Jalan 2 Menit Setelah Makan Bantu Turunkan Risiko Diabetes

Indotnesia Suara.Com
Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:25 WIB
Jalan 2 Menit Setelah Makan Bantu Turunkan Risiko Diabetes
Jalan kaki setelah makan dapat menurunkan risiko diabetes. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Indotnesia - Penyakit diabetes telah menyebabkan kematian prematur di seluruh dunia. Diabetes juga menjadi utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Menurut Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan ada 463 juta orang usia 20-79 tahun menderita diabetes pada 2019.

Sementara, Indonesia menempati posisi ketiga di Asia Tenggara dengan prevalensi penderita diabetes sekitar 11,3% terhadap jumlah penduduk.

Diabetes tipe 2 paling banyak diderita oleh pasien diabetes atau kencing manis. Penyakit ini disebabkan kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pankreas.

Namun, kamu bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 bisa dilakukan dengan cara mudah, salah satunya dengan berjalan kaki.

Melansir Medical News Today, kita mengenal rekomendasi olahraga selama 150 menit setiap pekan. Lalu, ada juga sebuah penelitian pada 2009 menyebutkan berjalan 20 menit setelah makan bisa mengurangi lonjakan gula dalam darah.

Namun, meta-analisis baru dari Sports Medicine menemukan berjalan kaki sekitar 2-5 menit setelah makan dapat membantu memperlancar kadar glukosa postprandial (kadar gula setelah makan).

Peneliti menganalisis hasil dari 7 penelitian yang mengeksplorasi mana yang lebih bermanfaat dari duduk, berdiri, dan berjalan ringan, terhadap gula darah, insulin, dan tekanan darah sistolik.

Analisis tersebut menemukan bahkan berdiri saja lebih baik dalam mengurangi gula darah ketimbang duduk setelah makan. Meskipun manfaat paling nyata adalah berjalan kaki.

Baca Juga: Komnas Perempuan: Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Ibu P Perlu Diperdalam Lagi

Dr. Euan Ashley dari Universitas Stanford, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahkan sedikit bergerak lebih baik daripada tidak sama sekali,

“Itu menunjukkan bahwa lebih banyak lebih baik. Jadi berjalan ringan lebih baik daripada hanya berdiri,” tuturnya kepada Medical News Today.

Dia mengatakan jalan cepat lebih baik ketimbang berjalan kaki santai dan olahraga 150 menit per minggu harus tetap dilakukan.

“Dan 150 menit berolahraga level sedang hingga berat setiap minggunya tetap direkomendasikan, dan kebanyakan dari kita gagal melakukannya,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI