Indotnesia - Google Doodle hari ini menampilkan pemandangan baru sosok yang bernama Donald Pandiangan. Hal itu untuk merayakan hari ulang tahun ke-77.
Lantas, siapa Donald Pandiangan?
Donald Djatunas Pandiangan adalah seorang legenda dalam dunia olahraga, khususnya panahan Indonesia. Dia adalah seorang atlet panahan Indonesia sekaligus pelatih olahraga busur tersebut.
Hal itu juga nampak dalam Google Doodle hari ini yang menampilkan sosok Donald Pandiangan sedang menarik anak panahnya. Ilustrasi itu juga lengkap dengan papan panahnya yang ada pada huruf ‘E’ dalam kata ‘Google’.
Prestasinya sebagai atlet panahan membuat Donald mendapat julukan Robin Hood Indonesia. Dia telah menjuarai lebih dari 20 medali emas dalam perhelatan Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games).
Medali emas pertamanya pada Pekan Olahraga Nasional VIII (Pekan Olahraga Nasional Indonesia) tahun 1973 di Surabaya. Lalu, empat tahun kemudian, ia memecahkan rekor dunia di nomor Recurve 70m pada PON IX 1977 di Jakarta.
Sosok Donald sebagai pelatih juga memiliki nama yang harum. Dia berhasil membawa Trio Srikandi Indonesia, yaitu Lilies Handayani, Nurfitriana Haliman, dan Kusuma Wardhani mendapat medali perak di Olimpiade 1988.
Penghargaan itu menjadi hal bersejarah, karena merupakan medali pertama bagi Indonesia dalam partisipasinya di olimpiade.
Pencapaian tersebut bahkan diabadikan juga lewat sebuah film 3 Srikandi (2016) sutradara Imam Brotoseno.
Latar belakang Donald Pandiangan, lahir di pada 12 Desember di Sidikalang, Sumatera Utara pada tahun 1945.
Sebelum memulai karir dan prestasinya di dunia olahraga panahan, dia awalnya ternyata bercita-cita sebagai seorang insinyur. Akan tetapi, masalah perekonomian membuatnya tidak bisa melanjutkan pendidikan yang mendukung impiannya tersebut.
Dia lalu memulai karirnya lewat olahraga panahan pada usia 25 tahun, ketika dia sedang bekerja di perusahaan transportasi dan lalu mendapat hadiah seperangkat alat panahan.
Sejak saat itu, Donald mulai mencintai olahraga tersebut dan membuatnya berlatih tak kenal lelah hingga meraih prestasi-prestasi tersebut. HIngga Donald Pandiangan menutup usia pada 20 Agustus 2008 karena penyakit yang dideritanya.