Gamelan Sekati, Benda Pusaka Keraton Yogyakarta yang Dimainkan saat Perayaan Sekaten

Indotnesia

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 08:21 WIB
Gamelan Sekati, Benda Pusaka Keraton Yogyakarta yang Dimainkan saat Perayaan Sekaten
Gamelan Sekati dimainkan oleh para penabuh Keraton Yogyakarta setiap perayaan Sekaten atau Maulid Nabi Muhammad SAW. (kratonjogja.id)

Indotnesia - Pada Jumat (7/10/2022) malam, Keraton Yogyakarta punya hajat yang penuh tradisi dan sejarah yakni Kondur Gangsa Sekati atau pengembalian Gamelan Sekati.

Gamelan tersebut dikembalikan ke Keraton setelah selama seminggu berada di Pagongan Masjid Gedhe untuk ditabuh selama satu minggu hingga malam 12 Mulud atau Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebelum memasuki prosesi Kondur Gangsa, Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Kasultanan Yogyakarta hadir di Masjid Gedhe untuk menyebarkan udhik-udhik kepada masyarakat yang terdiri dari beras, bunga, dan uang logam sebagai lambang kemakmuran raja yang dibagikan untuk rakyatnya.

Mengutip pernyataan dari akun Instagram @humasjogja, selanjutnya, Sri Sultan mendengarkan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW dengan mengenakan simping melati di telinga. Simping melati tersebut merupakan simbol raja mendengarkan keluh kesah rakyatnya.

Setelah itu, Gamelan Sekati dikembalikan ke Keraton melalui prosesi Kondur Gangsa yang diiringi prajurit Wirabraja, Patangpuluh, Ketanggung, dan Mantrijero. 

Lalu, sebenarnya apa Gamelan Sekati itu? 

Gamelan Sekati adalah gamelan yang dimainkan pada perayaan sekaten untuk merayakan kelahiran Muhammad Nabi SAW. Sekaten biasanya diisi dengan pagelaran budaya, pasar malam, dan pertunjukkan lainnya.

Bagi Keraton Yogyakarta alat musik gamelan merupakan salah satu benda pusaka. Melansir situs resmi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Gamelan Sekati memiliki nama resmi Kanjeng Kiai Sekati atau Gangsa Sekati.

Tradisi membunyikan gamelan ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Demak. Ada sejarah panjang mengenai kemunculan Gamelan Sekati yang masih lestari hingga kini.

baca juga

Semuanya berawal dari ketika Kerajaan Mataram memiliki Gangsa Sekati yang terdiri dari dua perangkat yakni Kanjeng Kiai Guntur Madu dan Kanjeng Kiai Guntur Sari.

Dua perangkat gamelan tersebut dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645). Kemudian muncul Perjanjian Giyanti yang mengharuskan gamelan itu dibagi. 

Keraton Yogyakarta mendapatkan Kanjeng Guntur Madu dan Keraton Surakarta memperoleh Kanjeng Kiai Guntur Sari. HIngga pada akhirnya, Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792) bertekad untuk mengembalikan Gangsa Sekati pada kelengkapan semula.

Ia membuat duplikat dari Kanjeng Kiai Guntur Sari yang diberi nama Kanjeng Kiai Nagawilaga. Pada saat perayaan Sekaten, dua perangkat gamelan tersebut dibunyikan.

Untuk peletakkan gamelan disesuaikan dengan usianya. Kanjeng Kiai Guntur yang lebih tua diletakkan di Pagongan Kidul aray disebelah kanan Sultan saat duduk di Masjid Gedhe. Sementara Kanjeng Kiai Nagawilaga yang lebih muda diletakkan di Pagongan Lor.

Seminggu sebelum Sekaten, gamelan diperiksa larasnya dan dibersihkan tiga hari sebelum Sekaten. Setelah perayaan selesai, gamelan akan diperiksa dan diperbaiki apabila terkena benturan tidak wajar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asal Usul Yogyakarta hingga Kini Dikenal sebagai Daerah Istimewa

Asal Usul Yogyakarta hingga Kini Dikenal sebagai Daerah Istimewa

Indotnesia | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 10:03 WIB

Kraton Yogyakarta Gelar Hajad Dalem Sekaten 2022 Selama Satu Minggu, Apa Itu?

Kraton Yogyakarta Gelar Hajad Dalem Sekaten 2022 Selama Satu Minggu, Apa Itu?

Indotnesia | Minggu, 02 Oktober 2022 | 17:25 WIB

Sejarah Jalan Malioboro, Berawal dari Jalan Utama Kerajaan hingga Ramai PKL

Sejarah Jalan Malioboro, Berawal dari Jalan Utama Kerajaan hingga Ramai PKL

Indotnesia | Jum'at, 17 Juni 2022 | 15:24 WIB

Terkini

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB

Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan

Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:15 WIB

5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan

5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:06 WIB

5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa

5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:03 WIB

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:00 WIB

Tapir Mati Mengenaskan di Areal Perusahaan, Diduga Ditabrak Truk Besar

Tapir Mati Mengenaskan di Areal Perusahaan, Diduga Ditabrak Truk Besar

Riau | Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:49 WIB

Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?

Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:45 WIB