Alasan WHO Ganti Nama Cacar Monyet, dari Monkeypox Jadi Mpox

Indotnesia

Selasa, 29 November 2022 | 17:24 WIB
Alasan WHO Ganti Nama Cacar Monyet, dari Monkeypox Jadi Mpox
WHO mengganti istilah penyakit monkeypox atau cacar monyet menjadi mpox. (Pixabay/Gerld Altmann)

Indotnesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengganti istilah penyakit cacar monyet atau monkeypox menjadi mpox. Penggantian nama tersebut dilakukan setelah serangkaian konsultasi dengan para ahli global.

Melansir dari situs resmi WHO, wabah cacar monyet telah meluas pada awal tahun ini hingga menimbulkan stigmatisasi dan rasisme di beberapa komunitas. Kemudian, muncul usulan dari individu dan negara agar WHO mengubah nama tersebut.

Penetapan nama untuk penyakit baru, dan sangat luar biasa telah menjadi tanggung jawab WHO di bawah Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD). Sesuai dengan pembaruan ICD, WHO telah mengumpulkan pandangan dari berbagai pakar, negara, dan masyarakat terkait usulan nama baru itu.

Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus kemudian merekomendasikan sejumlah hal berikut:

  • Adopsi sinonim baru mpox dalam bahasa Inggris untuk penyakit tersebut.
  • Mpox akan menjadi istilah yang menggantikan monkeypox, setelah masa transisi satu tahun. Hal tersebut untuk mengurangi kekhawatiran para ahli soal kebingungan akibat perubahan nama di tengah wabah global.
  • Istilah mpox akan dimasukkan dalam ICD-10 online dan menjadi bagian dari rilis resmi ICD-11 pada 2023, yang menjadi standar global untuk data kesehatan, dokumentasi klinis, dan agregasi statistik.
  • Istilah "cacar monyet" masih bisa dicari di ICD, agar sesuai dengan informasi historis.

Pertimbangan untuk rekomendasi ini mencakup alasan, kesesuaian ilmiah, tingkat penggunaan, pengucapan, kegunaan dalam bahasa yang berbeda, tidak adanya referensi geografis atau zoologi, dan kemudahan pengambilan informasi ilmiah historis.

Dengan begitu, istilah mpox akan mudah diucapkan dalam bahasa lain. Apabila muncul masalah penamaan tambahan, ini akan ditangani melalui mekanisme yang sama, yakni diskusi formal dengan otoritas pemerintah, pakar, dan masyarakat.

Cacar monyet yang terjadi pada manusia terdeteksi pada 1970 setelah virus penyebab penyakit itu ditemukan pada monyet penangkaran di tahun 1958.

Nama sebuah penyakit harus meminimalkan dampak negatif, sehingga menghindari pelanggaran terhadap budaya, sosial, negara, regional, profesional, etnis, pariwisata, perdagangan, dan kesejahteraan hewan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyebab Seseorang Sering Merasa Lapar di Tengah Malam

Penyebab Seseorang Sering Merasa Lapar di Tengah Malam

Indotnesia | Senin, 28 November 2022 | 16:40 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Penelitian Terbaru Ungkap Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Indotnesia | Kamis, 24 November 2022 | 16:31 WIB

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Manusia Hanya Punya Satu Ginjal?

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Manusia Hanya Punya Satu Ginjal?

Indotnesia | Kamis, 24 November 2022 | 14:24 WIB

Terkini

Hakuhodo Ungkap Generasi 40+ Kini Jadi Prime Audience Baru Bagi Brand

Hakuhodo Ungkap Generasi 40+ Kini Jadi Prime Audience Baru Bagi Brand

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 18:46 WIB

Berdialog dengan Mahasiswa, Gubernur Kalbar Ria Norsan Naik Pitam

Berdialog dengan Mahasiswa, Gubernur Kalbar Ria Norsan Naik Pitam

News | Kamis, 03 September 2026 | 18:44 WIB

3 Warga SAD Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI di Jambi, Polisi: Proses Sesuai Hukum

3 Warga SAD Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI di Jambi, Polisi: Proses Sesuai Hukum

News | Kamis, 03 September 2026 | 18:40 WIB

Kahitna Siap Gelar Konser 40 Tahun, Hadirkan Panggung 60 Meter dan 30 Lagu

Kahitna Siap Gelar Konser 40 Tahun, Hadirkan Panggung 60 Meter dan 30 Lagu

Entertainment | Kamis, 03 September 2026 | 18:35 WIB

Saat Laptop Gaming Harus Siap untuk AI, ASUS TUF Gaming 16 Hadir di Indonesia

Saat Laptop Gaming Harus Siap untuk AI, ASUS TUF Gaming 16 Hadir di Indonesia

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 18:35 WIB

Mengenal Cita Rasa Chiang Mai, Kuliner Thailand Utara yang Dibawa Restoran Ini ke Jakarta

Mengenal Cita Rasa Chiang Mai, Kuliner Thailand Utara yang Dibawa Restoran Ini ke Jakarta

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 18:35 WIB

Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como

Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 18:33 WIB

Mohon Doa Restu, Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Operasi Jantung di RSUD Ciawi Hari Ini

Mohon Doa Restu, Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Operasi Jantung di RSUD Ciawi Hari Ini

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 18:31 WIB

DPR Cecar Menkop soal Kopdes: Belum Jalan, Sudah Bayar Cicilan

DPR Cecar Menkop soal Kopdes: Belum Jalan, Sudah Bayar Cicilan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 18:30 WIB

5 Mix and Match Outfit Kasual ala Lee Jun Young, Bikin Gaya Makin Stylish

5 Mix and Match Outfit Kasual ala Lee Jun Young, Bikin Gaya Makin Stylish

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 18:30 WIB

×