Makna Tersirat Prosesi Jamasan Pusaka Tombak yang Digelar Pemkot Jogja

Indotnesia

Kamis, 04 Agustus 2022 | 15:11 WIB
Makna Tersirat Prosesi Jamasan Pusaka Tombak yang Digelar Pemkot Jogja
Prosesi Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Wijaya Mukti yang dilakukan Pemkot Jogja pada Kamis (4/8/2022). (Suara.com/ Hiskia Andika Weadcaksana)

Indotnesia - Pemerintah Kota Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemkot DIY) melaksanakan prosesi Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Wijaya Mukti di Balai Kota Yogyakarta pada Kamis (4/8/2022). Ritual tersebut memiliki makna pembersihan pejabat kota dalam mengemban tanggung jawab kepada masyarakat.

Jamasan atau pemandian pusaka rutin dilangsungkan setiap satu tahun sekali yaitu pada bulan Suro. Mengutip Suara.com, ritual sakral tersebut diawali dengan arak-arakan miyos pusoko atau Tombak Kanjeng Kyai Wijaya Mukti. 

Pusaka pemberian Sri Sultan Hamengku Buwono X itu sebelumnya disimpan di ruang kerja Wali Kota Jogja dan kini dikeluarkan untuk dimandikan serta diarak mengelilingi kompleks Balai Kota oleh para abdi dalem kraton.

Setelah itu, arak-arakan berhenti di tempat air mancur untuk memberikan tombak pusaka tersebut pada Bapak Sumadi selaku Wali Kota Yogyakarta.

Tak selesai di situ, Sumadi lalu melepas roncean bunga melati yang terlilit di ujung tombak dengan panjang 3 meter itu dan dilanjutkan dengan membuka penutup tombak.

Sumadi kemudian membasuh ujung pusaka yang sudah ada sejak tahun 1921 itu dengan air di dalam kendi, kemudian dilap dengan kawul atau pengganti kain. Lalu, pada mata tombaknya diusapkan irisan jeruk nipis secara perlahan.

Ujung tombak kembali dibasuh dan dilap sebelum dilapisi dengan cairan dan dipasangkan roncean melati yang baru.

Melansir dari Suara.com, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti menyebut ada makna mendalam dibalik prosesi pemandian benda pusaka. 

Berdasarkan keterangan Yetti, prosesi tersebut sebagai bentuk dari bagaimana pusaka itu dimaknai sebagai para pejabat kota atau abdi yang harus dibersihkan.

baca juga

"Bagaimana kemudian kita memaknai jamasan pusaka ini sebagai pemerintah sebagai abdi masyarakat sebagai pelayan masyarakat. Tentunya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, supaya kita juga bersih," ungkap Yetti melalui Suara.com.

Selain itu, Yetti juga menyebut dengan dibersihkannya tombak pusaka ini juga menjadi simbol pembersihan para pejabat kota agar mereka bisa menyejahterakan masyarakat.

"Bersih diri untuk juga bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat yang tujuannya juga bisa menyejahterakan masyarakat," imbuhnya.

Dengan adanya prosesi Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Wijaya Mukti, Yetti berharap masyarakat bisa lebih memahami makna budaya, tak hanya sebagai bentuk ritual tetapi juga simbol pelayanan untuk masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemkot Yogyakarta Gelar Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Wijaya Mukti

Pemkot Yogyakarta Gelar Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Wijaya Mukti

Jogja | Kamis, 04 Agustus 2022 | 14:00 WIB

Terkini

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:54 WIB

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:38 WIB

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:36 WIB

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:31 WIB

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:28 WIB

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:23 WIB

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:00 WIB

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:52 WIB

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:30 WIB

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:28 WIB

×