They come with prices and vices, I end up in crisis
(Mereka datang dengan harga dan keburukan, aku berakhir dalam krisis)
(Tale as old as time)
(Kisah yang lama)
I wake up screaming from dreaming
(Aku terbangun berteriak dari mimpi)
One day I'll watch as you're leaving
(Suatu hari aku akan melihatmu pergi)
'Cause you got tired of my scheming
(Karena kamu lelah dengan rencanaku)
(For the last time)
(Untuk terakhir kalinya)
It's me
(Ini aku)
Hi
(Hai)
I'm the problem, it's me
(Akulah masalahnya, inilah aku)
At teatime
(Pada waktu minum teh bersama)
Everybody agrees
(Semua orang sepakat)
I'll stare directly at the sun, but never in the mirror
(Aku akan menatap langsung ke mentari, tapi nggak pernah ke cermin)
It must be exhausting always rooting for the anti-hero
(Pasti melelahkan selalu mendukung seorang anti-pahlawan)
Sometimes I feel like everybody is a sexy baby
(Kadang, aku merasa semua orang itu seksi)
And I'm a monster on the hill
(Dan aku seorang monster di bukit)
Too big to hang out
(Terlalu besar untuk nongkrong/jalan-jalan)
Slowly lurching toward your favorite city
(Perlahan meluncur menuju kota favoritmu)
Pierced through the heart but never killed
(Menusuk menembus jantung tapi tak pernah membunuh)
Did you hear my covert narcissism
(Apakah kamu mendengar narsisme terselubung)
I disguise as altruism like some kind of congressman?
(Saat aku menyamar sebagai orang baik seperti seorang anggota kongres?)
(Tale as old as time)
(Kisah lama)
I wake up screaming from dreaming
(Aku terbangun berteriak dari mimpi)
One day I'll watch as you're leaving and life will lose all its meaning
(Suatu hari, aku menyaksikan dirimu pergi dan kehidupan akan kehilangan maknanya)
(For the last time)
(Untuk terakhir kalinya)
It's me
(Ini aku)
Hi
(Hai)
I'm the problem, it's me
(Akulah masalahnya, inilah aku)
At teatime
(Pada waktu minum teh bersama)
Everybody agrees
(Semua orang sepakat)
I'll stare directly at the sun, but never in the mirror
(Aku akan menatap langsung ke mentari, tapi nggak pernah ke cermin)
It must be exhausting always rooting for the anti-hero
(Pasti melelahkan selalu mendukung seorang anti-pahlawan)
I have this dream my daughter-in-law kills me for the money
(Aku bermimpi menantu perempuanku membunuhku karena uang)
She thinks I left them in the will
(Dia berpikir aku meninggalkan warisan untuk mereka)
The family gathers 'round and reads it
(Anggota keluarga berkumpul dan membaca wasiatku)
And then someone screams out
(Lalu seseorang berteriak)
"She's laughing up at us from hell!"
(Dia tertawa pada kita dari neraka)
It's me
(Inilah aku)
Hi
(Hai)
I'm the problem, it's me
(Akulah masalahnya, inilah aku)
It's me
(Inilah aku)
Hi
(Hai)
I'm the problem, it's me
(Akulah masalahnya, inilah aku)
It's me
(Inilah aku)
Hi
(Hai)
Everybody agrees
(Semua orang sepakat)
Everybody agrees
(Semua orang sepakat)
It's me
(Ini aku)
Hi
(Hai)
I'm the problem, it's me
(Akulah masalahnya, inilah aku)
At teatime
(Pada waktu minum teh bersama)
Everybody agrees
(Semua orang sepakat)
I'll stare directly at the sun, but never in the mirror
(Aku akan menatap langsung ke mentari, tapi nggak pernah ke cermin)
It must be exhausting always rooting for the anti-hero
(Pasti melelahkan selalu mendukung seorang anti-pahlawan)