Indotnesia - Putra almarhum Ustaz Arifin Ilham, Alvin Faiz, kembali menjadi perbincangan publik setelah Hanny Kristianto dari Mualaf Center angkat bicara terkait posisi Ketua Dewan Pembina Yayasan Azzikra.
Dia juga membokar perihal warisan yang diberikan Ustaz Arifin kepada Alvin Faiz senilai Rp29 miliar. Kekecewaan Hanny bermula ketika Alvin mengambil alih posisi Ketua Dewan Pembina Yayasan Azzikra.
Sesuai wasiat Ustaz Arifin, posisi ketua dewan pembina seharusnya dipegang oleh Ustaz Abdul Sukur. Belum lagi, warisan peninggalan sang ayah justru digunakan Alvin untuk foya-foya dan pamer kemewahan.
"Kurang warisan? Warisan baru cair Rp29 miliar. Tidak ada anak-anak ulama, keluarga ulama dapat duit miliaran," ujarnya dikutip dari YouTube Cumicumi.
Berbicara soal warisan, mungkin nggak hanya Alvin saja yang memperoleh warisan dari orangtua. Lalu, bagaimana bagaimana cara mengelola warisan yang baik agar boncos?
Berikut sejumlah tips mengelola warisan, seperti dikutip dari Investopedia dan CNN Money:
- Jangan Terburu-buru
Kalau kamu memperoleh warisan yang lumayan banyak, jangan terburu-buru mengambil keputusan. Apa yang harus kamu lakukan pertama kali akan tergantung pada bentuk warisan yang didapat.
Misal, kamu mewarisi uang tunai, coba cari tempat yang aman untuk menempatkannya, misalnya di bank atau lembaga keuangan lainnya.
Warisan berupa aset seperti surat berharga, properti, dan sebagainya, sebaiknya urus semua keperluan termasuk penggantian nama kepemilikan. Intinya, jangan terburu-buru untuk menjual atau menggunakan uang warisan sampai kamu punya rencana matang.
Baca Juga: Berpisah untuk Selamanya, Bagaimana Nasib Anjing Corgi Kesayangan Ratu Elizabeth II?
- Buat Daftar Prioritas
Masukkan jumlah warisan ke dalam keuanganmu, lalu sesuaikan kembali tujuan finansialmu. Misalnya, melunasi utang kartu kredit, membayar pendidikan tinggi anak-anak, membayar tagihan, dan merencanakan dana pensiun.
Beberapa tips dalam menentukan prioritas keuangan, dimulai dari melunasi utang terlebih dahulu sehingga kamu nggak kehilangan uang dalam bentuk bunga.
Para pakar keuangan juga menyarankan kamu untuk menyiapkan uang pensiun, kemudian baru dana kuliah untuk anak-anak.
- Berinvestasi
Kalau sudah melunasi utang, kamu bisa menentukan langkah selanjutnya sehubungan dengan warisan yang masih tersisa. Sekali lagi, jangan terburu-buru.
Sebenarnya, perlakuan warisan tidak berbeda dengan uang yang kamu peroleh sendiri, terutama terkait investasi. Cobalah menginvestasikan warisan dalam berbagai bentuk dengan tingkat risiko yang berbeda.
- Cari Bantuan Ahli
Jangan ragu untuk menyewa ahli perencana keuangan yang membantu memberikan pandangan tentang pengelolaan finansial. Mereka bisa membantu kamu memutuskan cara terbaik menangani uang dalam jangka pendek dan menyusun rencana keuangan jangka panjang.
Kalau kamu mewarisi aset yang bukan uang, mereka bisa memutuskan portofolio apa yang cocok.
- Memahami Konsekuensi Pajak
Jangan beranggapan kalau mendapat warisan tidak berhubungan dengan pajak. Melansir situs resmi Direktorat Jenderal Pajak, harta warisan memang termasuk bukan objek pajak.
Tapi, kalau warisan itu mendatangkan penghasilan yang merupakan objek pajak, maka wajib membayar pajak. Apabila warisan masih ada pajak terutang, tetap harus dilunasi dulu.