Mengenang 12 Tahun Erupsi Merapi yang Menewaskan Sang Juru Kunci

Indotnesia

Rabu, 26 Oktober 2022 | 09:52 WIB
Mengenang 12 Tahun Erupsi Merapi yang Menewaskan Sang Juru Kunci
Mengenang 12 tahun erupsi Gunung Merapi. (Wikimedia Commons/Ryangustiawan)

Indotnesia - Hari ini pada 26 Oktober diperingati sebagai 12 tahun pasca kejadian erupsi besar Gunung Merapi yang menewaskan ratusan korban jiwa, salah satunya adalah Mbah Maridjan sang juru kunci gunung.

Peristiwa yang terjadi pada 26 Oktober 2010 tersebut membawa luka mendalam bagi para korban yang kehilangan anggota keluarga maupun mereka yang terpaksa harus meninggalkan kampung halaman, karena tersapu oleh material Gunung Merapi.

Diketahui, erupsi Merapi pada 2010 memiliki ledakan yang lebih besar dibandingkan letusan yang pernah terjadi pada 1872.

Awal Mula Erupsi Merapi 2010

Aktivitas Gunung Merapi mulai berubah dari siaga menjadi awas pada 25 Oktober 2010 pukul 6 pagi.

Sebelumnya, status gunung yang siaga sejak 23 Oktober terpantau mengalami jumlah guguran material meningkat tajam dari di bawah 100 menjadi di atas 180 kali per hari.

Erupsi besar Gunung Merapi kemudian terjadi pada 26 Oktober 2010 pukul 17.58 WIB dengan diikuti sirine panjang yang memicu kepanikan warga sekitar.

Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu lantas memuntahkan isi perutnya, lahar, bebatuan, debu, dan awan panas Wedhus Gembel meluluhlantakkan semua yang dilaluinya.

Pada waktu tersebut, setidaknya terjadi hingga tiga kali letusan diiringi dengan keluarnya awan panas setinggi  1,5 meter yang mengarah ke Kaliadem, Kepuharjo.

baca juga

Selain mengakibatkan 341 orang meninggal dunia, tercatat erupsi Gunung Merapi itu menyebabkan 291 rumah rusak dan satu tanggul di Desa Ngepos jebol lantaran luapan lahar dingin yang dahsyat.

Kronologi Wafatnya Mbah Maridjan

Pada saat Gunung Merapi mulai memasuki status siaga hingga awas, Mbah Maridjan tetap bertahan di rumahnya yang terletak di Dusun Kinahrejo, berjarak sekitar 4 km dari puncak gunung.

Bersama beberapa warga Desa Pelemsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Mbah Maridjan bertahan di rumahnya dan tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Juru kunci dengan nama asli Ki Surakso Hargo itu menolak untuk dievakuasi meski aktivitas Gunung Merapi sedang tinggi.

Alasannya, karena beliau merasa sudah mengucap sumpah sebagai abdi dalem Kraton Yogyakarta dan juru kunci gunung terbesar di pulau Jawa itu di hadapan Hamengkubuwono IX.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gamelan Sekati, Benda Pusaka Keraton Yogyakarta yang Dimainkan saat Perayaan Sekaten

Gamelan Sekati, Benda Pusaka Keraton Yogyakarta yang Dimainkan saat Perayaan Sekaten

Indotnesia | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 08:21 WIB

Asal Usul Yogyakarta hingga Kini Dikenal sebagai Daerah Istimewa

Asal Usul Yogyakarta hingga Kini Dikenal sebagai Daerah Istimewa

Indotnesia | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 10:03 WIB

Kraton Yogyakarta Gelar Hajad Dalem Sekaten 2022 Selama Satu Minggu, Apa Itu?

Kraton Yogyakarta Gelar Hajad Dalem Sekaten 2022 Selama Satu Minggu, Apa Itu?

Indotnesia | Minggu, 02 Oktober 2022 | 17:25 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×