indotnesia

Cara Mengatasi Demam pada Anak dan Dewasa Tanpa Konsumsi Obat

Indotnesia Suara.Com
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 12:56 WIB
Cara Mengatasi Demam pada Anak dan Dewasa Tanpa Konsumsi Obat
Mengatasi demam dapat dilakukan di rumah tanpa mengonsumsi obat. (Pexels/Polina Tankilevitch)

Indotnesia - Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran yang berisi tentang penghentian penjualan obat dalam bentuk sirup, menyusul maraknya penyakit gangguan ginjal akut misterius pada anak-anak.

Kemenkes memerintahkan apotek dan toko obat untuk tidak menjual obat tersebut hingga pemberitahuan resmi. Obat sirup memang kerap dipilih oleh para orang tua untuk mengobati anak, terutama dari penyakit demam, flu, batuk, dan pilek.

Sejumlah obat sirup yang dihentikan penggunaannya adalah Sanmol Paracetamol Syrup, Tempra Paracetamol, Panadol Anak, Pamol Syrup, Termorex Syrup, dan Hufagrip TMP.

Sejumlah tenaga kesehatan menyarankan penanganan demam pada anak dilakukan di rumah tanpa menggunakan obat. Lalu, sebenarnya bagaimana cara mengatasi demam pada anak dan bahkan orang dewasa, meskipun tanpa mengonsumsi obat?

Melansir dari Healthline dan Healthy Children, berikut cara mengatasi demam pada anak dan dewasa tanpa menggunakan obat:

  1. Jaga suhu kamar atau ruangan tetap sejuk dan nyaman
  2. Apabila ruangan pengap, bisa gunakan kipas angin agar udara menjadi sejuk
  3. Kenakan pakaian yang tipis
  4. Istirahat cukup, dan boleh berkeliling rumah dengan berjalan kaki, tidak boleh berlarian dan terlalu memaksakan diri
  5. Jika demam merupakan gejala penyakit yang sangat menular, misal cacar air atau flu, jauhkan penderita dari anak-anak lain, lansia, dan orang dengan imunitas rendah
  6. Mandi dengan air hangat menggunakan spons atau waslap
  7. Jangan menggunakan selimut tebal
  8. Pada dewasa dan anak-anak, dapat minum air putih suhu ruangan lebih banyak, jus buah encer, larutan elektrolit, sup, dll
  9. Pada bayi dan balita, pastikan mereka banyak minum agar tetap terhidrasi

Meski demikian, kamu tetap harus waspada apabila suhu anak cukup tinggi sehingga perlu dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Ini kondisi di mana kamu perlu memeriksakan anak ke dokter:

  • Bayi usia 0-3 bulan dengan suhu badan 38°C atau lebih tinggi
  • Bayi usia 3-6 bulan dengan suhu badan di atas 39°C dan mudah mengantuk
  • Bayi usia 6-24 bulan dengan suhu badan di atas 39°C yang berlangsung lebih dari satu hari, dengan gejala lain seperti ruam, batuk, atau diare.

Demam tidak perlu dikhawatirkan karena biasa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Bahkan, sebagian besar virus dapat hilang sendirinya melalui proses penyembuhan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI