 2022 | 17:24 WIB
Ikut Lomba Jemparingan, Seni Panahan Asal Jogja Sarat  Filosofi
Olahraga panahan tradisional gaya mataraman. (Indotnesia/ Amirul Mukminin)

Indotnesia - Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan olahraga panahan bukan? Tapi, pernahkan kalian mendengar jemparingan?

Jemparingan adalah olahraga panahan tradisional khas Kerajaan Mataram atau disebut gaya mataraman. Dikutip dari laman Dinas Pariwisata DIY, jemparingan berasal dari kata ‘jemparing’ yang berarti anak panah.

Kemunculan jemparingan yang masih eksis hingga sekarang dapat ditelusuri sejarahnya sejak awal Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Awalnya, jemparingan hanya dilakukan oleh anggota keluarga kerajaan, tetapi kemudian Sultan Hamengku Buwono I meminta pengikutnya turut memperlajari.

Tak heran, olahraga ini sering dimainkan di lingkungan keraton oleh para prajurit. Namun, saat ini permainan tradisional ini bisa dimainkan oleh siapa pun dan di mana pun.

Sama seperti panahan, jemparingan juga menggunakan busur dan anak panah serta cara bermain serupa. Namun, dalam jemparingan busur disebut gendewo sementara objek sasarannya disebut wong-wongan atau bandulan. 

Selain sebagai olahraga tradisional, jemparingan juga sarat akan makna filosofi. Dikutip dari laman Indonesia.go.id, permainan tradisional ini bertujuan untuk membentuk watak, salah satunya sawiji atau konsenterasi.

Sementara, jika panahan dilakukan dengan berdiri, jemparingan justru dilakukan dengan cara duduk bersila dan menggunakan pakaian tradisional. Proses pembidikan sasaran pun tak hanya dengan mata, tetapi memposisikan busur di hadapan perut sehingga bidikan didasarkan pada perasaan pemanah. 

Dalam gaya mataraman, itu disebut sebagai pamenthanging gandewa pamanthening cipta, yang berarti membentangnya busur seiring dengan konsentrasi yang ditujukan pada sasaran yang dibidik.

Jika dalam kehidupan sehari-hari dapat dimaknai sebagai manusia yang memiliki cita-cita agar berkonsentrasi penuh hingga tercapai cita-citanya.

baca juga

Selain itu, olahraga ini juga disunnahkan dalam agama karena terdapat empat makna olah rasa, yaitu sawiji atau konsentrasi, greget atau semangat, sengguh atau percaya diri, ora mingkuh atau bertanggung jawab.

Di Yogyakarta, para pemudanya mulai minat dengan permainan tradisional ini. Bahkan, jemparingan juga mulai dilombakan. Salah satunya, sebentar lagi akan dilaksanakan lomba panahan gaya mataraman Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tingkat Nasional.

Kategori lomba yaitu dewasa putra dan putri dengan 20 rambahan dan jarak 32 meter. Sementara, kategori anak-anak dengan 10 rambahan dan jarak 15 meter.

Lomba tersebut akan dihelat di Alun-alun Kidul Yogyakarta pada 30 Juli 2022 pukul 08.00 - 16.00 WIB. Bagi kalian yang di Jogja dan tertarik dengan olahraga panahan tradisional ini bisa datang langsung untuk mendaftar atau sekadar menonton. Untuk informasi lebih lanjut bisa kunjungi Instagram @humasjoga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejarah Jemparingan, Panahan dengan Duduk Bersila Asli Yogyakarta

Sejarah Jemparingan, Panahan dengan Duduk Bersila Asli Yogyakarta

Indotnesia | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×